<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321</id><updated>2012-02-15T23:03:38.821-08:00</updated><category term='protes'/><category term='kekasih'/><category term='meninggal'/><category term='rindu'/><category term='pengalaman buruk'/><category term='cerita Bapak'/><category term='selimut hati'/><category term='mimpi'/><category term='doa'/><category term='doa kasih'/><category term='kematian'/><category term='ungkapan hati'/><category term='suport hidup'/><category term='makam'/><category term='anak-anak'/><category term='sembilu'/><category term='cerita pendek'/><category term='cinta'/><category term='demontrasi'/><category term='libur'/><category term='sakit hati'/><category term='sahabat'/><category term='kasih'/><category term='kenangan dalam video'/><title type='text'>aku peziarah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>81</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5897676585391385822</id><published>2011-08-17T20:23:00.000-07:00</published><updated>2011-08-17T21:27:58.281-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='protes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman buruk'/><title type='text'>Air Mata Sahabat Mudaku-2</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Aku mulai menata beberapa perlengkapan mengajarku ketika pintu ruanganku diketuk seseorang. Aku melihat ke arah pintu. Seorang siswi berdiri di sana. Di tanganya tergenggam selembar kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masuk, Len," suruhku pada siswi itu. Len, siswi yang tadi mengetuk pintu ruanganku, bergegas mendekatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau menanyakan tugas rumah yang saya kerjakan. Boleh, Bro?" katanya setelah mendekat. Aku menyingkirkan beberapa buku dan laptop ke sudut meja sambil melihat ke arah kertas yang disodorkan Len. Waktu aku hendak meraih kertas itu, sekilas mataku melihat ke arah pintu. Aku terhenyak sebentar. Bayangan tiga murid tadi sekilas tertangkap sudut mataku. Masih mau apa lagi, batinku.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Mana tugasmu," kataku mengalihkan perhatian pada kertas Len yang masih terulur. Aku melihat sejenak dan kemudian memberikan beberapa koreksi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Yang salah ini masih perlu diperbaiki."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Terima kasih, Bro." Aku mengangguk dan Len pun meninggalkan ruanganku. Kuikuti langkah-langkahnya dengan maksud ingin melihat ketiga muridku masih berdiri di pintu ataukah telah pulang setelah aku berdiskusi dengan Len. Ternyata mereka masih ada di sana. Begitu Len meninggalkan ruanganku, mereka bertiga masuk. Rasa pepatku mulai muncul lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Ada apalagi?" tanyaku. Lyanti yang berjalan paling depan membuka suara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Kami minta maaf. Kami tahu kami salah. Tapi kalau Bro tak mau lagi masuk kelas kami, kami makin merasa bersalah...," katanya pelan. Kutatap mata muridku ini. Semburat warna merah telah membayang di bola matanya. Kedip-kedip kelopaknya, akhirnya menumpahkan butiran-butiran air mata yang mengalir cepat di pipinya. Aku tercekat. Aku belum sempat menjawab, ketika sayup-sayup terdengar isak tangis. Baru aku sadar bahwa Lyanti tidak sendiri. Dia bersama Riestia dan Hellen. Mereka berdua tanpa dikomando, bagaikan kor tanpa dirigen menumpahkan air mata dan isak tangis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Ruangan panas. Dengung kipas angin serasa menyobek-nyobek rasa. Aku hanya menghela nafas. Melihat mereka menangis, rasanya aku tak ada lagi alasan untuk menolak mereka. Akan tetapi, aku harus nyata memaparkan situasi yang ada bagi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Maaf kalian aku terima. Aku juga tidak menyalahkan kalian. Lebih-lebih, kalian sudah mau menemuiku. Tapi, ini tidak menyelesaikan masalah."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Tapi kami mau Bro masuk kelas kami lagi," sela Riestia di sela isak tangisnya. Aku terdiam. Aku mesti menyampaikan segala alasan. Barangkali ini sekedar alasanku saja. Barangkali ini sekedar kekerasan hatiku saja. Akan tetapi, aku memang benar-benar tak bisa menerima. Kelas yang selama ini kurasa tidak ada masalah, kenapa di akhir tahun tahun pelajaran ini mencoreng arang?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Aku tahu. Aku menghargai usaha kalian. Tapi, cobalah kalian mengerti. Kelas kalian ini bagiku tak pernah ada masalah yang cukup menggangguku. Tapi kenapa hampir selesai dan tinggal satu minggu saja, sikap kalian bisa serti itu? Seingatku, hanya kelas kalian ini yang justru paling lengkap jumlah jam tatap mukaku dengan kalian dibandingkan kelas lain. Sayangnya kalian seolah-olah tidak menganggap perlu."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Ya, kami salah, Bro. Tadi kami ngobrol."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Itu aku telah tahu. Masalahnya, ini tak cukup hanya dengan cara kalian ini. Aku paham maksud kalian membantu kawan-kawan lain dengan datang kepadaku dan meminta maaf padaku. Tapi, coba nanti  kalian lihat, apakah usaha kalian ini bagi mereka memiliki makna? Apa mereka, paling tidak dengan sikap, mereka mau menunjukkan terima kasih kepada kalian yang telah menemuiku dan mewakili mereka untuk meminta maaf?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Terus, Bro memang tak ingin mengajar kami lagi?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Seperti kata-kataku tadi. Lebih baik kalian belajar sendiri saja. Hari Jumat depan, aku hanya ingin meminta tugas yang mesti kalian kumpulkan. Selebihnya, silakan kalian belajar sendiri."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Ya sudah kalau itu yang Bro inginkan. Kami tak bisa maksa. Kami hanya ingin Bro mengajar kami," sahut Hellen yang suaranya berjibaku dengan isaknya yang mendera.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Aku menghela nafas. Diam. Isak tangis mereka masih terdengar. Manusia apa aku ini, kok tidak luluh juga dengan upaya murid-murid itu. Mereka membuang rasa malu mereka dan terpaksa harus meledakkan perasaan dengan isakan tangis yang tak kunjung berhenti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Sudahlah. Tak perlu menangis lagi. Sudah selesai. Tidak apa-apa. Kalian boleh pulang sekarang. Lihat, sudah tidak ada kawan-kawan lain. Sekolah sudah sepi," kataku memecah kebekuan. Aku tak tahu lagi, hal apa yang bisa kusampaikan kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Tapi Bro belum janji mau masuk kelas kami," kata Riestia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Ya, nanti melihat keadaan. Aku masih akan meminta tugas dari kelas kalian. Begitu, ya? Sekarang kalian boleh pulang." Aku bangkit dari kursiku dan mereka pun bergegas melangkah ke luar ruanganku. Sisa-sisa isak tangis itu masih terdengar. Sambil berjalan, tangan mereka sibuk menyeka air mata yang belum mengering di kelopak mata dan bersimbah di pipi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Kuantar mereka sampai di pintu. Sekali lagi kupesankan agar tak lagi memikirkan hal ini lagi. Kuanggap semuanya telah selesai. Ketika mereka hilang di balik pintu gerbang, aku berjalan ke arah ruang Tata Usaha. Ada sedikit urusan dengan Pak Marijo, karyawan TU sekolah kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small; "&gt;Mengingat air mata mereka itu, aku serasa ditampar berkali-kali. Apa yang bisa aku lakukan sebagai guru? Terlebih, dengan kejadian ini, aku merasa tak bisa mengatasi suatu persoalan di kelas yang sebenarnya hal sepele. Murid berbicara dengan kawan dan tak mendengarkan guru menjelaskan. Itu kan hal yang umum terjadi? Terlebih, jika penjelasan guru tak mengena pada hati mereka, tentu mereka akan mengalihkan perhatian pada aktivitas lain. Mengapa aku bisa menjadi begini kalut? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Kalau dipikirkan lebih mendalam, tindakan yang dilakukan oleh murid-muridku itu benar-benar upaya yang jempolan. Jujur saja, seusia mereka ini, aku yakin tak memiliki keberanian untuk menghadap guru dan mengakui kesalahan. Mungkin aku dan teman-teman waktu itu hanya akan diam saat kena marah dan tak menyadari bahwa kami tak berusaha berubah lebih baik. Akan tetapi, mereka ini memiliki keberanian untuk datang dan meminta maaf. Tak hanya ucapan semata. Tangisan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Ah, rasa-rasanya aku sungguh melukai hati mereka. Mungkin benar kata-kataku bahwa tangis mereka ini tak berarti apa-apa untuk kawan-kawan yang lain. Mungkin kawan-kawan yang lain itu sikapnya masih seperti diriku yang pengecut dan tak mengakui kesalahan. Namun demikian, mereka ini telah diwakili oleh tiga orang siswi yang dengan upaya sendiri rela datang kepadaku, meminta maaf dengan disertai tangisan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Masih memiliki jiwa welas asihkan aku, dengan membiarkan tangis mereka pecah membuncah dan berhamburan di pipi-pipi mereka? Masih memiliki maknakah aku sebagai pendidik jika aku tak bisa memberikan sikap yang tepat di hadapan mereka. Marah. Diam. Tak menegur. Kemudian meninggalkan kelas dan tak mau mengajar murid-murid itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Itukah tindakah seorang guru? Pendidik? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Kadang terselip rasa jengah, bosan, putus asa. Aku ingin mengakhiri tugasku yang tak bisa menunjukkan jiwa sebagai pendidik ini. Aku ingin mengucapkan selamat tinggal pada hiruk pikuknya dunia sekolah. Hiruk pikuknya kelas. Gelak tawanya orang muda dengan jiwa mudanya yang sulit ditebak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Diam dan berhenti. Aku ingin berhenti dan kemudian menyepi di tepi sungai. Di sebuah lembah sunyi dan hanya suara gemericik air sungai serta kicauan burung yang menemani. Kemudian, mati dengan tenang. Entah diketahui orang atau tidak tak perlu kucemaskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"&lt;i&gt;Msh marah dg kmi? Bro prnh ksih semngat aq bwt gak putus asa &amp;amp; slalu blajr brani bicara d dpn umum. Tapi knapa Bro mlah b'sikap ptus asa kaya' gini&lt;/i&gt;?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Aku tercekat. Pesan singkat itu kuterima beberapa waktu lalu dari salah satu muridku. Tamparan itu datang lagi. Kini semakin pedas di pipiku sendiri. Sekarang, apa yang musti aku lakukan? Sebuah persimpangan ada di depanku! &lt;i&gt;(tamat) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5897676585391385822?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5897676585391385822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5897676585391385822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5897676585391385822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5897676585391385822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2011/08/air-mata-sahabat-mudaku-2.html' title='Air Mata Sahabat Mudaku-2'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5196792432740483510</id><published>2011-06-18T05:31:00.000-07:00</published><updated>2011-06-23T08:43:59.029-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suport hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Aku Bangga Kalian</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Udara panas bulan Mei masih menggeliat di sekitarku. Ketika itu, aku masih sibuk mengoreksi lembar-lembar kertas hasil ulangan murid-murid. Ketika aku masih mengoreksi kertas-kertas itu, sebuah ketukan di pintu terdengar di telingaku. Kuhentikan pekerjaanku dan kulihat ke arah pintu. Hendry dan Eko bergegas masuk ke ruanganku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Ada apa?" tanyaku sambil melihat wajah dua muridku itu. Hendri sang ketua kelas tampak malu-malu hendak menyampaikan sesuatu kepadaku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Gini, Bro. Kelas X G akan rekreasi bersama nanti sebelum kenaikan," kata Hendry segan-segan. Aku hanya tersenyum. Kegiatan rekreasi bersama seperti ini kadang menjadi kehendak beberapa kelas sebelum kenaikan. Maklumlah, mereka merasa bahwa kebersamaan selama dua semester bisa jadi akan berubah karena terpisah dengan kelas yang berbeda di kelas XI nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Sudah dipikirkan belum? Acaranya apa? Pengeluarannya bagaimana? Jangan sampai memberatkan nanti," sahutku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Kami iuran, Bro. Jadi sejak sekarang kami sudah mengumpulkan uangnya," kata Eko.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Rencananya, kami nanti rekreasi ke pantai," tambah Hendry.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Kalian kan banyak. Berangkatnya dipikirkan juga," timpalku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Ya, rencananya kami menggunakan bus, Bro. Makanya, kami iuran dari sekarang."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Yang penting direncanakan sungguh-sungguh. Tapi, kalau rencana kalian nanti tidak disetujui Kepala Sekolah, jangan kecewa. Maka, selain saya sebagai wali kelas, kalian nanti tetap menyampaikan kepada Kepala Sekolah," tambahku sedikit panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Baik, Bro. Nanti kami rencanakan dengan kawan-kawan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Baiklah. Yang penting jangan memberatkan kalian."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Ya, Bro. Terima kasih. Kami kembali ke kelas." Kedua muridku itu kemudian meninggalkan ruanganku. Aku mengangguk dan melanjutkan kegiatanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rupanya, rencana itu memang mereka rencanakan. Dari beberapa murid lain, aku mendengar bahwa mereka memang ingin rekreasi sebelum penerimaan raport. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Juni, ujian akhir semester usai. Sekolah sibuk dengan pengolahan nilai raport para murid. Aku pun hanyut dalam kesibukan pengolahan nilai yang selalu menjadi pekerjaan lemburanku dan juga rekan-rekan guru yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seperti siang-siang yang sama, siang itu aku juga tengah sibuk mengolah nilai mata pelajaran yang kuampu. Saat itulah, Ance dan Netty, dua muridku yang lain mengetuk pintu dan masuk ke ruanganku. Tak seperti Hendry dan Eko yang langsung menuju ke tempat dudukku, Ance dan Netty malah saling dorong untuk datang ke tempatku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Ada apa ini?" sapaku terlebih dahulu. Kuhentikan pekerjaanku dan melihat ke arah mereka. Dengan sambil tetap mengumpulkan keberanian, (ah, apa mereka ketakutan? tidak juga. hanya malu-malu) mereka berdua kemudian datang ke tempatku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Bro, gini...kami mau rekreasi ke Pantai Pulau Datok. Bisa menemani?" Ance memulai perbincangan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Oh, rencana rekreasi itu jadi?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Iya. Kami sudah menyiapkan. Bro ikut, ya? Kan wali kelas memang kami minta," tambah Netty.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Wah, kalau aku tak ada kegiatan lain, bisa ikut. Tapi kalau ada, ya...tidak bisa ikut," sahutku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Yaa, ikutlah, Bro. Nanti tidak ada yang menemani kami. Bro kan wali kelas kami."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Usahakanlah, Bro."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Baik. Nanti aku pertimbangkan. Yang penting, saya tidak hanya ingin pergi sendiri. Kalau bisa, ada guru lain yang menyertai."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Ada kok. Kelas lain kan juga ada rencana ke sana dengan ditemani wali kelas."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Baiklah. Yang penting, rencana ini mesti dimatangkan. Tidak asal pergi." Mereka mengiyakan dan kemudian meninggalkan ruanganku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tak mudah memang membuat sebuah rencana yang dilandasi dengan kebersamaan. Akan tetapi aku menyadari bahwa mereka mau melakukan banyak hal karena dilandasi suatu kehendak yang menyenangkan. Wajar saja karena mereka masih remaja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Meski demikian, aku ingat benar bahwa membentuk kebersamaan di awal perjumpaan dengan mereka bukanlah hal yang mudah. Murid-muridku di kelas XG berasal dari berbagai sekolah dengan latar belakang hasil pendidikan yang sangat beragam. Inilah hal yang selalu "berat" di awal semester jika harus memegang kelas X. Seakan-akan, di kelas X ini segala hal akan diolah dan dibentuk. Di kelas X inilah yang menjadi dasar di kelas berikutnya, kualitas murid itu akan tampak. Mutu tak selamanya dilihat dari hasil akademik yang mereka raih. Mutu juga akan terlihat bagaimana mereka berproses dalam kebersamaan dan menyusun suatu rencana, meski rencana itu dilandasi rasa kesenangan belaka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku percaya bahwa dihadapkan pada suatu masalah tertentu, seseorang pun akan digiring kepada suatu pemecahan. Seperti juga yang terjadi pada murid-muridku itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rencana itu telah mereka persiapkan. Mereka telah mengumpulkan uang jajan mereka sedikit demi sedikit. Mereka telah menyampaikan rencana itu pada orang yang dianggap sebagai wakil orang tua. Mereka sudah memberanikan diri untuk mendiskusikan dengan wali kelasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Akan tetapi, kendala itu pun ternyata mereka hadapi. Satu kendala yang disampaikan kepadaku adalah sarana transportasi. Banyak pihak, termasuk kelas lain, yang memesan bus. Ini pulalah yang membuat murid-muridku pun terpaksa pontang-panting. Bus pesanan mereka, telah diambil oleh pemesan lain. Anak yang bertugas mencari bus mengatakan kalau pemesan itu berani membayar lebih mahal lagi. Ah, inilah sebuah pembelajaran bagi mereka. Siapa yang memiliki lebih banyak, itulah yang mendapat. Akan tetapi, murid-muridku jauh lebih memiliki daya. Meski mereka harus kalah, ternyata mereka masih memiliki usaha untuk mendapatkan pengganti. Kekalahan yang menyakitkan. Sama seperti situasiasi saat ini. Siapa yang memiliki banyak uang, dialah yang bisa membeli keadilan. Adilkah jika muridku yang sudah memesan terlebih dahulu, terpaksa gigit jari karena uang panjar mereka ditolak lantaran pihak penyedia layanan sewa kendaraan lebih menunggu pihak lain yang mau membayar lebih mahal?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sampai menjelang malam, mereka masih terus mencari beberapa tempat yang bisa menyewakan kendaraan. Mereka masih mendiskusikan banyak rencana yang lebih matang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 14px; "&gt;Dari segala pengalaman itu, aku sebenarnya ingin memberikan penghargaan pada mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Inilah proses lama yang dulu tak mungkin akan berhasil jika tidak mereka alami dalam keberbedaan selama mereka menjadi satu kelas. Dari latar belakang sekolah dan tempat tinggal yang berbeda, mereka belajar untuk menyatukannya. Tak mudah memang. Perbedaan itu selalu ada. Mereka mengalami itu, entah sadar atau tidak, dan terus mengikuti dalam proses pembelajaran selama dua semester tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tak ada yang bisa kukatakan kecuali rasa bangga. Kebanggaan ini bukan karena aku merasa berhasil mendampingi mereka. Aku lebih merasa bangga bahwa mereka akhirnya bisa melewati proses kebersamaan dalam pembelajaran itu dan menemukan banyak pelajaran bagi mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tak berlebihan jika aku ingin menyampaikan hal ini. Berproses itu tak gampang. Aku pun setiap saat selalu ada dalam situas tersebut. Bersama mereka ini pun aku berproses. Proses yang masih belum jelas akan berbuah seperti apa. Akan tetapi, melihat mereka itu, aku selalu mendapat harapan bahwa proses tersebut akan membuahkan nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi, mereka tak akan bersama dalam satu kelas. Mereka akan membentuk komunitas baru di kelas yang baru dengan tuntutan dan tantangan yang baru. Aku hanya berharap pembelajaran di kelas X ini nanti dapat menjadi bekal di kelas berikutnya. Semoga mereka masih tetap bertahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku bangga pada kalian. Aku mencintai kalian. Meski aku lebih sering bersikap bukan sebagai seseorang yang pantas membimbing kalian. Aku benar-benar bangga kepada kalian. Berkembanglah terus meraih asa di masa depan, Nak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5196792432740483510?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5196792432740483510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5196792432740483510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5196792432740483510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5196792432740483510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2011/06/aku-bangga-kalian.html' title='Aku Bangga Kalian'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5133002741436433293</id><published>2011-06-04T04:19:00.000-07:00</published><updated>2011-06-04T06:24:50.624-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='protes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman buruk'/><title type='text'>Air Mata Sahabat Mudaku-1</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Apa yang bisa kubanggakan? &lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Itulah pertanyaan kekecewaan yang mengikutiku di hari Rabu, hari pertama di bulan Juni ini. Sebuah peristiwa yang benar-benar membuatku serasa ingin mengutuki bahwa aku bukanlah orang yang pantas menjadi mengajar, apalagi sebagai mendidik. Jauh sekali dari kesan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Dua jam terakhir, aku memasuki kelas yang saat itu hendak kuajar. Kelas ini, selama aku mengajar, belum pernah "bermasalah" dengan diriku. Ada satu kejadian, namun masih merupakan hal yang wajar dan masih bisa kuatasi. Akan tetapi, entah mengapa, peristiwa yang tak menyenangkan terjadi di kelas ini. Terlebih, ini adalah minggu-minggu terakhir aku mengajar kelas ini karena minggu berikutnya sudah memasuki masa ujian akhir semester.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Sehari sebelumnya, Selasa, murid kelas ini sudah kuminta untuk mengumpulkan tugas dariku. Tugas tersebut telah kuberikan satu minggu yang lalu. Hari itu, aku bermaksud mengumpulkan tugas itu. Begitu masuk kelas, aku menyampaikan kepada mereka untuk menyiapkan tugas yang musti dikumpulkan. Sayangnya, separo lebih murid ternyata salah di dalam mengerjakan tugas. Ketika kertas demi kertas kuperiksa, aku merasa kecewa. Beberapa murid kupanggil ke depan dan kutanya tentang perintah atau instruksi yang kuberikan kepada mereka. Ternyata, tak ada kesamaan jawaban. Tak ada! Maka, aku memutuskan bahwa bagi murid yang salah mengerjakan tugas, mereka wajib mengganti tugas baru yang bahannya hendak kubagikan hari itu. Sedangkan murid yang benar mengerjakan tugas itu, mereka lolos dan kuanggap memenuhi tugas dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Inilah titik awal "bencana" pada diriku di hari Rabu itu. Mungkin salah mereka, mungkin bukan salah mereka. Aku yang bersalah. Bisa jadi! Aku yang tidak dapat menjelaskan tugas itu kepada mereka, sehingga mereka tak mampu mengerjakan sesuai permintaanku. Permintaanku! Berarti mereka mengerjakan tugas tersebut sesuai dengan kekuasaanku. Benar kan? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Rabu siang itu, aku masuk ke kelas itu lagi. Sesuai dengan "kuasaku", aku kemudian mengundi tugas untuk murid-murid yang harus mengganti tugas mereka. Setelah masing-masing murid mendapatkan undian tugas, barulah aku menjelaskan tugas tersebut kepada mereka. Sampai di sini, tak ada masalah. Aku memberikan penjelasan kembali agar mereka tidak keliru. Mereka kuberi kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal teknis berkaitan dengan tugas mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Ketika tak ada lagi yang bertanya, barulah aku menjelaskan materi-materi yang nantinya memperkaya mereka di dalam mengerjakan tugas mandiri. Selama proses itulah, menit demi menit aku merasakan suasana yang berbeda. Murid-murid yang biasanya bisa berkonsentrasi (konsentrasi atau terpaksa?) mendengarkan penjelasanku, siang itu tidaklah demikian. Di sudut sana, dua murid berbincang. Di sebelah sini, dua murid berbisik-bisik. Di sana, seorang murid sibuk dengan sesuatu di tangannya. Di situ, sono, sana, sini, hampir semua sudut, tampak murid berbincang. Tak ada yang peduli dengan aku! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Aku diam. Ingatan tentang kejadian sehari bahwa mereka keliru mengerjakan tugas itu terbayang lagi. Rahangku terkatup. Aku menahan diri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Kemudian aku melangkah ke meja guru dan duduk. Kutunggu beberapa saat, namun suara dengungan bagai lebah itu masih menggema di kelas dan  diseling suara "sstttt" dari beberapa murid yang mulai menyadari situasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Kuraih buku jurnal kelas dan kutandatangani. Kulirik arlojiku. Waktu mengajar jam terakhir ini masih menyisakan waktu 45 menit. Masih cukup lama, pikirku. Entahlah, perasaan kecewa, jengkel, tak mampu apa-apa, menyusup ke ruang dadaku. Terasa sesak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Kutata buku catatanku di meja. Dengan pelan, tanpa berkata, aku keluar kelas. Senyap. Aku melangkah di koridor sekolah. Gagal lagi, gagal lagi. Perasaan itulah yang kuat kurasakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Aku masuk ke ruanganku dan mulai mengerjakan tugas lain yang masih tersisa juga. Daripada omonganku tak mereka pedulikan, lebih baik aku mengerjakan tugas yang masih menumpuk ini. Harus membereskan administrasi pembelajaran, mengoreksi tugas, dan seabrek tugas lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Beberapa saat, kudengar ketukan di pintu. Beberapa murid sudah berdiri di sana dan siap masuk ke ruanganku. Aku sudah menduga, mereka adalah murid-murid yang datang dari kelas yang baru saja kuajar tadi. Pelan-pelan mereka masuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Bro, maafkan kami. Kami tadi ribut. Kami mohon Bro mengajar di kelas lagi," kata salah seorang murid perempuan berambut panjang yang diikat di belakang, Lyanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Iya, kami tahu, kami yang salah," sambung seorang murid perempuan gemuk murah senyum, Inez.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Kami harap Bro ngajar lagi sekarang," tambah sang ketua kelas, Hansen. Aku masih terdiam. Kubiarkan mereka menyampaikan keinginannya. Ketika tak ada lagi yang berbicara, aku mulai bicara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Sudah? Kalian sudah selesai bicara?" tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Bro, jangan gitu. Masuk kelas lagi, ya?" sahut seorang murid berkacamata, Hellen. Kawan-kawannya yang lain pun menimpali. Aku menghela nafas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Kalau kalian sudah selesai berbicara, silakan masuk kelas," sahutku. Mereka masih tetap memintaku untuk masuk kelas lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Tidak," jawabku,"kalian sudah ada bahan yang bisa dipakai untuk belajar."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Tapi kalau tidak diajari, nanti salah. Sedang kami diajari saja masih salah," sahut Lyanti yang memang paling banyak berbicara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Sudahlah. Masuk kelas sekarang," kataku tegas. Mereka berjalan keluar ruangan. Aku pun melanjutkan lagi membuka file pekerjaan di laptopku. Belum sempat aku membuka file yang ingin kukerjakan, pintu ruangan terdengar diketuk kembali. Mereka datang lagi. Lyanti, Hellen, dan sang juara kelas, Riestia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Broo....masuk kelas, ya?" suara Riestia mengawali kawan-kawannya. Kulirik wajah dengan pipi bulat itu masih menyisakan senyuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Lho, kan tadi sudah kukatakan, tidak. Silakan kalian belajar lagi," sahutku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Yaaah, kami jadi merasa bersalah. Kami tadi memang tidak memperhatikan ketika Bro menjelaskan. Tapi, kami ingin Bro mengajar lagi," tambah Lyanti yang sejak awal paling keras untuk memintaku untuk masuk kelas. Pintar dan keras! Itulah yang kukenal tentang dia. Hellen masih belum berucap. Justru Riestia yang kembali berbicara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Jangan gitulah Bro. Masuk kelas, ya," mintanya pelan. Anak ini memang tak pandai berkata-kata banyak, namun otaknya yang encer mampu menutupi kekurangannya ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Sudahlah, hari ini aku tidak masuk kelas. Termasuk nanti hari Jumat," kataku cepat. Mataku yang menatap file pekerjaan di laptop semakin menambah galau perasaan. Pekerjaan yang harus selesai kukerjaan secepatnya dan ditambah lagi dengan keributan di kelas mereka ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Waaah, jangan! Masa Jumat juga tidak masuk," sahut Lyanti. Aku tidak mampu menahan senyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Ihh, Bro bikin kami takut. Jangan marahlah," tambah Hellen. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Hmm, gini aja. Bahan sudah ada di tangan kalian. Kalian bisa belajar sendiri. Jumat besok aku hanya ingin mengumpulkan tugas. Gitu ya? Jelas?" sahutku. Huh, aku ini memang kepala batu! Tak bergeming meski yang datang adalah murid-murid terbaik di kelas itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Lyanti dan Riestia hanya berpandangan saja. Bayangan kelegaan yang tadi sempat menyelinap di wajah mereka, hilang kembali. Senyumku tadi, rupanya bukan akhir dari semuanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Senyap. Tak ada lagi suara. Tiba-tiba bel jam terakhir berbunyi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;"Sudahlah, kembali ke kelas. Hari ini 'kan kalian piket kebersihan kelas," kataku. Mereka meninggalkan ruanganku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Aku menghela nafas. File yang baru saja kubuka kututup lagi. Aku ingin cepat-cepat pulang. Sesak, jenuh, membosankan! Tiba-tiba, pintu ruanganku diketuk kembali. &lt;i&gt;(bersambung) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5133002741436433293?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5133002741436433293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5133002741436433293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5133002741436433293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5133002741436433293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2011/06/air-mata-sahabat-mudaku-1.html' title='Air Mata Sahabat Mudaku-1'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-2651688645686384841</id><published>2011-04-19T09:57:00.001-07:00</published><updated>2011-04-19T10:23:45.200-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Peri Kecil, Izinkan Aku...</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Entahlah! Aku begitu menyukai wajahnya. Wajahnya yang bulat seakan memberikan kesan wajah anak-anak yang tanpa salah. Terlebih, aku suka pada kedua pipinya yang meranum, menyerupai buah apel segar kemerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku menjadi Kevin, akan kugambar wajah bulat kemerahan itu di sampul bukuku atau di buku gambarku. Jika aku menjadi Hilda, akan kutorehkan puisi-puisi kekagumanku di lembaran-lembaran buku harianku. Jika aku menjadi Pania, akan kudendangkan lagu-lagu bernuansa cinta setiap saat. Jika aku menjadi Pak Amir, akan kuciptakan melodi indah yang menyentuh kalbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun...&lt;br /&gt;Aku bukan mereka yang bisa menggambar, berpuisi, bernyanyi, atau bermelodi.&lt;br /&gt;Aku hanyalah aku yang bisa menyukai wajah bulat dengan kedua pipi kemerahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, aku menorehkan rasa-rasaku itu di halaman ini dengan segala ungkapan yang terbatas. Kurangkai kata demi kata dengan desakan rasa yang serba terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, seandainya aku bisa...&lt;br /&gt;Akan kugambar dia layaknya Peri Kecil yang terbang dengan sayap mungilnya&lt;br /&gt;Akan kupuisikan dia layaknya Peri Kecil yang tersenyum ramah pada hewan-hewan di hutan kecil&lt;br /&gt;Akan kunyanyikan dia sebuah lagu di antara rerimbunan pohon bunga melati&lt;br /&gt;Akan kurangkai nada-nada menyentuh hati layaknya Daud merangkai Mazmur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang...&lt;br /&gt;Aku hanyalah aku&lt;br /&gt;Yang hanya bisa memanggil "Peri Kecil" tanpa suara&lt;br /&gt;Yang hanya bisa berbisik tanpa suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Peri Kecil, izinkan aku menyentuh kedua pipi ranummu itu sebelum ajal menjemputku..."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-2651688645686384841?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/2651688645686384841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=2651688645686384841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/2651688645686384841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/2651688645686384841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2011/04/peri-kecil-izinkan-aku.html' title='Peri Kecil, Izinkan Aku...'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-4513714822801860210</id><published>2011-03-30T06:21:00.000-07:00</published><updated>2011-03-30T06:23:56.751-07:00</updated><title type='text'>Sate</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" jsid="text"&gt;&lt;div id="id_4d932d7f480650950094805" class="text_exposed_root text_exposed"&gt;Cak Jo berjalan keliling&lt;br /&gt;Di pundaknya terpikul dua bakul&lt;br /&gt;Satu bakul berisi pemanggang&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Satu bakul berisi irisan daging&lt;br /&gt;Cak Jo berjalan keliling&lt;br /&gt;Menjajakan sate dari kampung ke kampung&lt;br /&gt;Memang,&lt;br /&gt;Cak Jo penjual sate madura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tee....Satee....!"&lt;br /&gt;Teriaknya setiap lewat di depan rumah, di kerumunan orang, di perempatan, di lapangan, di bawah pohon, di depan toko&lt;br /&gt;Di mana dia ada, Cak Jo berteriak!&lt;br /&gt;"Tee....Satee...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sate Cak Jo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itu yang tertulis di sisi bakulnya&lt;br /&gt;Sate ayam, ada&lt;br /&gt;Sate kambing, ada&lt;br /&gt;Kalau sate yang lain?&lt;br /&gt;Janganlah ditanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dia!&lt;br /&gt;Cak Jo lewat di depan lapangan kampung&lt;br /&gt;Tetapi, kenapa tak membawa pikulan satenya, Cak?&lt;br /&gt;"Sate beserta pikulannya sudah laku dibeli orang, Dik," jawabnya.&lt;br /&gt;"Lho? Terus, Cak Jo gimana?"&lt;br /&gt;"He...he...he...! Aku tak mau jual te-sate lagi, takhiye!"&lt;br /&gt;"Lho? Terus, Cak Jo mau apa?"&lt;br /&gt;"He...he...he...! Aku mau kerja di penambangan! Biar kaya! Biar bisa beli mobil! Biar bisa beli hape! Biar bisa beli rumah gede!"&lt;br /&gt;"Lho? Cak Jo kerja di mana itu?"&lt;br /&gt;"Timah hitam, Dik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooo...Cak, Cak!&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;&lt;span class="text_exposed_link"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;abbr style="font-family: trebuchet ms;" title="22 Desember 2010 jam 19:52" date="Wed, 22 Dec 2010 05:52:57 -0800"&gt;22 Desember 2010&lt;/abbr&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-4513714822801860210?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/4513714822801860210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=4513714822801860210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4513714822801860210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4513714822801860210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2011/03/sate.html' title='Sate'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-3945502550898834999</id><published>2011-03-30T06:14:00.000-07:00</published><updated>2011-03-30T06:17:27.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Bakmi Goreng</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" jsid="text"&gt;&lt;div id="id_4d932bc7956f80630450022" class="text_exposed_root text_exposed"&gt;Adem, adem! Hawane adem! Wetenge ngelih! Dingin, dingin! Udara dingin, perut lapar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berpikir&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Jika lapar, lebih baik makan!&lt;br /&gt;Tapi, kalau sedang lapar yang lewat gerobak bakmi goreng Bang Jo?&lt;br /&gt;Ya, terus beli saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha...ha...ha...!&lt;br /&gt;Bang Jo selalu tertawa sambil mendorong gerobaknya!&lt;br /&gt;"Laku satu piring disyukuri, laku sepuluh piring disyukuri, Dik"&lt;br /&gt;Begitu katanya setiap kutanya, "Laku berapa, Bang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakmi goreng Bang Jo&lt;br /&gt;Terkenal karena halal!&lt;br /&gt;Bener-bener halal!&lt;br /&gt;Ayamnya, ayam kampung tulen! Asli ayam kampung! Wong aku yang nyediain ayamnya!&lt;br /&gt;Tepung terigunya, terigu asli bikinan mamakku! Terigu tangan wong cilik!&lt;br /&gt;Beli bumbunya, dari Pasar Sentap! Ke tempat Makayu Markonah! Asli Madura yang merantau ke Ketapang!&lt;br /&gt;He...he...he...!&lt;br /&gt;Bang Jo selalu tertawa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidup itu indah, kok Dik, jika disyukuri."&lt;br /&gt;Maka, meski biaya gas tinggi, Bang Jo tetap tertawa&lt;br /&gt;Meski, biaya sekolah Trindil dan Mindil, kedua anaknya, tinggi, Bang Jo tetap tertawa&lt;br /&gt;Meski, rumah kontrakannya di jalan Matan setiap pasang tergenang air, Bang Jo tetap tertawa&lt;br /&gt;Meski, kampungnya di hulu sana telah berubah jadi kebun sawit, Bang Jo tetap tertawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang membuat Bang Jo sedih apa e?"&lt;br /&gt;"Tadak mah! Hidup te ndak perlu dibikin sedih akh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru aku yang sedih&lt;br /&gt;Ketika tak lagi bisa menikmati Bakmi Goreng Bang Jo&lt;br /&gt;Ketika Bang Jo meninggal mendadak&lt;br /&gt;Kena malaria yang terlambat dibawa ke rumah sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mane kami ada biaya lah, Dik."&lt;br /&gt;Bisik istri Bang Jo di sela tangisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohh...&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;&lt;span class="text_exposed_link"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;abbr style="font-family: trebuchet ms;" title="22 Desember 2010 jam 20:15" date="Wed, 22 Dec 2010 06:15:32 -0800"&gt;22 Desember 2010&lt;/abbr&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-3945502550898834999?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/3945502550898834999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=3945502550898834999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3945502550898834999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3945502550898834999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2011/03/bakmi-goreng.html' title='Bakmi Goreng'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-6825430604635264644</id><published>2011-02-18T06:46:00.000-08:00</published><updated>2011-03-30T06:41:44.466-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='protes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Bro Masih Marah?</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:donotoptimizeforbrowser/&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;"Bro masih marah, ya?" Pertanyaan itu terlontar spontan dari mulut salah satu sahabat mudaku. Terhenyak...&lt;br /&gt;"Marah? Dengan siapa?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Iya. Marah dengan kami," jawabnya.&lt;br /&gt;"Oh! Iya! Aku masih marah," sahutku sambil berlalu dari depannya. Kemudian, seperti dengungan lebah karena di situ juga banyak kawan-kawannya, aku seperti mendengar ucapan, "Yaaaahhhhh......." Aku tetap berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan spontan sahabat mudaku itu masih saja mengikuti. Aku marah? Masih marah? Mengapa masih marah? Benarkah aku masih marah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur sajalah, bukan perasaan marah yang sebenarnya masih ada. Kecewa! Kecewa dan sedih. Kecewa karena aku tak tahu bagaimana mendampingi mereka itu. Sedih karena maksud baikku itu seperti "tersia-siakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukan berarti bahwa aku tidak menyadari siapa mereka dan siapa aku. Aku tahu, mereka adalah sosok-sosok muda yang masih mencari identitas. Sosok-sosok yang perlu didampingi. Masalahnya, mengapa aku tidak tahu cara yang tepat untuk bisa mendampingi mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnyalah, aku "muak" dengan berbagai metode pembelajaran yang sudah aku baca dan harus selalu aku kuasai. Metode itu memang memperlancar dalam upaya penyampaian bahan atau materi di kelas. Akan tetapi, aku benar-benar tak bisa menemukan bagaimana kaitan metode itu dengan perasaan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mereka sedang mengalami situasi patah semangat, bisakan salah satu cara pembelajaran itu kuterapkan? Mungkin ada yang bisa menjawab: Bisa! Nah, bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, catatan ini lebih pada cetusan perasaan ketika aku kembali dihadapkan pada realitas. Hal yang aku pelajari, aku baca, ternyata tak sepenuhnya bisa diterapkan dalam hidup senyatanya ketika aku sudah benar-benar berdiri di hadapan sosok-sosok muda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku sedih! Benar-benar sedih! Tak tahu dengan cara bagaimana aku bisa "melayani" sosok-sosok muda itu untuk belajar. Kalau aku berdiri di pihak mereka, rasanya tak mampu aku menjadi orang yang harus menguasai sekian banyak materi dengan tuntutan yang bermacam-macam yang berbeda-beda pula. Namun demikian, aku pun pernah seperti mereka. Aku pernah menjadi sosok-sosok goblok di masa sekolah yang bisanya hanya membuat ribut di kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, langkah awal yang tidak terlalu bijak untuk diriku adalah mengikuti ke mana arah mata angin sosok-sosok muda itu berhembus. Kemudian berusaha mengenali kapan desaunya sejuk dan kapan desaunya bagai topan. Barangkali, aku hanya mampu meraba dengan tongkat pengetahuanku yang pendek ini agar bisa merasakan kapan mereka mengatakan siap dan kapan mereka bilang tak mau. Barangkali, hanya bisa membuka telinga pada saat mereka mengadu tentang sulitnya pelajaran-pejaran lain yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau....lebih baik aku mengandalkan mukjizat yang datang daripada-Nya?         &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-6825430604635264644?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/6825430604635264644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=6825430604635264644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/6825430604635264644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/6825430604635264644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2011/02/bro-masih-marah.html' title='Bro Masih Marah?'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-2968937623926999269</id><published>2011-01-18T04:52:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T05:18:28.984-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita pendek'/><title type='text'>Mengelupas Kenangan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Tahu mengelupas 'kan? Kalau ada tambalan di pipi karena kena jerawat, trus kita ambil. Naa, itu mengelupas. Tapi, kalau mengelupas kenangan, gimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Itulah yang sedang saya coba lakukan dengan kawan-kawan muda saya di kelas. Saya meminta mereka untuk menceritakan kembali pengalaman selama ini. Pengalaman liburan, boleh. Pengalaman masa sekolah, boleh. Pengalaman masuk sekolah, boleh. Pengalaman masa kecil, boleh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Bercerita itu harus bagus. Kalau tidak bagus, orang lain tentu tak akan dapat menangkap isi cerita. Jelas itu! Oleh karena itu, saya selalu menyampaikan kepada mereka, ceritakanlah dengan baik. Kriteria cerita baik? Ya, alurnya runtut, jelas, kronologis. Terus, kalau disampaikan lisan, suaranya musti yang keras. Ekspresinya pun tampak. Kalau hendak menekankan sesuatu, tampakkan dengan gerakan anggota badan dan mimik wajah yang tepat. Itu baru bercerita. Kalau hendak disampaikan secara tertulis, tulisan musti yang siip! Sip itu bisa tulisannya tidak seperti cakar ayam. Susunan kalimatnya pun yang tepat. Gimana, ya? Yaaa, gitu deh! Pokoknya, gitu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kalau semua syarat terpenuhi, dijamin ceritanya bakal menarik. Bener lho! Banyak yang isinya menarik. Saya sangat suka. Kadang bikin saya tersenyum. Kadang memunculkan ide tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Misalnya, cerita salah satu kawan tentang kegiatan Pramuka. Runtut ceritanya. Mudah ditangkap. Cerita ini menumbuhkan ide untuk mendokumentasikan rekaman video kegiatan ekstra Pramuka. Sebenarnya, rekaman tahun lalu masih ada. Hanya belum diedit dengan baik. Nah, cerita ini memunculkan ide jalan cerita video yang sempat macet itu. Juga, cerita ini bisa sebagai narasi yang bagus. Tak harus sempurna. Paling tidak, yang diceritakan itu adalah murni buatan kawan muda saya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Cerita lain yang membikin geli adalah pengalaman masa kecil kawan muda saya ini. Pengalaman masa sekolah dasar. Dia bisa bercerita tentang kenakalannya ketika harus mengikuti pelajaran di tempat salah seorang guru. Ih, degil! Itu kesan saya! Saya dapat membayangkan dia ini ketika masih kecil bersama kawan-kawannya, ribut di rumah guru itu. Lalu, guru itu marah. Yang menggelikan, dia mengatakan kalau kegiatan selama pelajaran tambahan itu simpel. Guru membuat soal, anak-anak mengerjakan, terus ditinggal tidur. Ha...ha...ha...! Nanti, bangun lagi kalau suara anak-anak itu ribut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ada juga cerita tentang kehidupan di kampungnya. Sebagai anak petani, dia harus turut membantu orang tuanya bekerja di sawah. Dia menjaga sawah di pinggir kampungnya dari serbuan burung pemakan padi. Susana kampung yang aman, tenteram, jauh dari kebisingan sangat mudah tertangkap oleh saya. Juga ketika kawan muda ini menceritakan kegemarannya pergi ke hutan untuk mencari berbagai buah hutan. Terasa sekali nuansa alamiahnya. Hutan yang bersahabat. Hutan yang memberikan rasa bahagia bagi manusia yang tinggal bersamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Cerita relasi dengan orang tua pun banyak. Mereka menceritakan pengalaman bekerja dengan orang tuanya dan berlibur dengan orang tuanya. Segalanya bisa tertuang jelas dalam tulisan-tulisan tangan mereka. Ha...ha...! Mengasyikkan sebenarnya. Mau rasanya saya memindahkan beberapa tulisan mereka di blog saya ini. Akan tetapi, apakah mereka memperbolehkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Banyak cerita yang menarik. Cerita-cerita di atas itu sekedar contoh saja. Sebenarnya, kalau kita ini mau dan mampu bercerita tentang pengalaman masa lalu kita, semuanya akan bermakna bagi yang mendengar atau membacanya. Sama seperti ketika saya bisa membaca cerita dari kawan-kawan muda saya itu. Banyak hal bisa saya kagumi pada mereka. Saya masih menunggu cerita-cerita lain yang tentu tidak kalah menariknya dengan yang sudah saya baca. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Inilah yang saya sebut mengelupas kenangan. Tepat atau tidak ungkapan ini, saya kurang tahu. Pada dasarnya, kenangan itu bisa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Semuanya bisa saja kita tambal. Jika suatu saat, kita ingin membuka kenangan itu, tambalan itu tinggal kita kelupas. Apakah tidak akan hilang? Tidak! Kecuali memang yang sudah hilang. Ha...ha...ha...! Mengelupas dengan tuntas, tas, taaaasss! Wah, ini tak ada hubungannya dengan kenangan.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-2968937623926999269?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/2968937623926999269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=2968937623926999269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/2968937623926999269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/2968937623926999269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2011/01/mengelupas-kenangan.html' title='Mengelupas Kenangan'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-1534930303068355637</id><published>2011-01-02T06:45:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T07:08:00.738-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Salam di Tahun 2011</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Di awal tahun ini,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; saya hanya ingin menyapa Anda. Barangkali, tak semua dari Anda membaca tulisan saya. Akan tetapi, baik Anda yang sempat tulisan saya atau pun tidak sempat membaca tulisan saya, sekali lag, saya ingin menyapa Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apa rencana Anda di tahun 2011? Ada? Tidak ada? Ah, saya tak ingin menggurui Anda (meskipun saya ini menyandang status guru-beneran) untuk memiliki rencana. Apa pun pilihan Anda. Apa pun keputusan Anda, tahun 2011 sudah berjalan. Siap atau tidak siap, Anda harus menjalani hidup Anda di tahun 2011.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(Lho, kok bahasa saya jadi ketularan Mamang yang ngisi acara "The Golden Ways" itu ya? Sebaiknya saya kembali ke diri saya saja).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apa yang bisa aku kepadamu sebagai sapaan di awal tahun ini? Apa saja pun tak masalah kan? Kamu bisa saja menerima tulisan-tulisanku. Kamu bisa saja tak menerima tulisan-tulisanku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tahun itu akan selalu berjalan. Sama seperti aku yang masih bisa berjalan. Tak akan berhenti. Selama kaki masih bisa digunakan untuk berjalan, yaa...berjalan. Bahkan ketika kakiku (dan juga kakimu) tak bisa bergerak, tahun itu masih bisa berjalan. (Eh, jangan kaitkan dengan kiamat di tahun 2012).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kini dan di sini. Aku selalu ingat kata-kata yang pernah aku dengar beberapa tahun lalu. Kini dan di sini. Ungkapan yang menunjukkan bahwa seseorang itu memang harus bisa menyadari adanya kekinian sebagai pribadi. Pribadi yang tak perlu berpikir tentang masa lalu dan masa depan. Katanya, masa lalu dan masa depan itu juga berasal dari kini dan di sini. Jadi, jadilah manusia yang selalu bersikap riil tentang kini dan di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(Waduuuhh...saya ini nulis apa? Pasti, kawan-kawan muda saya yang usianya masih 14, 15, 16, 17 tahun kurang begitu suka. Waduuuuhhh.... Ya, maaflah! Namanya juga sekedar sapaan. Jadi, apa saja bisa saya sampaikan sebagai sapaan, asal tidak jorok, tabu, fulgar!)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hidupku telah sampai di awal 2011. Sangat mensyukuri bahwa masih bisa menghirup udara tahun 2011. Masih sama sih. Gak beda! Tapi tak usahlah dicari-cari perbedaan itu. Yang penting, sama! Lho, kalau sama, mengapa harus kutulis di sini? Ya, suka-suka aku lah yaaa! Apa saja kan bisa kutulis asal tidak menyinggung perasaan orang lain (yang membaca tulisanku ini).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apalagi yang musti aku sampaikan kepadamu? Tentang rencana? Aku malu sebenarnya kalau membeberkan rencana. Karena itu sama saja dengan mengkhianati kata-kata "kini dan di sini" itu. Lho? Tapi aku toh memang belum mampu memegang kata-kata itu. Lagian, kan sedang berusaha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rencana. Memiliki rencana itu sebenarnya menggairahkan hidup. Terlebih rencana itu terasa matang. Manis. Indah. Siap. Pantas. Tentu saja, juga...hidup! Menjadikan hidup lebih hidup!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ah, sudahlah.... Yang penting aku sudah menyapamu. Lain waktu, aku coba sapa kamu lagi dengan sapaan yang lain lagi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-1534930303068355637?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/1534930303068355637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=1534930303068355637' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1534930303068355637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1534930303068355637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2011/01/salam-di-tahun-2011.html' title='Salam di Tahun 2011'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-6288247460516596762</id><published>2010-09-15T23:59:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T00:56:16.696-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Kev</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Aku mengenalnya satu tahun yang lalu karena dia termasuk salah satu anak didikku. Waktu belum mengenal, kurasa tidak ada yang istimewa dari dirinya. Satu yang masih kuingat, dia sempat kuberi sanksi karena tidak membawa buku pelajaran. Itu awalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Lama kelamaan, ada sesuatu yang menarik perhatianku dari dirinya. Tanpa kusengaja, aku membaca sebuah buku milik salah satu kawannya. Di salah satu buku itu, terselip sebuah gambar tangan yang sangat bagus. Gambar Legolas, tokoh peri dalam serial buku "The Lord of The Ring". Benar-benar indah! Ketika kutanya pada kawannya itu, dia memberi tahu kalau gambar itu hasil buah tangan si Kev! Aha, spontan ada ide yang memantik keluar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Di waktu yang lain, aku berbincang-bincang dengan salah guru. Guru itu adalah mantan guru si Kev di SMP. Saat berbincang di kantornya, tanpa kusengaja aku melihat gambar tangan terselip di balik kaca bening di meja kerjanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;"Wah, gambarnya bagus, Pak. Gambar ini mirip, Bapak. Siapa yang menggambar?" tanyaku pada rekan guru itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;"Oh, ini kalau tak salah, yang menggambar Kev," jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;"Kev yang sekarang murid saya?" tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;"Iya, benar!" sahutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Aha! Pantikan ide spontan yang dulu sempat muncul di benakku pun akhirnya semakin membesar. Seperti telah menyulut ujung lilin yang segera memancar dan membentuk pendaran cahaya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Anak itu benar-benar memiliki tangan yang indah. Mampu menggambar indah. Gambarnya benar-benar mengena. Aku menyukai gambarnya. Meski, yang kulihat baru dua contoh gambar. Angan-anganku waktu itu benar-benar terbang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Di waktu-waktu yang senggang, di luar jam mengajarku, aku sempat ngobrol dengan Kev. Aku bertanya tentang kepandaiannya dalam mengolah jemarinya yang menghasilkan gambar-gambar sketsa orang dengan bagus. Gambar bentuk-bentuk kartun dan karikatur yang tentunya sangat menyenangkan bila bisa dikembangkan. Pada akhirnya, dia sanggup jika aku meminta tolong suatu saat untuk menggambarkan sesuatu yang nantinya bahannya akan kuberikan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Selang beberapa waktu, kesempatan itu pun tiba. Waktu itu, aku memberi tugas pada anak didikku untuk membuat laporan observasi. Waktu itu sudah memasuki tahun baru. Hal yang paling dekat pada bulan awal di tahun baru adalah hari raya Imlek. Beberapa kelompok siswaku mengumpulkan tugas dengan tema hari raya Imlek. Beragam hasil kubaca, hingga aku menemukan satu tulisan laporan yang sangat menarik. Isinya berupa cerita singkat asal mula hari raya Imlek. Sangat menarik. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Tulisan itu kemudian aku ketik ulang dengan kuperbaiki sehingga membentuk sinopsis. Sangat bagus menurutku. Sinopsis itu telah kubagi menjadi beberapa paragraf. Nantinya, paragraf demi paragraf dapat dibuatkan ilustrasinya. Kev yang kuharapkan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Setelah selesai, aku menemui Kev untuk membantuku. Aku memberikan sinopsis itu dan memintanya untuk membuatkan gambar ilustrasinya. Aku membayangkan, jika gambar itu selesai, gambar dapat ku-scann. Kemudian dapat kubuat menjadi urutan cerita menarik dengan diolah pada program video amatir seperti Window Movie Maker. Jika gambar itu jadi, kemudian disusun, diberi ilustrasi musik, kemudian ada rekaman narasinya, aduhaaiii.....! Aku membayangkan sebuah kolaborasi hasil karya anak didikku sendiri. Terus terang, bukan diriku. Aku sekedar memberi jalan saja. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Dalam bayanganku, jika Kev ini berhasil, akan 'kupamerkan' di hadapan kawan-kawannya atau adik-adik kelasnya nanti. Ini hasil karya yang spektakuler yang telah dibuat oleh kakak kelas. Inilah impianku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Kutunggu beberapa waktu dari Kev. Saat libur tiba, aku ingatkan agar gambar itu dibuat lebih cepat sehingga tidak mengganggunya. Kev menyanggupi. Aku dengan sabar menunggunya karena aku benar-benar berharap ilustrasi itu menjadi karya perdananya yang spektakuler bagiku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Satu kesempatan, saat kutanyakan kembali hasil itu, dia tiba-tiba bilang, "Maaf, Bro. Tulisan yang Bro beri dulu ilang. Saya minta lagi, bisa?" Aku menarik nafas, "Bisa. Aku masih membawanya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Aku berikan copy tulisan itu kepada Kev. Dengan harapan, tulisan baru itu sebagai pengganti dan nanti akan mempermudah pengerjaannya. Yah, bisa kumaklumi, dia anak muda yang memiliki kesibukan bermacam-macam. Siapa tahu, tulisan dariku dulu itu terselip dan dia tidak tahu entah di mana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Saat ada perjumpaan di kelasnya, dia menemuiku di meja guru. "Bro, ini hasilnya. Tapi belum semua jadi. Gimana?" katanya sambil menyorongkan hasil gambarnya. Mataku mengerjap senang. Aha, akhirnya gambar itu jadi. Akan tetapi, gambar itu baru jadi beberapa lembar. Belum semua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;"Ah, tak harus tergesa-gesa. Kalau begitu, selesaikan saja. Oh, ya. Bisakan beberapa bagian kamu pertebal dengan warna merah?" sahutku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;"Bisa," jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;"Kalau demikian, selesaikan semuanya hingga nanti semua kelar. Begitu ya?" kataku penuh keyakinan. Dia mengangguk, kemudian mundur ke tempat duduknya sambil membawa hasil yang belum selesai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Hari demi hari, bulan demi bulan, hingga ujian kenaikan kelas pun tiba. Masa-masa itu, aku tak begitu ingat karena siswa-siswi juga pasti konsentrasi pada ujian. Saat jumpa sebelum libur, setelah penerimaan raport, aku masih bertemu Kev. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;"Gimana gambarnya? Tahun depan, aku sudah tidak mengajarmu lagi lho," kataku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;"Ah, tak masalah, Bro! Kan saya masih di sini juga," jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Liburan tiba. Kupikir, selama libur gambar itu akan dia selesaikan. Dengan demikian, kalau selesai, gambar itu dapat aku olah di tahun ajaran baru untuk adik-adik kelasnya. Selama libur itu, aku sudah kurang begitu ingat karena ada tugas lain yang menyita perhatian yaitu penerimaan siswa baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Saat masuk tahun ajaran baru, aku tak begitu memikirkan pesananku itu pada Kev. Terlebih, ketika hari-hari perjumpaan di sekolah, Kev seolah sudah lupa dengan gambar yang kumintai itu. Pelan-pelan, aku tak lagi berusaha mengingatkan lagi padanya. Kev juga sudah memiliki perhatian lain di kelas yang baru ini. Gambar itu tak selesai!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Aku terlalu berandai-andai. Aku terlalu melambungkan mimpi. Memang, apa salahnya jika aku bermimpi, Kev suatu saat menggunakan keahliannya itu menjadi seorang pembuat "storyboard" film? Atau menjadi seorang kartunis yang hebat? Atau mungkin, dia memang tidak di bidang itu, namun masih menyempatkan waktunya untuk menggoreskan pensil dan pena warnanya di kertas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Mungkin memang aku terlalu berandai-andai. Sedih sebenarnya. Jujur saja, aku tak bertujuan negatif dengan memanfaatkan Kev bagi diriku sendiri. Tidak! Bukan itu. Aku hanya ingin berusaha mengembangkan dirinya melalui salah satu bakat yang dia punya dan kebetulan aku tertarik pada bakatnya itu. Atau, barangkali enam batang coklat "Silverqueen" yang telah kusediakan baginya, jika gambar itu telah jadi, tak cukup untuk membangkitkan semangatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Aku hanya tercenung membaca tulisannya di dinding "facebook"-ku, "Maaf, ya Bro, udah kukecewain." ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-6288247460516596762?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/6288247460516596762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=6288247460516596762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/6288247460516596762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/6288247460516596762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2010/09/kev.html' title='Kev'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-543217098342583002</id><published>2010-05-25T07:46:00.001-07:00</published><updated>2010-05-27T17:28:35.114-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sembilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Pemain Opera Itu Telah Pergi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/S_8N7-YNjXI/AAAAAAAAB74/AoOTEcDyebM/s1600/Riko+n+Regina+edit.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/S_8N7-YNjXI/AAAAAAAAB74/AoOTEcDyebM/s320/Riko+n+Regina+edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476110995913805170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selasa petang (25/5) sekitar pukul 18.00, Bu Hera datang ke tempat kami dengan mata sembab. Aku baru saja membuat minum, ketika beliau datang dan kemudian disambut oleh saudara-saudaraku yang lain. Melihat kedatangannya yang mendadak, tiba-tiba saja perasaanku sudah menduga hal yang tidak enak. Sesuatu yang kurang baik mungkin terjadi. Beberapa saat kemudian, aku keluar dari ruang makan dan mendatanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa, Bu?" tanyaku sambil mendekat kepadanya yang duduk di ruang tamu kami.&lt;br /&gt;"Anak kita (maksudnya, salah satu siswa di sekolah kami), meninggal. Reko..." sahutnya dengan suara tersendat.&lt;br /&gt;"Reko?" tanyaku menegas.&lt;br /&gt;"Iya. Anak kelas sebelas."&lt;br /&gt;"Saya mendapat kabar dari Bu Kasih," lanjut Bu Hera, "ketika saya mengunjungi petang ini tadi. Katanya, Reko meninggal kena aliran listrik. Tapi saya belum tahu, apakah saat kerja di sekolah atau tidak. Anak ini memang sering membantu para guru kalau ada kesibukan di sekolah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg! Aku langsung berdebar. Sekelebat, aku teringat pada seorang anak remaja yang sudah aku kenal. Reko! Reko yang aku kenal sama dengan kata-kata Bu Hera. Orangnya memang aktif dalam beberapa kegiatan, termasuk salah satunya kemarin baru saja mendukung acara pementasan "Opera Perjalanan Lima Sahabat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang masih di RS Fatima," lanjut Bu Hera. Aku masih diam. Seorang saudaraku datang dari ruang makan mengangsurkan segelas air putih untuk Bu Hera.&lt;br /&gt;"Kita ke sana petang ini," kata Bu Hera setelah beberapa saat meneguk air putih untuk menghilangkan rasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shock&lt;/span&gt; yang menderanya.&lt;br /&gt;"Baik, Bu," jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Hera kemudian pamitan untuk lebih dahulu menuju ke RS Fatima. Aku pun bergegas berganti baju di kamar. Ketika keluar kamar, kulihat mendung makin tebal. Belum sempat menuju garasi motor, hujan turun. Aku kembali ke kamar mengambil mantol. Begitu mantol kupakai, aku segera men-stater sepeda motor dan kupacu membelah tetesan hujan yang makin deras. Langit gelap. Jalan A. Yani dan Sudirman agak lengang karena hujan yang deras tiba-tiba turun. Aku melajukan motor agak pelan karena kaca helm yang gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu masuk kompleks RS Fatima, aku segera menuju ke tempat parkir. Selesai menaruh sepeda motor dan mantol, Bu Hera menyongsongku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Reko meninggalnya tidak di sekolah, namun di rumah Pak Jani saat membantu membetulkan kabel listrik," katanya. Aku pun mengiyakan sambil bergegas menuju ke kamar jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana, sudah ada beberapa teman sekelas Reko yang datang. Ada juga kawan-kawan di OMK yang kemarin sama-sama mementaskan opera itu. Aku menyibak kerumunan dan terus masuk ke ruang dalam. Di dalam, di atas bangku dengan terbungkus kain, seseorang yang kuduga telah kukenal itu terbaring. Aku mendekat dengan diiringi Bu Hera. Agak ragu aku membuka kain yang menutup kepala jenazah itu. Bagaimana kalau wajah ini benar-benar Reko yang aku kenal? Atau jika bukan, anak ini tetap salah satu siswaku. Bagaimana kalau wajah ini adalah Reko yang kemarin baru saja bersama-sama berpentas? Bagaimana jika wajah ini adalah Reko yang sedang menyiapkan kegiatan di bulan Juni nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih menahan jari-jemariku untuk membuka kain itu. Ketika kulihat rambutnya, aku agak mulai yakin. Rambut yang agak berdiri. Rambut yang tidak bisa disisir lurus. Rambut itu persis milik Reko. Kulanjutkan untuk membuka kain itu ke bawah, sepasang alis mata, sepasang mata yang terpejam. Ah, debaran jantungku makin kencang. Luka kecil di pipinya tak mampu lagi menyamarkan bahwa wajah tanpa ekspresi dan sedang kuamati ini adalah Reko!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhenyak. Jariku agak gemetar menahan kain. Reko....! Ini sungguh Reko yang kukenal! Aku mengembalikan kain itu dengan pelan. Wajah yang kukenal itu tertutup lagi. Aku berpaling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar ruangan, beberapa kawan OMK sudah ada dan duduk di kursi. Aku mendekat ke mereka. Kurangkul Aten yang masih berdiri. Kudekati Jojo yang sedang duduk termangu di kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku kaget sekali," bisik Jojo setelah aku duduk di sampingnya. Aku hanya terdiam. Sepertinya, kenyataan ini benar-benar bukan suatu kenyataan. Aku teringat dengan tulisanku, "Antara pertemuan dan perpisahan itu berbatas tipis!" Tipis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya baru kemarin aku mengenal Reko. Akan tetapi, sekarang dia sudah terbaring tanpa helaan nafas. Terbaring dalam diam yang tak akan bisa lagi kutemui dalam kegiatan-kegiatan kami lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil duduk dan memandang tubuh Reko yang terbujur kaku, anganku melayang pada masa-masa aku mengenalnya. Dia adalah aktivis di OMK. Itu yang aku ingat. Setelah aku tahu dia aktivis di OMK, barulah aku kenal dia adalah siswa kelas XI di sekolah kami. Sebenarya, Reko saat ini sedang menyiapkan kegiatan baru. Bulan Juni nanti, OMK akan mengadakan acara "Ekspresi Ceria OMK" dan Reko menjadi ketua panitianya. Gambaran acara itu pun hinggap di benakku. Bagaimana kelanjutan acara ini? Hal yang akan terjadi adalah jika acara ini dapat dilangsungkan, ingatan akan selalu tertuju pada Reko. Selintas aku berpikir, jika acara itu terlaksana, aku ingin mengajak kawan-kawan di OMK mendedikasikan acara itu untuk Reko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatan yang tak bisa kuelakkan adalah peran Reko ketika dia menjadi salah satu pemain opera itu. Sangat jelas! Bahkan rekaman videonya pun ada! Gerak geriknya! Cara menanggapi ketika aku harus mengarahkan gayanya. Antusiasnya ketika latihan! Usulan-usulannya ketika kuajak mendiskusikan jalan cerita. Semuanya hinggap di benakku. Bulan April lalu, tanggal 25, pukul 18.00, kami mementaskan opera itu. Reko beraksi dengan ekspresif! Tampil maksimal dengan inisiatif gayanya yang sudah dia persiapkan jauh-jauh hari. Dia tampil bersama Jojo, Apri, Selvi, dan Vali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, dia terbaring diam. Tanpa ekspresi dengan mata terpejam! Segalanya yang dia tampilkan sebulan lalu, petang ini hilang! Tepat! Tanggal 25 Mei! Persis satu bulan yang lalu dia tampil penuh gaya, saat ini dia tampil dalam diam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desis tangisan tertahan menyusup ke telingaku. Aku palingkan mukaku. Seorang kawan Reko baru saja menyibak kain penutup wajah Reko. Dengan tangisnya yang tertahan, dia berlari ke luar ruangan. Tangisnya pecah di luar ruangan. Aku menghela nafas. Antara pertemuan dan perpisahan ini berbatas tipis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, ingatanku melayang ke sekolah. Saat-saat ketika aku mengetahui bahwa Reko memang siswa di sekolah kami. Kuingat salah satu kejadian ketika Riko dipanggila Bu Eka, salah satu rekan guruku yang menjadi wali kelasnya. Juga, kuingat perjumpaan dengannya di sudut dan halrey sekolah. "Selamat pagi, Bro!" atau "Selamat siang, Bro!" Sapaannya mengiang di telingaku. Aku menghela nafas kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mohon keluar dari ruangan karena jenazah hendak dimandikan." Suara suster memecah keheningan dan membuyarkan lamunanku. Semua yang berada di ruangan pun bergegas keluar. Aku pun beranjak ke luar ruangan mengikuti langkah Jojo yang sudah lebih dahulu beranjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar, kulihat kawan-kawan Reko makin banyak. Di sudut, beberapa kawan Reko sudah terisak dalam tangisan. Di sudut lain, beberapa guru dan orang tua yang kenal baik dengan Reko sedang membicarakan urusan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat situasi yang ada di sekitarku, aku hanya bisa berdiam. Isak tangis kawan-kawan Reko, semakin keras ketika teras ruang jenazah itu semakin penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa kusampaikan lebih banyak lagi. Yang ada adalah gambaran kehilangan. Kehilangan sahabat, kehilangan teman, kehilangan anak. Gambaran itu pecah dan menyatu bagai mozaik yang membuat nuansa malam itu makin kelam. Kilat menyambar di atap RS Fatima beberapa kali. Hujan deras pun turun dengan cepat. Hujan dan kilat itu tak menghentikan niat kawan-kawan Reko untuk berdatangan ke RS Fatima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan terus turun! Sepertinya, langit turut mengiringi kepergian seorang kawan yang benar-benar membekas. Selamat jalan, Reko! Kami akan mengenangmu sebagai seorang anak didik, seorang sahabat, seorang kawan, dan seorang pemain opera yang andal!***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-543217098342583002?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/543217098342583002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=543217098342583002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/543217098342583002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/543217098342583002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2010/05/pemeran-opera-itu-telah-pergi.html' title='Pemain Opera Itu Telah Pergi'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/S_8N7-YNjXI/AAAAAAAAB74/AoOTEcDyebM/s72-c/Riko+n+Regina+edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-3538643040632749960</id><published>2010-05-10T18:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T19:06:55.962-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Mereka Itu...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Hampir satu tahun aku "belajar mengajar" di sekolah ini. Perjalanan hampir satu tahun itu tentulah penuh dengan riak-riak yang membuat hamparan pengalamanku semakin bertambah luas. Sejujurnya dapat kukatakan bahwa "belajar mengajar" ini belum membuatku puas. Aku merasa masih banyak hal yang harus kuperbarui dan kuolah kembali. Aku tidak tahu, kapan semuanya akan menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Terkadang, terbersit rasa enggan untuk melanjutkan "belajar" ini. Ada saja lubang-lubang kelemahan yang membuatku untuk memilih "mundur". Akan tetapi, jika aku melihat para seniorku yang telah berjuang sekian tahun masih tetap bertahan, rasanya malu jika aku yang memilih mundur. Aku berpikir, lebih baik segi lain sajalah yang mengharuskan aku berhenti dari belajar ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Rasanya lelah dan capai, jika mengingat beberapa tugas yang harus aku kerjakan. Aku dituntut untuk mempersiapkan bahan pembelajaran yang sepertinya tak pernah habis. Ini sudah jamak, umum! Setiap orang yang berposisi seperti diriku, pasti akan berbuat seperti itu. Entah senang atau tidak! Aku juga harus dituntut untuk bersikap dewasa menghadapi anak-anak muda yang baru menginjak masa-masa remaja ini. Tingkah dan perilaku mereka, terkadang membuatku harus berpikir: apa yang bisa aku perbuat untuk membantu mereka? Sementara, aku menyadari bahwa tak banyak bekal yang bisa aku berikan di dalam mendampingi mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Jika di sela-sela aku menyelesaikan tugas, sambil mendengarkan alunan lagu-lagu, selalu saja terbersit dalam pikiranku suatu tanda tanya: Apa yang sudah kuperbuat bagi mereka itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Akan tetapi, jika hanya melihat sisi-sisi tugas yang seolah menjadi beban, aku sadar bahwa itu hanya akan mengurangi hariku dengan suasana muram dan tak memberi semangat. Berat pasti berat! Masalahnya, aku tidak mau mati konyol dengan segala keluhan yang spontan selalu muncul dari sisi lemahku. Aku ingin memberi warna dalam hidup ini. Sama seperti mereka itu yang tetap memiliki warna cemerlang meski harus menghadapi banyak hal yang belum jelas di hadapan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Sering aku harus berjibaku dengan perasaanku sendiri. Ketika aku harus menegakkan aturan di antara mereka, sementara aku sendiri adalah orang yang berjiwa bebas. Antara aku harus membiarkan segala kebebasan itu merekah di tengah jiwa-jiwa muda itu dan aku harus "membelenggu" dengan pasal-pasal yang mengatur mereka. Sudah bisakah aturan itu hidup dalam diriku juga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Lepas dari itu semua, aku kembalikan diriku pada makna kedekatan hati yang pantas dibangun sebagai orang yang hidup di tengah riuhnya orang muda yang mencari identitas. Ketika mereka memprotes tindakanku, menyangkal kata-kataku, menyanggah penjelasanku, aku tersudut dalam ketidakmampuan. Akan tetapi, dalam satu kesempatan aku bisa menyadari bahwa di situlah letak hati itu. Ketika mereka memprotes, menyanggah, dan menyangkal, mereka "berbicara" denganku. Mereka menjalin hati denganku. Aku harus menyimpulkan ini. Aku harus melihat ini sebagai dasar bahwa mereka adalah sosok-sosok yang patut untuk memprotes, menyangkal, dan menyanggah. Hingga pada suatu saat, entah kapan, mereka akan tahu bahwa proses itu merupakan satu langkah keberhasilan mereka di dalam menapaki kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Aku tersenyum geli. Aku harus mengakui ini. Aku tidak bermaksud untuk menindas mereka. Aku hanya ingin membuka hati kepada mereka. Dengan cara apakah aku bisa "berbicara" dengan mereka, kalau bukan dengan membuka mata dan telinga dari suara dan mulut mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;Mungkin aku hanya akan berkata kepada mereka itu, "Nak, berbicaralah! Aku akan 'belajar' mendengarkanmu!"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-3538643040632749960?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/3538643040632749960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=3538643040632749960' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3538643040632749960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3538643040632749960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2010/05/mereka-itu.html' title='Mereka Itu...'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-6329771121529747246</id><published>2010-02-16T20:01:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T20:22:07.501-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Sedang Membuat Puisi!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Saya sedang memberi tugas pada anak-anak untuk menyiapkan puisinya sendiri-sendiri. Temanya masih saya batasi seputar dunia sekolah, guru, dan relasi mereka dengan orang tua. Saya pikir, dengan pembatasan ini, fokus pemaknaan akan jauh lebih mudah dikaji bersama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Tak mudah sebenarnya buat saya mengajarkan puisi kepada mereka. Persoalannya, saya musti bisa memberi contoh pada mereka. Ya, contoh puisi-puisi saya. Ya, contoh bagaimana saya membawakan puisi-puisi saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Memang sih, saya berusaha untuk memberikan pengantar pada anak-anak itu tentang puisi. Intinya, menikmati puisi itu tidak sebatas pada teorinya saja. Puisi baru dapat dinikmati ketika seseorang bisa mengapreasiasikannya. Berekspresi dan membuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Berpuisi! Berpuisilah! Berpuisi adalah menyampaikan perasaan yang berangkat dari pengalaman diri. Puisi, puisi! Biasanya cinta adalah tema puisi yang paling banyak dipilih. Kira-kira kalau puisi seperti ini, apa ya cukup bagus....!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Nak, buatlah puisi tanpa cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Buatlah puisi tentang apa saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Namun bukan puisi cinta!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Nak, menarilah tanpa cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Menarilah dengan apa saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Namun, bukan tarian cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Aku ingin melihatmu membahana bukan dengan cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Aku ingin menatapmu melayang bukan dengan cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Aku ingin menyaksikanmu melambung bukan dengan cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Saya memang sedang belajar. Membuat puisi juga sedang belajar. Mengajarkan puisi juga sedang belajar! Apa saja sedang saya pelajari. Termasuk mengagumi seorang murid saya yang sangat pandai membuat puisi, menyusun puisi, membawakan puisi, dan menghayati puisi! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Saya ingin belajar padanya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Sama seperti saya belajar pada tumbuhan di halaman sekolah yang ingin mengatakan, "Aku perlu siraman air."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-6329771121529747246?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/6329771121529747246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=6329771121529747246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/6329771121529747246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/6329771121529747246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2010/02/sedang-membuat-puisi.html' title='Sedang Membuat Puisi!'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-7101558732854987098</id><published>2009-12-01T08:46:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T08:50:08.981-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Mereka Tak Lagi Baru</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ingatanku sedang melayang pada pengalamanku. Rasanya, baru kemarin aku menginjakkan kaki di Tanah Kayong ini. Ternyata, bulan ini sudah memasuki bulan keenam. Itu sama dengan setengah tahun aku meninggalkan Tanah Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, aku ingat wajah anak-anak didikku yang enam bulan lalu tampak culun dan polos. Saat itu, mereka masih memakai seragam Masa Orientasi Siswa Baru. Harus nurut disuruh kakak kelasnya. Harus bekerja ketika diminta membuat pekerjaan rumah. Harus...harus...ini dan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini, semuanya telah berubah. Tak ada lagi sebuah perbedaan. Papan nama dari karton yang dulu disandang di dada mereka, telah lama hilang! Rambut mereka pun jauh lebih bergaya! Tak ada lagi kesan culun dan polos! Tak ada lagi segi pembatas antara kakak tingkat dan adik tingkat! Segalanya telah berubah. Mereka tak lagi tampak sebagai anak baru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang abadi! Bahkan status sebagai siswa baru pun telah lama ditanggalkan! Kini, ketika ada kegiatan sekolah yang harus diikuti, semuanya terlibat. Tak lagi harus kakak tingkat yang unjuk gigi. Adik tingkat yang memang mampu pun akan terlibat. Bahkan, dalam kepengurusan OSIS pun, anak-anak yang enam bulan lalu masih menjadi "bulan-bulanan" kakak-kakaknya, kini telah turut ambil bagian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu langkah seseorang akan mengawali seribu langkah seseorang. Satu detik di pagi hari akan membuka jutaan detik hari demi harinya. Satu hembusan nafas akan mengantar kehidupan dari satu helaan ke helaan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak itu (lantas, apakah mereka masih pantas disebut anak-anak lagi sekarang?) telah menapaki masa baru dengan seragam putih abu-abunya. Setengah tahun, setahun, dua tahun, tiga tahun lagi mereka akan menjadi siswa senior di sekolah ini. Tak mencapai genap satu tahun, mereka harus menyiapkan diri untuk lulus dari sekolah ini. Akhirnya, seragam putih abu-abu itu mereka tanggalkan. Seragam itu itu tinggal kenangan. Sekolah ini hanyalah bagian dari masa ketika mereka menjajaki dunia baru. Sekolah ini hanya setitik dasar dari bekal hidup mereka selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tak ada yang abadi! Mereka itu, yang sering mereka sebut sebagai anak-anak remaja itu, tak lagi baru! Mereka telah menjadi bagian dari komunitas putih abu-abu. Apa pun yang terjadi, itu adalah satu langkah dari sekian langkah mereka untuk menjajaki dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Jika saat istirahat tiba dan aku sesekali berdiri di ujung halaman sembali menatap riuhnya mereka di lorong sekolah dan sudut taman sekolah, aku hanya bisa menarik nafas! Segalanya berubah! Tak ada yang tetap!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-7101558732854987098?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/7101558732854987098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=7101558732854987098' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7101558732854987098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7101558732854987098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/12/mereka-tak-lagi-baru.html' title='Mereka Tak Lagi Baru'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-2187517582089596945</id><published>2009-11-28T23:29:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T23:58:29.965-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Belajar Mengajar</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Aku hanya menatap lembaran yang ada di tanganku. Lembaran pembagian tugas! Mengampu pelajaran Bahasa Indonesia kelas X! Seluruh kelas! Sebanyak 28 jam tatap muka!Mati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hendak menolak! Bukan begitu! Hanya aku agak kaget saja! Masalahnya begini: sejak lulus kuliah tahun 2004 lalu, baru tahun 2009 ini aku masuk sekolah! Sebagai guru! Bagaimana akan memulai mengajar itu, sementara di masa-masa lalu, sudah banyak perubahan di dunia sekolah! Yang jelas kutahu dan sering sekali menjadi bahan perbincangan adalah kurikulum, termasuk di dalamnya KBK dan KTSP) dan segala macamnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai dari mana? Aku hanya manggut-manggut ketika rekan baru yang mengampu pelajaran itu tahun lalu kemudian menunjukkan beberapa buku referensi yang harus aku gunakan. Setelah itu, aku harus menyiapkan silabus! Paling tidak menyusun ulang silabus tahun lalu yang sudah pernah dibuat oleh kawan guruku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, itulah! Mulai dari situ saja!Menyiapkan bahan dari buku! Mengenal siswa dan kemudian menyampaikan materi! Selesai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, materi yang sebenarnya harus bisa disampaikan pada jam tatap muka tertentu itu ternyata melebihi target yang ada! Mati kedua lagi!Bagaimana ini? Ini terjadi karen aku terpaksa mengulang beberapa kali materi tertentu di hadapan anak-anak di kelas tertentu. Yaaaa....bagaimana tidak harus kuulang, ketika terjadi tanya jawab saja mereka hanya memandang bengong!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ini aku yang tidak bisa mengajar ataukah anak-anak itu yang tak memperhatikan penjelasanku? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat duduk diam di kantor guru. Mendengarkan guru-guru senior memperbincangkan bahan yang hampir selesai atau bahkan sudah selesai! Gagal sudah! Baru mulai, materi yang mesti kusampaikan tak terkejar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini perjalanan memang baru kumulai! Aku masih belum tahu, kendala apalagi yang hendak kutemui!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-2187517582089596945?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/2187517582089596945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=2187517582089596945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/2187517582089596945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/2187517582089596945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/11/belajar-mengajar.html' title='Belajar Mengajar'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5464196592325231978</id><published>2009-10-12T01:43:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T02:17:10.435-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Puisi Saya Untuk Dia...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Saya punya puisi. Puisi ini saya buat sejak saya mempunyai kawan di dunia maya. Sebelumnya, saya jarang sekali membuat puisi. Hal barangkali karena saya lebih suka menyampaikan maksud yang ada di dalam hati saya dengan segala keterusterangan tanpa harus dimanis-maniskan. Nah, sejak saya akrab dengan internet yang memberi fasilitas chating, blog, fesbuk, dan emel, saya tiba-tiba saja menjadi suka sekali beromantis ria! Berlebihan? Ah, tidak juga! Masalahnya, jika saya menyampaikan sesuatu kepada kawan saya dengan bahasa harian saya, tentu akan ditangkap dengan biasa pula. Padahal, ada kalanya saya ingin menyampaikan perasaan saya secara lebih mendalam. Dalam arti, agar kawan saya memahami benar bahwa kedekatan kami ini benar-benar ikhlas! Melalui tulisan inilah saya berusaha untuk membagi perasaan saya kepada kawan-kawan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pengalaman pernah saya alami. Dalam suatu masa, kawan di fesbuk saya itu menghilang. Dia tidak bilang ke mana perginya. Padahal sebelumnya, dia merupakan kawan saya berbincang tentang apa saja. Sering saya menikmati kebersamaan ini. Meski perjumpaan saya ini hanya difasilitas internet, namun saya bisa merasakan kesungguhan setiap berbincangan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menunggu! Lama! Tak ada juga kontak darinya. Maka, saya pun membuat puisi untuk mengungkapkan kerinduan saya kepadanya. Saya berharap, jika memang saya tak dapat berkontak lagi, masih ada kenangan atas perasaan yang pernah saya alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah puisi itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Ketika di sebuah senja,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;aku bertanya pada sekawanan burung bangau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;yang terbang rendah di dahan pohon dekat rumahku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;"Burung, pernahkah kalian bertemu dengan kekasihku yang menghilang?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Mereka tak memberi jawaban!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Ketika aku bertanya pada arak-arakan awan yang melayang di atap rumahku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;"Awan, pernahkah kau berjumpa dengan kekasihku yang menghilang?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Mereka tak memberi anggukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Sekarang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Aku bertanya kepadamu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Masih bisakah kau dengar bisikan angin dari tebing tinggi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Bahwa aku menunggumu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Bahwa aku merinduimu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ini salah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;puisi yang pernah saya buat untuk salah seorang kawan saya. Dari pengalaman ini, saya bisa belajar untuk mengungkapkan perasaan saya. Saya tidak bermaksud menghambur-hamburkan romantisme picisan yang tampak pasaran. Bukan! Saya hanya ingin mengungkapkan perasaan saya dan membagikan kepada kawan saya. Melalui ungkapan itu, saya belajar untuk jujur pada diri saya. Saya berusaha jujur bahwa setiap pribadi memperkaya saya dan memberikan andil dalam kehidupan saya. Entah dengan cara bagaimana, pribadi-pribadi itu turut mengembangkan diri saya dan memupuk hati saya. Hati agar bisa lebih peka akan arti kehadiran sesama dalam segi kehidupan ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5464196592325231978?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5464196592325231978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5464196592325231978' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5464196592325231978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5464196592325231978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/10/puisi-saya-untuk-dia.html' title='Puisi Saya Untuk Dia...'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-9032072180106590079</id><published>2009-10-03T09:51:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T10:07:16.424-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Tak Pernah Ada Yang Tetap!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SseEWA3Z0cI/AAAAAAAAB7o/ktglK5iGiM8/s1600-h/yuswahyu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SseEWA3Z0cI/AAAAAAAAB7o/ktglK5iGiM8/s320/yuswahyu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388420992896455106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:85%;" &gt;Sejak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Juli 2009 yang lalu, aku mesti angkat koper dari Semarang. Surat keputusan yang kuterima dari pimpinan menetapkan agar aku bertugas di tempat baru dengan tugas yang baru pula. Sekolah dan sebagai guru! Meski tak tahu apa yang harus kupersiapkan, aku pun berangkat dengan barang-barang yang bisa kubawa.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi dan datang pada sebuah tempat yang belum pernah hinggap dalam bayangan! Tak masalah! Yang penting, ada kesempatan untuk dapat melihat tempat itu. Apa yang musti kuperbuat? Tak perlu dipikirkan sulit-sulit! Datang, lihat, dan perbuatlah! Mungkin ini yang lebih baik! Meski, seolah-olah aku bagai datang tanpa membawa amunisi!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari Semarang hari Selasa malam (7 Juli) dengan travel menuju ke Jakarta. Mau menikmati pengalaman naik travel, sekaligus nanti hari Kamis pagi (9 Juli) akan menikmati udara dari Jakarta ke Pontianak! Yaa.....karena tak setiap saat akan mendapatkan perjalanan seperti itu!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, aku transit sehari semalam sekedar menunggu waktu keberangkatan ke Pontianak. Tak ada kegiatan yang banyak kulakukan, kecuali pergi ke toko dan...potong rambut! Ha...ha...ha...! Habis sudah rambut setahun, dipangkas gunting dalam seperempat jam!&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kamis pagi, aku benar-benar meninggalkan Jawa menuju ke tanah Borneo! Perjalanan hanya memerlukan waktu satu jam. Aku dan Tri transit sebentar di Bandara Supadio Pontianak, kemudian melanjutkan perjalanan dengan pesawat yang lebih kecil ke Bandara Rahadi Usman Ketapang!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pukul 09.30, pesawat mendarat dan saudara-saudaraku sudah menjemput. Inilah tanah baru! Inilah tempat tugas baru! Inlah dunia baruku!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu itu memang tak pernah tetap. Akan selalu berubah di saat manusia tak pernah dapat menebak kapan akan berubah. Temapt tugasku telah berubah. Tugasku telah berubah. Penampilanku pun harus berubah. Yaaa, meski tah harus mengubah total, namun inilah sebubah perubahan dalam perjalanan hidup! Perjalanan itu taka akan pernah bisa berhenti di suatu tempat. Jika harus berhenti, tempat perhentian itu hanyalah tempat singgah yang sebentar lagi akan ditinggalkan. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ini adalah peziarahan! Peziarahan itu sellau mengarah pada tujuan akhir yang tak akan pernah tahu ujungnya. Jika suatu saat aku berada di tempat ini, aku tak tahu sampai kapan. AKu tak akan pernah tahu dan tak perlu aku meraba-raba sampai kapan. Jika memang sudah sampai pada masanya, masa itu akan menunjukkan saat aku harus pergi!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tak pernah tetap! Suatu saat panjang dan suatu saat pendek. Seperti rambutku!!! Huaaaa.....!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketapang, 28 September 09&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-9032072180106590079?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/9032072180106590079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=9032072180106590079' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/9032072180106590079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/9032072180106590079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/10/tak-pernah-ada-yang-tetap.html' title='Tak Pernah Ada Yang Tetap!'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SseEWA3Z0cI/AAAAAAAAB7o/ktglK5iGiM8/s72-c/yuswahyu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5940885244312225378</id><published>2009-06-05T20:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T20:43:31.293-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suport hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selimut hati'/><title type='text'>Dentingan Selembut Sutra</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SinjDptfVtI/AAAAAAAABqo/5Y06c5465Fs/s1600-h/Bakso+Raksasa-Wonogiri+(2).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344052084727568082" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SinjDptfVtI/AAAAAAAABqo/5Y06c5465Fs/s200/Bakso+Raksasa-Wonogiri+(2).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ada pengalaman menarik saat aku pulang dari peliputan acara 50 tahun Sendang Ratu Kenya di Giriwoyo hari Minggu (24/5) yang lalu. Aku nebeng kendaraan saudaraku yang rumahnya Klaten. Rencananya, aku akan menginap di sana, agar perjalanan ke Semarang lebih dekat ketimbang aku masih bercokol di Giriwoyo. Meski, masih ada wayangan semalam suntuk. Ah, tak apalah untuk tidak nonton wayang kulit kali ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau gitu, nanti pulangnya lewat Solo Baru,” kata Mas Step. Akhirnya, karena akan melewati Solo Baru, perjalanan tentu membelah jantung kota Wonogiri. Perjalanan siang yang lumayan jauh dengan udara panas. Maklumlah, mobil sewaan murah, jadi tanpa pendingin udara. Panas plus lapar! Jadilan ngantuk! Penumpang lain seperti Mas Har, Mas Jito, Dik Djoko, termasuk aku, segera terbuai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas kota Wonogiri, tepatnya ketika melaju di Jalan RM. Said, aku memelekkan mata. Dik Djoko pun ternyata sudah bangun. Mas Step berceletuk, ”Mau mbakso, gak?” Tentu saja tawaran menggiurkan ini tak kulewatkan. “Mau! Kapan lagi kalau tidak sekarang,” jawabku cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SinjiudL8qI/AAAAAAAABqw/KB9-cyZt86o/s1600-h/Bakso+Raksasa-Wonogiri+(2a).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344052618577310370" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SinjiudL8qI/AAAAAAAABqw/KB9-cyZt86o/s200/Bakso+Raksasa-Wonogiri+(2a).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa saat, mendekat jalan pertigaan yang membagi arah antara terminal, arah Solo, dan kota Wonogiri, mas sopir membelokkan kendaraan ke sebuah warung. Hmm...warung bakso! Lewat Wonogiri, serasa tak lengkap tanpa masuk dan mencicipi bakso! Jamak! Di mana-mana, sering bertemu penjual bakso dari Wonogiri. Jika lewat Wonogiri tak langsung mencicipi, betapa ruginya! Itu menurutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mobil diparkir, aku segera keluar &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/Sinj6VTOBvI/AAAAAAAABq4/4FK2Iv8-V6Y/s1600-h/Bakso+Raksasa-Wonogiri+(3).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344053024141477618" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/Sinj6VTOBvI/AAAAAAAABq4/4FK2Iv8-V6Y/s200/Bakso+Raksasa-Wonogiri+(3).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dan melihat warung bakso itu. Bakso Raksasa! Wah! Apa baksonya segede-gede gigi raksasa? Ato apa yang raksasa? Tak tahulah! Aku juga baru sekali itu diajak mampir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pengalaman menarik itu! Bukan masalah bakso dan warungnya ternyata! Namun, ada adegan yang benar-benar berbeda! Di pintu masuk warung, yang terbagi dua ruangan, satu ruang lesehan dan satunya ruang meja kursi, duduk dua orang kakek-nenek. Mereka bukan pengemis! Sang Kakek berpeci. Jemarinya asyik bermain-main di atas benda yang kutahu itu sebuah alat musik. Sebuah siter, alat musik Jawa! Jempol dan jari-jemari lainnya dengan lincah memetik-metik dawai siter itu, sehingga mendentingkan nada-nada lembut nan menggoda telinga. Merayu kaki untuk segera masuk dan berleseh di hamparan karpet. Seakan menarik kepala untuk disenderkan di dinding warung sambil menunggu pesanan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebelahnya, duduk sang Nenek sambil melantunkan tembang-tembang Jawa. Raut tuanya tak menggoreskan lagu fals! Nada-nadanya pas dan indah, seiring dengan petikan dawai siter itu. Terdengar kompak, serasi!&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SinkUYKGB8I/AAAAAAAABrA/UUQBZQU6r-s/s1600-h/Mbah+Soyo%26Mbah+Siti+Suwarni+(1).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344053471585109954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SinkUYKGB8I/AAAAAAAABrA/UUQBZQU6r-s/s200/Mbah+Soyo%26Mbah+Siti+Suwarni+(1).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SinktAsYnbI/AAAAAAAABrI/AOE6sderrgE/s1600-h/Mbah+Soyo%26Mbah+Siti+Suwarni+(3).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344053894783212978" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SinktAsYnbI/AAAAAAAABrI/AOE6sderrgE/s200/Mbah+Soyo%26Mbah+Siti+Suwarni+(3).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saat aku menikmati bakso pesanan dan minuman dingin, kudengar ”senggakan” dari sang Kakek. Beberapa saat, ketika dentingan berhenti sementara, suara sang Nenek pun terdengar lembut, merdu. Tembang Caping Gunung mengalun dari mulut keriputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, paduan nuansa yang tak pernah kubayangkan akan kutemui di tempat ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kurang lebihnya tiga tahun saya di sini,” jawab Mbah Soyo, sang pemetik siter itu saat kuajak berbincang sejenak. Sementara, sang Nenek, Mbah Siti Suwarni, menimpali dengan sebuah senyuman tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mbah Soyo, kebiasaan menghibur para pembeli itu tak hanya di Warung Bakso Raksasa. Mereka juga menghibur pembeli di Warung Pecel Bu Sum, sebuah warung nasi pecel yang letaknya tak begitu jauh dari Warung Bakso Raksasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Gantian harinya,” tambahnya sambil menghentikan permainan jemarinya di sela-sela barisan dawai siter dan menyambut uluran tanganku. Mbah Soyo kemudian menjelaskan hari-hari kapan dia berada di Warung Bakso Raksasa dan hari-hari kapan di Warung Pecel Bu Sum. Kuanggukkan kepala dengan timpalan sepotong-potong kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menjabat tangan mereka dan hanya bisa menjatuhkan selembar uang seribuan di kotak yang ada di depan mereka. Sebenarnyalah, itu sungguh-sungguh bukan upah yang setimpal. Aku hanya bisa menambah dengan jabat tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas terik. Akan tetapi, dentingan siter itu serasa mengirimkan berlaksa angin segar dari puncak bukit hijau di punggung Pegunungan Seribu! Masih sampai kapan, Mbah Soyo dan Mbah Siti Suwarni bertahan untuk mendentingkan nada-nada jiwa selembut sutra itu? *** &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;Mei, 2009&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344054804660629986" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/Sinlh-QEMeI/AAAAAAAABrY/7UJ_Ww8phh8/s320/Mbah+Soyo%26Mbah+Siti+Suwarni+(2).jpg" border="0" /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SinlDNOC6tI/AAAAAAAABrQ/zD_Rh4MwrvA/s1600-h/Mbah+Soyo%26Mbah+Siti+Suwarni+(2).jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5940885244312225378?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5940885244312225378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5940885244312225378' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5940885244312225378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5940885244312225378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/06/dentingan-selembut-sutra.html' title='Dentingan Selembut Sutra'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SinjDptfVtI/AAAAAAAABqo/5Y06c5465Fs/s72-c/Bakso+Raksasa-Wonogiri+(2).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-3926191691390771747</id><published>2009-05-29T18:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T18:35:33.848-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sembilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Sepinya Seorang Kawanku!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Seorang kawanku menuliskan demikian, ”mataku masih sembab”. Kemudian, dibalaslah ungkapan yang ditulis di dindingnya itu oleh beberapa kawan-kawannya dengan berbagai ungkapan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Cup, cup! Jangan nangis!”&lt;br /&gt;”Wualah..! Gak usah ditangisi to, Mbak! Aku gak apa-apa koq...! Tuh, jadi sembab kan?”&lt;br /&gt;”Wah, jangan-jangan, gara-gara dengar lagunya Olga yang berjudul ’Hancur hatiku’! Ya ta? He...he!”&lt;br /&gt;”Jangan nangis mulu, ah! Udah gede juga!”&lt;br /&gt;”Ini kok nangis melulu, to?”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kawanku itu membalas.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”Aku udah gak nangis kok, hanya kenapa mataku masih sembab.”&lt;br /&gt;”Saat sepi ada dalam kalbu dan tak ada siapa pun yang bisa membuat sepi itu jadi ramai, yang terjadi hanya sebuah tetesan air mengalir. Miss u so much girl!”&lt;br /&gt;”Aku kangen sama kamu! Ketemuan, yuk!”&lt;br /&gt;”Entahlah...! Sepi atau ramai, perasaan ini sama saja. Hanya mukjizat yang mampu membuat semuanya menjadi indah, sehingga aku tak akan pernah menangis lagi!”&lt;br /&gt;”Thanks for your care for me. GBU.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Didera dan ditelikung kesepian itu benar-benar menyiksa. Ada keramaian di sekitarku, namun aku tak mampu larut dalam keramaian itu. Aku seperti tersingkir dalam arus deras keramaian. Tersingkir, tersisih, namun tak terasa jauh! Ketika mendengar suara tawa dari orang lain, yang muncul justru perasaan tertusuk pedih. Mengapa mereka dapat tertawa, sedangkan aku tak bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, aku begitu mudah lari dari kesepian ke keramaian. Meski, jik aku kembali berada dalam kesendirian, kesepian itu menyergap lagi. Apakah kesepian itu musti dihindari? Apakah kesepian itu musti hilang dari muka bumi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku tidak, Kawan! Kesepian itu ada karena manusia telah mengalami sebuah perasaan yang akhirnya diberi nama kesepian. Kenyataan ini, mau tidak mau harus tetap diterima. Dari pengalaman, muncullah pernyataan bahwa seseorang yang mengalami “sesuatu seperti dicabut dari segala yang serba ramai” adalah kesepian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lainnya, kesepian memang tak harus hengkang karena dari situlah manusia bisa menyelam ke dalam dirinya. Manusia bisa benar-benar mengerti bahwa dirinya adalah makhluk yang seperti ini, ciptaan seperti itu, dan pribadi yang menjadi begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, dengan kesepian, manusia bisa menerima kehadiran sesamanya. Thanks for your care! Perhatian! Sebuah perhatian akan begitu terasa berharga manakala manusia sedang disergap kesepian dan sesamanya mau peduli!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan mukjizat itu bisa terjadi? Entah, Kawan! Aku tak pernah mengharapkan sebuah mukjizat, karena di setiap hariku, selalu ada banyak peristiwa yang pada akhirnya menggiringku untuk memahami bahwa itu semua ada mukjizat!***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei, 2009&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-3926191691390771747?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/3926191691390771747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=3926191691390771747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3926191691390771747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3926191691390771747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/05/sepinya-seorang-kawanku.html' title='Sepinya Seorang Kawanku!'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-6433740614578684132</id><published>2009-05-12T06:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T06:35:45.530-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Rindu.... Seperti Apakah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Selama aku masih bisa bernafas&lt;br /&gt;Masih sanggup berjalan&lt;br /&gt;Ku kan slalu memujamu&lt;br /&gt;Meski ku tak tau lagi&lt;br /&gt;Engkau ada di mana&lt;br /&gt;Dengarkan aku, ku merindukanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merindukanmu? Rasanya asing sekali kata itu hinggap di dalam hatiku. Merindukanmu? Bagaimana aku bisa merindukanmu? Sedang aku masih saja selalu sangsi apakah aku bisa mempunyai perasaan cinta? Kadang aku bertanya pada diri sendiri: Cinta yang seperti apa yang sebenarnya aku rindukan? Cinta yang senyata apa yang ingin aku rasakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih bernafas! Aku masih sanggup berjalan! Aku pun masih selalu memujamu. Memuja kelebihanmu! Memuja kekuatanmu! Memuja kepintaranmu! Meski aku tahu keberadaanmu! Meski aku tahu bahwa engkau berdiri di sana! Meski aku tahu engkau berjuang di sana! Namun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa aku tak bisa merindukanmu?&lt;br /&gt;Sering aku bercanda dengan malam. Hai malam, mengapa engkau selalu berwarna hitam? Malam hanya akan tertawa mendengar kata-kataku. Mungkin dia membatin: bodoh sekali pertanyaan itu! Kadang aku mengganggu goyangan dedaunan. Kubertanya: hai daun hijau, apakah kau rindu hujan? Daun itu hanya tertawa mendengar pertanyaanku. Mungkin dia membatin: bodoh sekali pertanyaan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin merasakan rindu. Aku ingin merindukanmu! Namun..., rindu seperti apa yang yang sebenarnya aku rindukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, aku benar-benar ingin tahu, rindu itu seperti apa? Mengapa aku tak bisa merasakan kerinduan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semarang, 12 Mei 2009 (titip rindu buat dia....)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-6433740614578684132?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/6433740614578684132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=6433740614578684132' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/6433740614578684132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/6433740614578684132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/05/rindu-seperti-apakah.html' title='Rindu.... Seperti Apakah?'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-394632442282430992</id><published>2009-04-30T19:01:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T19:02:57.417-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sembilu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Kehilangan</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Daun rontok dan meninggalkan ranting yang dulu erat menggenggamnya. Jatuh melayang. Berserakan di atas tanah. Kemudian, lambat laun akan menghilang di dalam tanah. Hilang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalan mengayuh langkah di bawah bayang-bayang pepohonan. Menari di antara perdu-perdu ilalang. Melompat di antara bebatuan terjal! Jika memang sudah saatnya kaki menapak, entah di atas lumpur atau di atas tanah, kaki akan menapak! Bisa membekas dan ataupun hilang. Jika kaki itu menapak di atas tanah basah, maka akan membekas! Akan tetapi, jika hinggap di atas aliran air, maka jejak itu akan sirna. Hilang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan itu terasa menyakitkan. Namun, kehilangan itu akan bisa berarti bila kau pernah merasa memilikinya. Jika kau ingin menggenggamnya selamanya, maka kehilangan itu semakin kuat untuk meninggalkanmu. Kamu tidak percaya? Aku tidak ingin memaksa! Berapa di antaramu yang sudah terlalu banyak kehilangan? Tak akan terhitung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau pernah mengalami kehilangan, aku pun pernah. Jika kau pernah mengalami kehilangan, mereka pun pernah. Apakah jika aku dan kau mengalami kehilangan, kehidupan akan hilang pula! Tak akan! Yaa...hidupnya yang barangkali terasa hampa! Sepi! Kosong! Akan tetapi, apakah hidupmu akan terus kau korbankan hanya demi kehilangan itu? Sementara, kehilangan itu akan terus melayang dan terbang di antara manusia demi manusia untuk menebarkan racun-racun keputusasaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengertimu ketika kau mengatakan bahwa dia meninggalkanmu. Aku mendengarkanmu ketika kau mengatakan bahwa dia memutuskan dirimu. Aku memahamimu ketika kau mengatakan bahwa dia lebih memilih hati lain daripada hatimu. Dan kau akan merasa terlempar ke sudut kebinasaan! Tenggelam dalam rasa kehampaan yang sulit diisi oleh rasa berpengharapan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah sekian detik kau bergulat dengan racun kehilangan itu, bisakah kau mengatakan, ”Aku ingin memiliki kehilangan itu!” Aku ingin memiliki rasa kehilangan itu sebagai bagian dari kehidupanku? Beranikah dirimu untuk menggandengnya dalam setiap langkahmu? Pasalnya, kehilangan ini tak akan pernah bisa melepasmu. Meski kau berusaha untuk menghindarinya. Karena, jika kau berkesan menghindarinya, dia akan bersorak gembira dan memenangkan pertempuran! Akan tetapi, jika kau berani menariknya mendekat, menggenggamnya, dan mendekat erat di dalam hatimu, dia akan menjadi bagian hidupmu dan tak akan menyakiti hatimu lagi. Karena di balik kehilangan itu ada rasa baru yang tumbuh dan memberimu kekuatan baru. ”Pernahkah kau mengira kalau dia akan sirna. Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa. Rasa kehilangan hanya akan ada jika kau pernah merasa memiliknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau membuka matamu, kau akan melihat seorang malaikat kecil menyongsongmu di tengah padang bunga bakung. Dia berlari dan memeluk pinggangmu dengan erat. Ketika kau pandang bola matanya yang bening, kau akan melihat isi hatinya. Dia akan berkata kepadamu dengan jiwa penuh nyanyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku ingin mendekapmu karena kuingin memberimu kekuatan yang tak sanggup kuucapkan dengan kata-kata. Aku ingin mendekapmu karena kuingin memberimu semangat di saat dan dan pikiranmu sedang galau. Aku ingin mendekapmu karena kau sungguh berarti. Jangan sia-siakan hidupmu hanya untuk satu cinta yang tak pasti!”***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Untuk jiwa-jiwa yang telah terbang!&lt;br /&gt;Pemuatan ulang dari tulisan yang sama pada blog yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-394632442282430992?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/394632442282430992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=394632442282430992' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/394632442282430992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/394632442282430992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/04/kehilangan.html' title='Kehilangan'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-3699521364776353186</id><published>2009-04-16T23:39:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T18:35:56.541-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Ungkapan Nov</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Seperti biasa, jika aku sedang browsing, kusempatkan untuk melihat halaman friendster-ku (ato facebook-ku). Barangkali, ada pesan atau komentar yang datang dari teman-temanku. Kulihat ada tulisan yang baru saja diposting dari Nov. Demikian dia menuliskannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Saat itu aku tak tahu apa itu cinta. Yang aku tahu, cinta itu, kita suka sama cowok yang kita kagumi. Tak terhitung berapa cowok yang pernah kusukai, tapi tak perah kumiliki karena rasa takut akan kata ”tolak”. Pada akhirnya, rasa suka itu terbalas dengan satu cowok yang sangat aku kagumi. Di situ, aku mulai kehidupan cintaku (020503).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengajari aku arti kesatuan. Walaupun di antara kami banyak perbedaan, tetapi dari perbedaan itu kami bisa menjadi satu. Dia mengajari aku apa arti sayang. Kehidupanku sangat indah yang selalu dipenuhi rasa kangen akan kehadirannya. Apakah ini yang disebut cinta pertama? Dia juga mengajari aku apa arti cinta. Cinta di mana kuterima dia apa adanya. Walaupun aku mencoba untuk mengubahnya, tetapi aku juga harus ingat kalau cinta tak harus mengubah dia menjadi apa yang kuinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengajari ku rasa sakit hati. Dia tak pernah melukaiku. Tetapi kadang pada suatu hubungan itu pasti ada bertengkarnya. Dia mengajari aku arti kejujuran. Saat kami menjalin hubungan, kata ”jujur” itu menjadi sangat penting. Tak pernah sedikit pun aku bohong kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengajari aku arti perpisahan. Di mana ada pertemuan, di situ pula ada perpisahan. Susah untuk menerima semua itu. Walaupun aku menjalin hubungan dengannya sangat singkat, tapi bagiku itu adalah seumur hidup. Dan pada akhirnya aku tahu kalau cinta itu tak harus memiliki (190904).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ada satu hal yang dia tidak tahu. Aku menduakan cintanya. Aku menodai cinta kami yang suci itu. So, sorry...&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Aku sejenak membaca. Memaknai atas apa yang ditulis Nov. Mataku terpaku pada satu kalimatnya. &lt;em&gt;"Saat kami menjalin hubungan, kata 'jujur' itu menjadi sangat penting. Tak pernah sedikit pun aku bohong kepadanya. "&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi apa pun, sikap jujur itu tetap perlu dipertahankan. Bukan hanya karena demi cinta, sikap jujur tetap harus diperjuangkan. Apalagi cinta, untuk bekerja saja, seorang pimpinan selalu menekankan sikap jujur pada bawahannya. Jika sikap jujur itu sudah tak dihidupi oleh pimpinan, bagaimana bawahan mau mencontoh atau meneladan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran adalah bintang. Dia berada di awang-awang dan tak dapat diraih. Akan tetapi, taburannya yang berlaksa-laksa dan sinarnya yang berkerlap-kerlip, memberikan mozaik indah yang tak pernah bisa dilukis manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah seseorang berkata jujur jika pada kenyataannya kejujuran itu seperti bintang? Seperti kata Nov sendiri, pada saat dia menjalin hubungan, kata jujur itu sangat penting dan dia tak pernah sedikit pun berbohong pada kekasihnya. Akan tetapi, di tempat lain, Nov pun mengakui bahwa dia tak pernah bisa berkata sebenarnya tentang satu hal. Nov bilang, ”Aku menduakan cintanya. Aku menodai cinta kami yang suci itu”. Kejujuran itu menyakitkan.&lt;br /&gt;Apakah aku sudah bisa mengedepankan kata jujur? Bisakah aku mengatakan kepada kekasihku, ”Meski aku berjalan bersamamu, jujur kuakui bahwa aku pun menduakan dirimu dengan orang lain.” Ah, siapa yang bisa mengatakan ini? Ah, siapa yang tahan akan rasa sakit hati. Siapa yang mau mendengar kata ”khianat, jahat, menodai” dan kata-kata lain yang akhirnya mengantar pada kata, ”selamat tinggal, selamat berpisah, selamat jalan, aku pergi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran adalah landasan dalam hidup. Meski berat untuk meletakkan sebagai landasan sendi-sendi hati, namun manusia harus tetap memperjuangkannya. Nov tidak salah! Karena Nov, seperti aku juga, adalah manusia yang masih selalu berjuang untuk menebarkan kejujuran itu di hamparan permadai kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nov, jika kamu menyampaikan isi hatimu ini, kuanggap bahwa aku pun berkesempatan membawa ungkapanmu ini dalam perjalanan hidupku. Kuharap kamu masih tetap berjuang demi cinta dan kejujuran. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, 6 April 2009 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-3699521364776353186?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/3699521364776353186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=3699521364776353186' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3699521364776353186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3699521364776353186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/04/ungkapan-nov.html' title='Ungkapan Nov'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5627870114229735383</id><published>2009-04-06T21:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T21:18:55.031-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengalaman buruk'/><title type='text'>Kejahatan Itu....</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sebuah email dikirim dalam milis yang kuikuti. Pengalaman bentuk kejahatan yang berbeda lagi. Inilah bunyi email itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Guyzzzzzzzzzzzzzz! Gw mo sharing kejadian yg gw alami sendiri kemarin malam. Semoga ga ada lagi yg jadi korban kejahatan ala TISSUE BASAH yg hampir menimpa gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jam 21.30 gw naek bus dr UKI ke arah Blok M. Gw naek P 45 yang busnya mirip bus Jepang. Naaahh, waktu itu bus memang dlm keadaan agak sepi. Hanya beberapa orang saja di dalamnya, termasuk gw. Waktu bus sedang ngetem, naik seorang bapak dan dia sempat melihat keadaan sekeliling bus. Lalu dia duduk di samping gw. Di situ gw mulai curiga. Coz, sebenernya masih banyak tempat duduk kosong, tp yaahh gw no hard feeling lahhh.Awalnya emang ga ada apa-apa. Saat bus mulai jalan, dia mengeluarkan tissue basah merk yg lumayan terkenal. Dia gosok-gosokkan tissue itu ke telapak tangan dan lengannya, seolah mengelap keringat. Di situ gw mulai mencium bau agak aneh. Apalagi untuk gw yg memang sering pake tissue bassah merek itu. Baunya berbeda seperti bau aseton plus spritus bakar. Gw mulai mual. Pada saat itu emang posisi gw deket kaca dan kaca terbuka lebar. Lalu dia berkata,”Mbak, maaf kacanya boleh ditutup dikit, ya? Anginnya kenceng banget.” Lalu dia menutup kaca itu dan lengannya otomatis melewati hidung gw. Saat itu, bau aseton plus spritusnya makin menyengat hidung gw. Gw bener-bener pusing mendadak. Ketika dia melihat gw mual dan pucat, dia menawarkan tissue basah yg tadi digunakan. Langsung dia menyodorkan tissue itu di depan hidung gw dalam posisi setengah terbuka. Baunya langsung bikin mata gw kunang-kunang.Saat itu Tuhan masih baik sama gw. Seolah-olah otak gw sedikit disadarkan untuk segera turun dari bus itu. Dia berusaha mencegah dengan berpura-pura baik. ”Mbak gpp? Kok pucat?” Langsung gw tepis tangannya. Gw langsung berlari ke pintu keluar dan gw turun persis di depan patung Pancoran. Saat gw turun, gw bener-bener mual dan ga ngeliat tangga. Untung ditolong sama kondektur serta beberapa pengamen di situ. Saat itu gw dah pasrah karena gw dikerubutin pengamen-pengamen yg khawatir sama gw. Bahkan, salah satu dari mereka berpostur preman. Tapiii... dont judge a book from the cover. Gw malah ditolong sama mereka. Gw dikasih minyak angin sampe gw bener-bener muntah dan diberi air putih. Saat gw mulai baikan, gw cerita sama mereka. Mereka bilang itu memang kerap terjadi di bus P 45 jurusan Cililitan – Blok M. Biasanya incaran mereka adalah wanita yg duduk sendiri di dekat jendela. Sudah banyak yg jadi korban perampokan ala tissue basah dan memang benar dugaan gw tissue basah itu dicampur sama aseton dan alkohol 85%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ, gw baru dicariin taksi Bluebird. Para pengamen itu bahkan sempat mencatat nomor taksi dan nama si pengemudi untuk memastikan gw aman. Gw sempet mo ngasih duit buat mereka, tapi mereka nolak. Mereka cuma kasian sama gw dan ikhlas bantu gw.&lt;br /&gt;Jakarta oh Jakartaaaaaa! Kita bener-bener ga bisa nebak orang berdasarkan fisik. Orang yg keliatannya bejat malah mereka yg baik sama kita. So be carefull, girls! Itu bener-bener kejadian. Gw ngalamin sendiri. Selesai!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Masihkan aku harus memberi pendapat akan pengalaman ini?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semarang, 7 April 2009&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5627870114229735383?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5627870114229735383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5627870114229735383' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5627870114229735383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5627870114229735383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/04/kejahatan-itu.html' title='Kejahatan Itu....'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-4387536174260469771</id><published>2009-04-04T20:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-04T20:49:26.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selimut hati'/><title type='text'>Goresan Buat ”Kak S”</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Goresan Satu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sepasang mata bening &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Menatap penuh tanya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pada sesosok wajah teduh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Yang berjongkok di depannya dengan senyum selapis menggurat tipis di bibir hitamnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sepasang mata bulat bening tak lepaskan tatapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Ayah, kenapa namaku pendek?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Ah, namamu itu sebuah nama yang cantik, Cah Ayu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Secantik apa?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Secantik bintang-bintang yang bertaburan di hamparan karpet biru negeri Italia..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Ah, Ayah..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Ya, Cah Ayu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Benarkah aku cantik?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Iya tentu saja."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Tapi kenapa namaku pendek, Yah? Kenapa?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sepasang mata bening bulat tak lepaskan tatapannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sepasang mata tua meredup tak lepaskan selarit senyuman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Nak, namamu pendek. Tetapi, jika kau bisa memberi cinta pada selaksa makhluk, kau akan menerima keharuman nama yang tak akan pernah lekang. Suatu saat, kau akan mengerti, mengapa aku beri kau nama yang pendek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Gadis kecil tertunduk kelu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Dengan desakan tanya penuh talu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Gadis kecil berlari ke kaki cakrawala...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Lelaki separuh baya tak pernah lepas dari harap dalam sanubarinya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Jadikan bumi penuh kecantikan, Cah Ayu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Bisiknya pada angin, pada awan, pada pucuk-pucuk kamboja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Goresan Dua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sepasang tangan mungil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Menggenggam jemari rapuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Yang terbaring lemah di bibir dipan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Ayah..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Raut wajah tua kelelahan. Terdiam dalam haribaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Ini aku ayah. Mengapa Ayah diam saja?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Seutas senyum terjulur di bibir pucat tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Seakan berkata penuh kasih sayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Aku selalu mendengarmu, Cah Ayu! Bicaralah!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Seraut wajah mungil bersaput mendung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sepasang mata bening bersaput telaga hijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Hampir sudah bendungan rasa mendedah dada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Tak kuasa jiwa menahan gejolak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Hampir pecah kalbu menahan tangisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Ayah...Sampai kapan rasa ini terhimpit batu? Sementara Ayah terdiam tenang di peraduan abadi?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sepasang cicak bergerak perlahan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Tak ingin mendengar keluh kesah dari bibir mungkil kepucatan. Di angkasa, sepasang bangau terbang melintas dengan sunyi. Di ufuk barat, sebutir matamalam melayang pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semarang, 5 April 2009&lt;br /&gt;(Perarakan Maut)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-4387536174260469771?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/4387536174260469771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=4387536174260469771' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4387536174260469771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4387536174260469771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/04/goresan-buat-kak-s.html' title='Goresan Buat ”Kak S”'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-215764211672775751</id><published>2009-04-02T18:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T18:26:17.975-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu'/><title type='text'>Upik Kecil</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Lebaran tahun 2008 lalu, aku datang ke tempatmu. Sambil menyusuri jalanan beraspal kasar, ingatanku melayang ke masa sebelas tahun silam. Masa ketika aku tinggal di rumahmu untuk bisa berbaur dengan warga masyarakat karena sebuah tugas. Ah, suasana dusun yang selalu menyebarkan aroma alam: ladang, singkong, cabai, bebatuan, ternak, rumput!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu aku tiba di depan rumahmu, suasana tampak sepi. Sejenak aku menunggu. Apakah kamu dan keluargamu sedang pergi? Aku mengetuk pintu, lalu kutunggu. Ketika aku hendak memutari rumahmu, barangkali ada anggota keluargamu yang berada di belakang rumah, pintu depan terbuka. Bapak! Ya! Ayahmu membuka pintu. Dengan tawa riang, ayahmu menyambutku dengan penuh kegembiraan. Tanganku disambutnya dengan erat. Jabatannya terasa kuat di jari-jemariku. Sesaat kemudian, ayahmu masuk dan mengundang ibumu. Ternyata, ibumu ketiduran di depan televisi. Dengan masih menahan malu, Emak (kebiasaan memanggil ibumu) menyambutku. Ah, pertemuan yang terasa menyenangkan dan menghangatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang berbaring di depan televisi itu? Yang pasti tubuhnya adalah seorang gadis remaja. Namun siapa? Genduk, kakakmu? Namun, ayahmu yang kemudian menemaniku duduk bercerita bahwa kakakmu pada lebaran ini tidak pulang. Setelah sesaat berbincang-bincang, barulah aku tahu bahwa sosok yang tidur di depan televisi itu adalah dirimu. Upik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Upik! Sudah besar rupanya! Beberapa tahun lalu, ketika aku tinggal di rumahmu, usiamu belum memasuki masa taman kanak-kanak. Dengan gerak badanmu yang menggemaskan, potongan poni rambutmu, dan kadang masih ada ingus yang meleleh di hidungmu, dirimu tak pernah bisa kudekati. Lari ke pelukan Emak dengan wajah memerah malu! Aku hanya bisa mengulurkan sebungkus permen kepadamu. Itupun kamu menerimanya dengan cepat dan segera bersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Eh, bilang terima kasih dulu,” tegur ibumu. Kamu hanya menatapku dengan mata jernihmu dan segera pula menyembunyikan wajahmu di punggung Emak. Tanpa kupikir panjang, kupanggil dirimu dengan ”Upik”. Nama tokoh dari sebuah film boneka lama yang dulu pernah diputar di salah satu stasiun televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sejak itu, dia dipanggil Upik oleh semua orang,” kata Bapak dan Emak. Oh ya? Tidak akan terlintas dalam pikiranku bahwa panggilan spontan itu kemudian akan selamanya tersandang dalam dirimu. Ah, Upik, Upik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kamu sudah remaja. Tak ada lagi sisa-sisa ingatan masa lalu tentang dirimu. Meski, rasa malu-malu itu masih ada, namun dirimu telah berubah. Tentu secara fisik adalah yang paling tampak. Upik, jika aku bertanya kepadamu, ingatan apakah yang muncul dalam dirimu tentang diriku? Aku tak akan pernah tahu. Akan tetapi bagiku adalah aku pernah menjadi bagian dari keluargamu. Aku pernah hidup di antara kamu, kakak-kakakmu, dan kedua orang tuamu. Aku pernah menikmati guyuran hujan tatkala pulang dari ladang bersama ayahmu. Aku pernah menikmati nafas ngos-ngosan ketika harus membawa rumput dan naik di tebing-tebing bukit. Aku pernah duduk mengitari meja makan bersama keluargamu. Bersenda gurau, berdoa bersama, berbincang bersama keluargamu. Ah, namun waktu itu kamu masih sangat kecil, Upik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan beranjaknya waktu, kamu semakin besar dan aku telah lama meninggalkan desamu. Jika aku mengingatmu, aku hanya ingat bahwa kamu masih seorang anak kecil yang polos dan pemalu. Kini Upik kecil itu telah beranjak menjadi seorang remaja yang mulai menata perjalanan barunya. Berkelana dengan sebuah sepeda motor di jalanan terjal. Setiap hari menyusuri aspalan pecah menuju ke sebuah sekolah lanjutan tingkat pertama. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih bahwa nama ”Upik” itu masih tetap kamu sandang sampai hari ini. Ah, Upik, Upik!***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, 2 April 2009 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-215764211672775751?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/215764211672775751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=215764211672775751' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/215764211672775751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/215764211672775751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/04/upik-kecil.html' title='Upik Kecil'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-7161642017946566362</id><published>2009-04-01T18:20:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T18:22:16.235-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suport hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Dua Email</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Aku gak tau lagi gimana caranya menghubungimu. Aku kirim email, gak ada balasan. Aku ke tempatmu, gak ada. Aku telpon, kamu pergi. Apa aku benar-benar sudah kehilangan seseorang yang pernah dekat dengan aku.  Yang selalu panggil aku ”Teteh...” Aku memang pernah meninggalkanmu waktu aku ke B dulu. Aku berharap tidak ada yang berubah meski aku jauh (saat itu). Tapi ternyata harapanku hanya tinggal harapan. Aku gak tau apa ini hanya perasaanku saja, tapi yang jelas aku merasa kamu semakin jauh. Dulu aku yang pergi jauh, tapi hati kita dekat. Sekarang jarak kita sudah dekat, tapi kenapa justru ada rasa yang jauuuh banget. Sekali lagi, apa aku benar-benar sudah kehilangan seorang sahabat, seorang yang pernah dekat di hati? Maafkan, kalau aku sudah mengganggu ketenanganmu.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Dear  my beloved Bro. Your email make me love you more. I will love you always. I knew now, how much you hate me. I'm so sorry. Membaca tulisan Bro membuatku tersentak. Aku tersadar atas semua kekhilafanku. Entah kenapa, aku benar-benar tak bisa menahan emosi jiwa saat itu. Apa yang Bro tulis sangat aku butuhkan. Selama ini aku belum pernah bisa untuk mengaca. Aku selalu egois. Selalu memikirkan diriku sendiri. Once again, thank you. I love you more...&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dua email itu aku terima dalam waktu yang berbeda. Jaraknya pun sangat berjauhan. Kedua-duanya aku dapatkan dari dua temanku. Mereka pun dua teman yang kukenal berbeda waktu dan berbeda tempat. Akan tetapi, pertemuan dengan mereka itu bener-benar memberi bekas bagi diriku. Bekas yang mendalam. Ah, ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi yang menulis pertama itu, ketika aku membaca emailnya, jujur saja aku terkejut. Mengapa bisa memiliki dugaan seperti itu? Selama ini, aku tidak pernah memiliki pemikiran yang terlalu jauh tentang kedekatan ini. Dulu memang, ketika masih dalam masa kebersamaan, ada saat-saat menyenangkan bersamanya. Aku masih ingat persis, perhatiannya banyak banget. Lebih-lebih kalau saat makan. Apa saja disiapkan, ditanya mau makan apa, minum apa. Semua diambilkan. Wah, dimanja banget. Ya..., senang juga sih! Lambat laun, cerita demi cerita pun mengalir. Akhirnya kami begitu dekat. Setelah acara kebersamaan itu, beberapa waktu memang masih ada kontak, namun juga tidak terlalu sering. Hingga suatu saat, dia pindah ke B. Selama dia di B itu, kontak juga jarang. Sempat juga menghubunginya ketika dia ulang tahun. Tidak lama dia di B, balik lagi. Meski sudah satu kota lagi, kontak pun jarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pribadi yang satu lagi, itu baru saja aku kenal. Mengikuti sebuah training yang akhirnya mengharuskan menjadi satu kelompok dengan dia. Justru ketika satu kelompok itu, kedekatan selama proses training dan latihan jarang terjadi. Hanya pada saat-saat tertentu saja, aku berkontak dengan dia. Masalahnya, di akhir training, ketika mendekati selesai, ada tugas yang harus diselesaikan bersama, dirinya terlalu memikirkan perasaannya. Ada hal yang jauh lebih indah, sehingga banyak waktu yang dihabiskan diluar kelompok. Untuk hal ini pun, aku tidak terlalu menyalahkan karena aku sendiri belum tentu benar. Rasa kecewaku sebagai penanggung jawab tugas dalam kelompok itu dirasakan. Memang kecewa! Karena pada saat selesai training, aku pergi di hadapannya dengan rasa dingin. Dirasakan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari, dia kemudian mengontakku. Aku sendiri masih menyimpan perasaan tidak nyaman. Jengkel yang belum longgar. Kesempatan itulah yang kugunakan untuk menyampaikan beban yang ada dalam pikiranku. Segalanya kusampaikan dengan terbuka, termasuk penilaianku atau perasaanku pada dirinya selamat proses pembuatan tugas terakhir training itu.  Barangkali, karena keterusteranganku atau apa, dia kemudian membalas dengan email pendek seperti itu. Aku juga tidak menyangka bahwa dia bisa menanggapi sedemikian dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal banyak orang itu mudah. Begitu aku mau membuka mulut untuk menyapa, akan hadir di depanku orang yang mau berkawan. Akan tetapi, mengenal hati orang yang mau berkawan denganku itu tidak mudah. Tidak setiap orang yang menjadi kawan, akan memiliki perasaan untuk mampu membuka hati di hadapanku. Mengapa aku harus menyia-nyiakan hati yang sudah terbuka untuk berbagi denganku? Mengapa anugerah pribadi yang unik ini tidak aku pupuk sebagai kekayaan di dalam membentuk persaudaran dengan orang lain? Terkadang, dengan bersembunyi pada kesibukan, aku telah melalaikan hati yang telah terbuka itu. Padahal, jika hati itu terluka, tak akan mudah untuk sembuh dan menerima kehadiranku lagi.***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Semarang, 28 Maret 2009 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-7161642017946566362?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/7161642017946566362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=7161642017946566362' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7161642017946566362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7161642017946566362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/04/dua-email.html' title='Dua Email'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-1634519896205026151</id><published>2009-03-31T18:41:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T18:51:44.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suport hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Surat Tak Sampai</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tahun 2003, saat aku masih kuliah, ada program KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang harus kuikuti. Dalam KKN itu, aku bergabung dengan kawan-kawan dari berbagai jurusan. Jadilah satu kelompok dengan kawan baru. Yang lebih beruntung jika dalam kelompok itu, ada kawan yang memang sudah dikenal, meski berbeda jurusan. Namun bagiku tidak demikian. Aku sendirian dari jurusanku. Namun, begitu bisa gabung, aku pun dapat menemukan berbagai pengalaman yang memperkaya aku. Berbagai kegiatan dapat kulakukan dan kuselesaikan dengan kawan-kawan baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat perjumpaan terakhir dan pembubaran kelompok, aku dan kawan-kawan sempat makan bersama-sama di sebuah rumah makan. Saat itulah, kuberikan ungkapan-ungkapanku kepada kawan-kawanku dalam bentuk tulisan. Sayang sekali, seorang kawan berhalangan hadir, sehingga dia tak sempat menerima coretan tanganku. Namanya biasa dipanggil Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, aku tak pernah tahu kemana dirinya melanjutkan kariernya, setelah kami sama-sama lulus tahun 2004. Jika dia menemukan tulisanku ini, semoga dia bisa mengerti apa yang hendak kusampaikan. Jika tidak, tulisan yang telah kupindah dalam blog ini, semoga tidak hilang.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Ani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh persahabatan,&lt;br /&gt;Rasanya tidak mungkin aku mengungkapkan kesanku kepadamu hanya dalam jangka waktu yang sedikit dan terbatas. Maka aku sempatkan untuk memberikan ungkapan kesan dan terima kasihku kepadamu melalui tulisan ini. Sebelumnya, aku minta maaf jika nanti ada kesan pribadiku yang ternyata tidak berkenan di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waa..., ini dia temanku yang paling seger penuh tawa! Gimana, masih sanggup untuk tertawa panjang lagi sampe ujung barat dan timur mendengar, Dik? Ha...ha...ha...! Masih kuat ngisi TTS? Atau masih mau main kartu? Yah, mudah-mudahan semuanya masih menjadi hobi yang mengasyikkan di samping tugas-tugas lain, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang dapat kutimba selama aku bergaul dengan dirimu selama KKN. Barangkali bagi kamu tidak, namun bagiku, ya! Aku pikir, pada waktu pertemuan pertama di kampus, kamu orangnya tidak banyak ketawa. Eh, tak tahunya? Ngakakmu itu nggak ada yang menandingi. Bahkan Bu Muji aja sempat terheran-heran. Kamu tahu tidak, apa kata teman-teman jika kamu sudah mulai bicara? ”Waa..., Gunung Merapi nih, mulai mengeluarkan semburannya!” Gitu mereka bilang! Ha...ha...ha...! Sorry, nggak nyinggung, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah keistimewaanmu yang dapat kutangkap selama kita kenal sebagai teman baru di Dusun Surodadi. Kupikir, ini anak kok enak banget segala sesuatu dianggap santai, ringan, tanpa beban. Ketawa-ketiwi tanpa henti! Namun, setelah sekain lama aku mengenal sisi itu, aku jadi tersadarkan bahwa aku memang mesti menerima pribadi lain yang hadir di sekelilingku dengan apa adanya. Itulah pribadimu yang kutangkap tampak santai, ringan, penuh tawa, dan enjoy saat bergaul dengan orang lain. Sikap dan sifatmu itu telah menunjukkan kepadaku bahwa ada kalanya segala sesuatu yang dihadapi itu harus dirasakan dengan ringan, dengan tawa! Hal ini yang sebenarnya berat, namun dapat saja dibawa dengan ringan, sehingga justru cepat selesai. Itulah yang kutangkap dari pribadimu. Santai! Penuh tawa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, aku juga menyadari bahwa selama kita bergaul, tidak banyak hal yang sering kita bicarakan secara mendalam. Tidak mengapa! Itu semua juga kamu sadari bahwa tidak setiap orang dapat cocok untuk berakrab-akrab ria. Bahkan aku pernah mengungkapkan suatu ganjalan kepadamu pada waktu kita melakukan evaluasi dan berbagi pengalaman. Kamu dapat menerima dan menyadari itu dengan baik! Benar-benar aku menghargai sifatmu itu. Mungkin, latar belakang kehidupanmu yang berbeda dengan latar belakang kehidupanku atau teman lain, sedikit mengganjal pada saat harus hidup bersama. Mungkin, bagi dirimu tidak memengaruhi, namun bagiku atau teman lain memengaruhi. Nah, dalam situasi seperti ini, jika ada teman yang menegurmu, kamu mampu untuk menerimanya. Kamu tetap enjoy, tanpa tersinggung, dan kamu berusaha untuk memahami serta memperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kamu menilai bahwa hidup seseorang memang harus dijalani dengan keriangan. Ya, kalau memang itu yang kamu perjuangkan atau yang menjadi salah satu prinsip, itu pun aku hargai. Yang pasti, selama menjalin pertemanan dengan dirimu, aku belajar banyak hal. Belajar akan pentingnya sebuah relaksasi; belajar akan baiknya membawa sesuatu ke dalam keceriaan, dan pentingya menjalin hubungan yang baik dengan orang yang sekiranya akan membantu dalam meniti masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ani, terima kasih ya, atas kehadiranmu dalam kelompok kita. Aku menyadari sekarang bahwa pribadi sepertimu juga memberikan andil pada diriku. Aku semakin tahu bahwa tidak selamanya orang yang sedang memiliki tanggung jawab dan tugas harus diselesaikan dengan muka masam atau cemberut. Orang dapat mengerjakan dan menyelesaikan tugas dengan ringan dan muka cerah. Bukankah ini lebih menguntungkan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan apa yang kusampaikan ini tidak membikin kamu bingung! Inilah yang dapat kusampaikan, setelah nanti kita tidak bertemu lagi. Dari tujuh teman, kamulah yang paling jauh tempat tinggalnya. Kalau kamu sudah selesai dari Yogya, kembali ke Kalimantan, apakah mungkin dapat bersua kembali? Ya, akhirnya hanya doa yang dapat kusampaikan. Sukses ya, kamu menjalani hidup dan meraih masa depan! Baik-baiklah untuk berusaha! Akhirnya, selamat meniti karier yang cerah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, ya yang pasti tak akan pernah aku lupa bahwa ’lip balm-mu’ itu merupakan ingatan bagi diriku! Ha...ha...ha...! Nggak dapat barangnya, malah dapat pengalaman lucu! Aku minta maaf atas segala kesalahan, kekilafan, dan kekurangan yang membuatmu kecewa sebagai teman di Kelompok 57.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi terima kasih atas semua yang telah kamu bagikan kepadaku. Panggilan namaku yang sudah akrab sebagai anggota Kelompok 57, pertahankan dan pakailah itu saat kapan saja jika masih sempat bertemu denganku. Kuanggap ini sebagai kenanngan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, Februari 2003&lt;br /&gt;Doa dan dukunganku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hanya jejak-jejak inilah yang bisa kusampaikan. Entah, mungkin dia telah menggapai suatu cita yang dulu pernah diidamkannya. Aku tak pernah tahu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, 30 Maret 2009 &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-1634519896205026151?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/1634519896205026151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=1634519896205026151' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1634519896205026151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1634519896205026151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/surat-tak-sampai.html' title='Surat Tak Sampai'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-3236816398230814121</id><published>2009-03-31T06:53:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T06:57:24.355-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Kangen!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;"Aku jadi kangen waktu kulihat foto-foto itu. Nggak tahu, kapan aku ketemu kamu dan bagamana kalau ketemu? Aku masih lama di Flp, karena masih harus lanjut S2. Harapanku sih, kau datang ke Flp. Aku capek banget! Nggak tahu, mau gimana menorehkan perasaanku. Dulu aku bisa berlembar-lembar nulis ke kamu. Sekarang? Aku jarang nulis! Yang jelas, aku kangen ketemu kamu. Pengin ditemani nangis di depan pohon kita dulu. Meski aku yakin, situasi itu berubah. Ada hal yang aku rasa perlahan beranjak dari aku. Kenapa, ya? Aku masih bersikap manja dan sentimentil? Aku kangen kamu. Kangen hari-hari kita dulu. Nih lihat, air mataku jadi keluar, deh. Udah ya, nanti aku bisa nangis heboh lagi. Bye...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Ah, bagaimana bisa seperti itu? Jika pertanyaan ini kulandasi dengan nalar, tentulah bisa dijawab. Karena dia kangen. Titik. Itu saja. Namun, jika dikejar, mengapa masih kangen? Karena dia masih cinta kepadaku. Mengapa masih cinta? Karena aku sangat berkesan di hatinya. Mengapa berkesan? Karena.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduuuuh........, bukan seperti itu kan memahami perasaan orang lain, terlebih seseorang yang pernah merasa dekat di hati? Memahami perasaannya, tidak perlu mencari alasan-alasan mengapa bisa seperti itu. Yang pasti, dia kangen kepadaku. Itu saja. Titik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia menuliskan ungkapan itu kepadaku, jujur saja, aku merasa bingung. Bingung karena yaitu tadi. Masih saja mencari banyak alasan mengapa dia masih kangen kepadaku. Padahal, aku sudah bilang kepadanya berkali-kali, konsentrasilah pada tugas. Jangan menghiraukan aku lagi. Namun....., hik, hik, hik! Memang, dia masih menyimpan perasaan itu, mau bagaimana? Ya....kangen kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati memang memiliki lemari rahasia yang sulit sekali dibuka. Banyak hal yang bisa tersimpan rapat dan rapi di dalamnya, termasuk perasaan. Perasaan apapun bisa disimpan di dalam hati. Bisa saja malu, kecewa, senang, bahagia, sedih, takut, kangen, dan juga cinta. Ah, tidak harus memaksa seorang tukang kunci untuk membuka lemari rahasia hati orang lain. Karena, jika sudah tiba saatnya, lemari itu akan dibuka dengan sendirinya. Dengan demikian, akan tahu perasaan apa yang tersimpan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku tahu dia masih kangen kepadaku, berarti dia memang masih menyimpan perasaannya kepadaku. Perasaan apa? Ya....macam-macam! Yang jelas ya....kangen itu! Ah, tidak perlu diperpanjang. Sudahlah, dia memang kangen kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, jika dia kangen kepadaku, apa sekarang aku harus melarangnya? Perasaan itu kan miliknya? Bener kan? Dia bebas mengekspresikan segala perasaannya itu. Sementara, apa rugiku jika dia kangen kepadaku? Tidak ada! Justru sebenarnya, aku tersanjung dan bersyukur masih ada seseorang yang bilang kangen kepadaku. Itu artinya, diriku memiliki arti, minimal bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mengagung-agungkan diri kok! Aku hanya ingin jujur. Apapun yang ditampakkan olehnya kepadaku, adalah nyata-nyata perasaan yang ada di dalam hatinya. Meskipun aku harus mengakui bahwa aku tidak kangen kepadanya, namun aku masih ingin menghargai perasaannya itu kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku menatap puncak bukit di seberang kota S, di sana akan tampak sebatang pohon randu alas yang masih berdiri tegak. Ya..., pohon itu pula menjadi salah satu kenangan bersamanya. Aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan, karena jika aku mendekat, pohon itu masih tetap di sana dan aku juga sendirian. Aku tidak lagi bersamanya. Sama seperti dirinya yang sekarang jauh dariku. ***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;September 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-3236816398230814121?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/3236816398230814121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=3236816398230814121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3236816398230814121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3236816398230814121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/kangen.html' title='Kangen!'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-7891369337367262785</id><published>2009-03-29T17:34:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T17:35:01.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suport hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selimut hati'/><title type='text'>Tiba-Tiba Saja Menangis!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saat aku sedang browsing -cari lagu-lagu yang kusuka- aku temukan lagu Dewa 19 berjudul “Selimut Hati”. Aku pernah mendengar lagu ini. Easy listening sih! Maka, kucari saja video klipnya. Aku masih bisa menyaksikan video klip itu dengan personil Dewa 19 (Tyo, Drummer-nya masih juga ikut) dan beberapa talent seperti Maia, Mulan, DJ Chatty. Spontan saja, sambil melihat itu, aku langsung saja mewek! Wee........kenapa ini?&lt;br /&gt;Ah, ya ingat akan kenyataan sekarang ini. Antara video klip dengan situasi yang ada saat ini. Dalam video klip itu, tampak betapa kemesraan dan perhatian itu tergambar. Sekarang? Semuanya itu telah lenyap. Dhani berseteru dengan Maia. Mulan keluar dari Ratu. Tyo sudah tidak gabung lagi di Dewa 19. Siapa yang akan mengira bahwa kesuksesan dalam mendapatkan aplaus itu juga akan diikuti dengan kesuksesan dalam menjalani biduk rumah tangga? Tak ada yang bisa memperkirakan. Mungkin hanya peramal saja. Namun, ah, kali ini janganlah membicarakan peramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, itulah! Suatu perasaan sepertinya bisa saja berubah hanya dalam jangka waktu ketukan jari! Kemarin benci, sekarang sudah cinta. Kemarin cinta, esok sudah musuhan! Apakah hanya sebatas itu sebuah perasaan itu bisa bertahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu sadar bahwa menjalani hidup dengan sempurna itu tak mudah. Justru, kesempurnaan itu bisa nyata ketika segala hal terjadi. Seseorang bisa sempurna menjalani kehidupan, manakala dirinya berhasil. Namun, jika terus berhasil, itu bukanlah kesempurnaan hidup. Seseorang pun perlu juga merasakan kegagalan. Karena kegagalan adalah bagian dari kehidupan. Tidaklah mungkin, seseorang mengejar keberhasilan terus-menerus. Jika toh ada orang lain menganggap sesama berhasil, itu pun belum tentu benar. Karena yang bersangkutan bisa merasa berbeda dari pandangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan dalam mempertahankan hidup rumah tangga adalah kesempurnaan dalam menjalani kehidupan. Namun, apakah setiap orang harus selalu mengalami kegagalan yang sama? Tentu saja tidak! Terkadang, kegagalan orang lain bisa dijadikan cermin agar kegagalan dirinya tidak separah orang lain. Belajar dari pengalaman orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semudah itukah? Nyatanya memang tidak mudah! Sedang seseorang yang berhasil menjalani kehidupan dan mendapatkan hal-hal yang penuh, ternyata bisa saja terperosok dalam kegagalan. Ya...paling tidak contoh yang kusampaikan di atas tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ungkapan ini, aku tidak sedang mengomentari keadaan mereka itu. Aku hanya ingin melihat dan belajar dari kehidupan mereka itu. Tidak lebih dari itu. Meski mereka gagal, mereka pun memiliki keberhasilan. Antara keberhasilan dan kegagalan, sering berjalan seiring. Jika manusia tidak waspada, salah satunya bisa menjadi jalan tenggelamnya jiwa dalam keputusasaan. Apakah keberhasilan juga bisa menenggelamkan jiwa? Tentu saja bisa! Jika kegagalan itu mengantar pada sikap tidak rendah hati. Apakah kegagalan juga bisa menenggelamkan jiwa? Jelas! Karena kalau tidak segera bangkit, dirinya akan selalu terpuruk dan putus asa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku menangis! Namun, tangisan ini adalah tangisan bela rasa! Berbela dan berasa atas apa yang hendak kulihat dalam diriku sendiri!***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;September 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-7891369337367262785?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/7891369337367262785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=7891369337367262785' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7891369337367262785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7891369337367262785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/tiba-tiba-saja-menangis.html' title='Tiba-Tiba Saja Menangis!'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-8903929388299343696</id><published>2009-03-28T20:33:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T20:34:19.742-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Telepon dari Seberang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Saudaraku tiba-tiba bilang kalau aku diminta untuk menelepon Liani. Liani? Ah, mengapa harus nelpon? Sudah lama aku tidak berkontak dengannya. Tetapi mengapa aku harus meneleponya? ”Mungkin dia masih menyimpan masalah sama kamu,” kata saudaraku itu sambil tertawa. Sialan, kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liani itu kawan lama. Dia kukenal kira-kira empat tahun yang lalu di kota S. Waktu itu, ada sebuah kegiatan yang membuat aku bisa berjumpa dengan dirinya. Nah, yang membikin hal mengesan bukan Liani, melainkan diriku yang bergulat dengan masa laluku. Kok Liani bisa terlibat? Ceritanya, waktu mengikuti kegiatan itu, acapkali berjumpa dengan Liani, aku selalu tidak bisa saling berkomunikasi. Diam-diaman. Jika berpapasan dengannya tak ada sapaan hangat. Padahal, dia kawan baru, mestinya aku memberi sapa yang hangat. Namun itu tidak kulakukan. Aku juga heran dengan diriku ini. Ada apa sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang satu bulan (kegiatan itu dilakukan selama dua bulan dengan tinggal di asrama), aku mulai menemukan akar persoalan. Akar persoalan itu ternyata ada dalam dirku sendiri. Sosok Liani itu ternyata mirip dengan seseorang di masa laluku yang membikin aku sakit hati. Oh, itu yang membuat komunikasiku dengan Liani terhambat. Menyadari itu, aku berusaha untuk menyelesaikan. Ternyata tidak mudah! Aku mencoba mendekati untuk menyampaikan segala ganjalan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang, selesai makan siang, aku mengajaknya untuk berbicara. Kepadanya kuungkapkan bahwa aku meminta maaf jika ada perilakuku yang membuatnya tidak nyaman. Kusampaikan apa adanya tentang alam bawah sadarku yang membenci seseorang namun tersalurkan pada sosok dirinya. Liani bisa mengerti. Aku berusaha untuk mengolah luka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat namun pasti, aku mulai mampu untuk berkomunikasi dengan Liani. Meski masih sulit, aku tetap berusaha berkontak dengan Liani. Saat-saat lain, jika bertemu, aku menyapanya. Bahkan, aku berusaha untuk duduk sebangku di ruang pertemuan. Hingga pada akhirnya, segala kebekuan itu mencair. Obrolan sudah terjalin dan senda gurau pun tercipta. Di saat-saat pertemuan di kelas, aku tukar bolpointku dengan milik Liani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tiba-tiba saja sekarang dia memberi tahu saudaraku agar aku meneleponnya. Benarkah ada sesuatu masalah masa lalu yang belum selesai? Ah, mungkin bukan! Karena yang memiliki masalah adalah diriku, sementara Liani tidak ada masalah apa pun. Semuanya sudah berlalu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 20.45, aku hubungi Liani. Agak lama juga tersambung ke ponselnya. Sempat terputus. Ketika bisa tersambung, dengan ringan kusapa Liani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Haloo...met malam, met jumpa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hei! Pa kabar? Lama tidak kontak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya begitulah....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan pun terjalin. Ternyata benar! Bukan suatu masalah. Nyatanya, sampai 30 menit obrolan itu, segalanya berjalan dengan baik. Apa yang ingin disampaikan kepadaku? Sebuah undangan. Dia mengundangku untuk datang tanggal 8 September. Ada peristiwa yang sedang dirayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aduh, sori, aku tidak bisa kalau mendadak begini,” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Habisnya...., kamu tidak pernah berkirim kabar sama aku,” sahutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iya maaf. Tapi nanti aku hubungi jika perayaan itu sudah selesai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bener lho! Aku tunggu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi aku tidak janji....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lho, gimana sih? Pokoknya aku tunggu tanggal 8 malam telepon aku. Awas kalau tidak!” kata Liani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah percakapan malam itu. Meski hanya bertukar kabar, perjumpaan dengan Liani lewat udara ini telah memberiku suatu pengalaman bahwa ada masa-masa ketika seseorang itu ternyata masih saling memerlukan. Paling tidak, saling menyapa. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-8903929388299343696?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/8903929388299343696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=8903929388299343696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/8903929388299343696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/8903929388299343696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/telepon-dari-seberang.html' title='Telepon dari Seberang'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-7976328920823080971</id><published>2009-03-27T19:23:00.000-07:00</published><updated>2009-03-27T19:25:16.402-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suport hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>My Rumiyin!!!!!!!!!!!!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Heran aku! Kai selalu memanggilku dengan kata-kata itu. Apa sih yang membuatnya selalu memanggilku dengan ”My Rumiyin, My Rumiyin” itu? Kalau diterjemahkan sesuai kata aslinya, bener-bener tak bakalan menjadi jelas, bahkan membingungkan. Apa coba, dengan maksud ”dulu-ku, dahulu-ku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apaan sih, my rumiyin, my rumiyin....,” tanyaku waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lhah..., kan Bro emang my rumiyin. Piye toh?” jawabnya sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu tahu artinya rumiyin?” lanjutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Artinya: dulu, kan?” sahutnya dan lantas berlalu dari hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Kai. Penjelasan tentang ”My Rumiyin” itu tak pernah dia sampaikan kepadaku. Jika ngomong soal Kai, aku lalu ingat pertemuannya beberapa waktu lalu. Awal mulanya hanya karena persamaan tujuan untuk mengikuti suatu kegiatan di pinggiran kota Y. Bahkan ketika kegiatan itu aku jalani bersama teman baru lain, termasuk Kai, segalanya berjalan dengan lancar. Segalanya bisa terjadi dengan baik, dan hasil kegiatan itu pun dapat kubawa pulang dengan baik pula. Sampai pada penghujung kegiatan, Kai membuat pengakuan di hadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang salah tentang Kai? Jika ingat pengakuannya, aku sebenarnya tidak ingin menyudutkan bahwa apa yang dilakukan itu semata-mata adalah kesalahannya. Sebagai manusia, siapa yang tidak salah langkah karena kelemahan? Tak seorang pun bisa lepas dari kekeliruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihatnya bisa bergembira di pagi hari, bagiku sudah cukup untuk bisa memberinya kesejukan. Tak ada yang ingin kuminta banyak darinya. Jika dengan sentuhan udara dingin, basahnya tetesan embun, dan hangatnya sinar matahari pagi, Kai sudah bisa menikmati satu hari itu saja, itu adalah anugerah yang sangat besar bagiku. Meski aku hanya bisa mengajaknya menyusuri jalan-jalan setapak atau pematang-pematang sawah atau pinggiran sungai, itu adalah kesempatan yang sudah lebih dari cukup bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, aku begitu terganggu. Mengapa aku sulit untuk menerimanya? Apakah karena di dalam hatiku ada tuntutan agar dia tampil sebagai seorang Kai yang sempurna? Atau karena aku sendiri yang masih menipu diriku atas rasa cukup yang selama ini kupertahankan dalam diriku? Semestinya, ketika Kai berterus terang kepadaku atas segala tindakan yang menurutnya bodoh itu dilakukan, aku tak harus menyudutkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Waktu itu, entahlah. Aku gak tau...! Masih ingat sih perasaan aku saat itu. Amburadul banget! Ga tau aku juga kenapa...” katanya memulai percakapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Trus ngapain harus ngajak ngomong aku dan akhirnya malah gak jadi?” tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah, Bro...! Aku juga ga tau...! Mungkin karena takut pisah sama Bro? Gak tau juga... Biasanya ada yang jagain aku... Terus sekarang gak ada! Gak tau...! Aku ngerasa salah sama kelompok karena gak ngapa-ngapain. Ngerasa.... ah...,” Kai terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menunggu dia melanjutkan kata-katanya. Ini penting karena aku perlu mengerti apa yang sebenarnya yang ingin dia sampaikan kepadaku. Itu semata-mata, agar aku bisa makin mengerti apa yang hidup dalam diri Kai saat itu. Kudengar, pelan Kai melanjutkan kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mungkin juga belum rela ninggalin acara jalan pagi yang begitu berarti untuk aku. Entahlah... Mungkin karena baru saat itu aku bisa bebas lepas, lepas berekspresi. Aku emang cengeng. Aku gak tau sebenernya aku kenapa? Kenapa? Makanya aku tanya Bro. Rasanya Bro udah kenal aku lebih dari aku sendiri. Aku ngerasa aman sama Bro karena yakin Bro gak akan suka orang lain ngapa-ngapain aku. I really need friend untuk ngobrol.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kai terisak. Berupaya untuk memahami gejolak perasaan Kai, bagiku adalah usaha yang tidak mudah. Bagaimana aku harus memahaminya, sedang dalam diriku bergejolak perasaan tidak suka atas apa yang dilakukan. Akan tetapi, mengapa aku tak menyukainya, jika dia di hadapanku berterus terang atas segala kesalahan yang telah dia lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seingat aku, ”lanjut Kai, ”waktu itu aku masih panik, sedikit bingung. Aku ngerasa bersalah banget karena aku suka sama En dan rasa sukaku itu ganggu kerja kelompokku. Kerjaanku jadi gak karuan. Semuanya amburadul. Aku menyadarinya dan aku harus menyudahinya. Memang semestinya aku gak usah tarik tangan Bro saat itu. Karena gak penting banget Bro ikutan urusanku. Tapi aku ngerasa cuma punya temen Bro aja. Aku mau ceritanya ke Bro. Karena Bro ketua kelompok yang aku bikin acakadul. Yang lebih bikin aku nyaman, Bro gak akan pernah suka sama aku. Itu yang bikin aku comfortable untuk bicara sama Bro, walau akhirnya gak ada yang keluar. Tuh kan bener?  Gak ada yang penting, makanya waktu itu gak ada yang keluar. Masa, masalah kayak gitu aku gak bisa atasi sendiri? Tapi nyatanya emang aku gak bisa ngatasi hal sepele macam itu. I really need you, Bro. Untuk nampar aku, untuk mengguncang bahuku, untuk menunjukkan semua kelakuanku. Susah banget melihat dari sudut pandang orang lain ke diri sendiri. Aku belum pernah merasa nyaman sama cowok, selain sama Bro. Maksudnya untuk berusaha berbicara, walau akhirnya gak jadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah payah Kai menyelesaikan kata-katanya. Aku menghela nafas. Terus mau apa sekarang? Jika Kai memanggilku, ”My Rumiyin......!” apakah aku juga harus tetap memalingkan wajahku ke arah lain dan meninggalkan cibiran kepadanya? Haruskah sebesar itu aku menghukum Kai, sementara dia telah membuat pengakuan di hadapanku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi Kai, bagiku adalah menghadapi pengalaman masa laluku. Aku harus berani mengakui dan menerima apa yang telah terjadi pada masa laluku. Kai bukanlah masa laluku. Dia adalah masa kini yang sedang memberiku sandungan-sandungan kecil pada ujung jari-jemari kaki dalam kancah jalan kehidupan ini. Ah, Kai. Kesalahan itu bukan hanya milikmu. Kesalahan itu tetap saja ada pada diriku. Bukan saja dirimu dan diriku, melainkan orang lain juga memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung malam, aku hanya bisa membisikkan pada Kai, menyampaikan rasa salah dan maafku, karena sikap penyudutanku kepadanya. Seandainya dia bisa sedekat angin malam ini, akan kurengkuh dan kubisikan kata itu di dekat telinganya. Jangan pernah menyerah untuk berubah. Mari berupaya bersama aku. Aku selalu mendukungmu. Aku selalu menyayangimu.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus 2008&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-7976328920823080971?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/7976328920823080971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=7976328920823080971' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7976328920823080971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7976328920823080971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/my-rumiyin.html' title='My Rumiyin!!!!!!!!!!!!!'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-4206980449256640098</id><published>2009-03-27T07:23:00.000-07:00</published><updated>2009-03-27T18:40:21.358-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suport hidup'/><title type='text'>Enam Pertanyaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Seorang kawan mengirimkan email kepadaku. Ketika kubuka, email itu berisi tentang suatu cerita. Demikian cerita lengkap itu.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan. Pertanyaan &lt;span style="color:#000000;"&gt;pertama &lt;/span&gt;demikian, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"Murid-muridnya ada yang menjawab, "Orang tua", guru, teman, dan kerabatnya."Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian". Sebab kematian adalah PASTI adanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan &lt;span style="color:#000000;"&gt;kedua&lt;/span&gt;. "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?"Murid-muridnya ada yang menjawab, "Negara Cina", bulan, matahari, dan bintang-bintang."Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Siapa pun kita, bagaimana pun kita, dan betapa kayanya kita, tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu. Sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang &lt;span style="color:#000000;"&gt;ketiga&lt;/span&gt;. "Apa yang paling besar di dunia ini?"Murid-muridnya ada yang menjawab "gunung", "bumi", dan "matahari."&lt;br /&gt;”Semua jawaban itu benar.” kata Sang Guru, ”tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu". Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya. Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi. Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini. Jangan sampainafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pertanyaan &lt;span style="color:#000000;"&gt;keempat&lt;/span&gt;, "Apa yang paling berat di dunia ini?"Di antara muridnya ada yang menjawab, "Baja", besi, dan gajah.""Semua jawaban hampir benar," kata Sang Guru, ”tapi yang paling berat adalah "memegang amanah". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pertanyaan yang &lt;span style="color:#000000;"&gt;kelima&lt;/span&gt; adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ..."Semua itu benar...", kata Sang Guru...tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Lalu pertanyaan &lt;span style="color:#000000;"&gt;keenam&lt;/span&gt;, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?"Murid-muridnya menjawab dengan serentak, "PEDANG!""Hampir benar," kata Sang Guru, ”tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...senantiasa belajar dari MASA LALU...dan tidak memperturutkan NAFSU...???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-4206980449256640098?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/4206980449256640098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=4206980449256640098' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4206980449256640098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4206980449256640098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/enam-pertanyaan.html' title='Enam Pertanyaan'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-1999361081624159563</id><published>2009-03-26T07:25:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T07:45:52.199-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sembilu'/><title type='text'>Bermain-main!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Asyiknya anak-anak! Bisa bermain sesukanya! Dari pagi sampai sore! Di sekolah, bermain! Di rumah, bermain! Barulah ketika bunda mereka datang dan mengajaknya untuk segera mandi, mereka menghentikan permainan yang seru itu. Bubar! Kemudian pulang ke rumah masing-masing! Asyiknya anak-anak yang bermain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, itu kan anak-anak yang bermain-main. Namun pernahkah ada permainan yang benar-benar tidak menyenangkan? Ada ya? Ada! Ya, tentu saja ada. Aku ingin bilang padamu bahwa permainan yang tidak menyenangkan ini biasanya yang melakukan adalah kita, orang yang sudah mengaku besar, gede, dewasa! Disadari atau tidak, permainan ini selalu ada, ada, dan ada! Apa yang ingin kusampaikan? Ya permainan yang tidak menyenangkan itu! Apa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Main hati! Wa? Iya! Hati kok diajak main-main! Tapi ada yang mengalami lho! Coba aja simak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...........&lt;br /&gt;Tak pernah sebelumnya&lt;br /&gt;Tak pernah kuduga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuakui ku main hati&lt;br /&gt;Kutak bisa tuk memungkiri&lt;br /&gt;Ku main hati&lt;br /&gt;.........................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu, kan? Itu syair, aku ambil dari lagunya Andra &amp;amp; The Backbone berjudul “Ku Main hati” Tidak usah menunjuk-nunjuk, main hati itu nyatanya selalu berkait dengan hati, hati, hati, dan hati! Yang penting, diakui sajalah! Gitu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita benar-benar masuk ke dalam permainan “hati” itu? Tidak ada yang bisa mengakui, apakah dirinya pernah bisa benar-benar masuk. Alasannya, sekedar sedikit main-main saja, lebih sering terasa tidak menyenankannya. Apalagi kalau masuk dalam permainan itu? Bisa-bisa hangus kebakar oleh hati itu sendiri! Wa....ha....ha...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, permainan ini akan selalu ditemui dalam kehidupan. Karena, setiap dari kita masih memiliki hati. Hati inilah yang tak pernah bisa kita ajak untuk mengikuti pikiran kita. Hati memang ingin merasa senang, bahagia, gembira, puas! Karena hati yang tidak merasakan itu semua, lambat laun akan menjadi menciut dan bisa beku sendiri. Hati yang ingin merasa senang, bahagia, gembira, dan puas itu biasanya selalu mencari banyak cara. Salah satunya adalah bermain itu tadi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah salah untuk sekedar bermain? Tidak ada sih! Bahkan kita yang mengaku sudah besar, dewasa, gede pun tetap ingin melakukan permainan. Masalahnya, karena kita merasa seperti itu, antara permainan dan hati dijadikan satu dan bener-bener disrempet-srempetkan! Alhasil, permainan yang menyentuh hati, bisa membikin dua sisi. Bahagia dan sedih! Gembira dan susah! Puas dan kecewa! Itulah manusia dewasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah demikian, seperti aku katakan di atas, permainan menjadi tidak menyenangkan. Permainan bisa menjadi licik, diam-diaman, tidak jujur, dan sebagainya! Hati siapa yang ingin merasa dikecewakan? Karena tak ingin kecewa, maka perlu diselubungi kelicikan dan ketidakjujuran! Alhasil, jika semua ini terbongkar, hancurlah semuanya! Permainan yang ingin dipakai sebagai pembuat rasa gembira, senang, bahagia, puas itu malah justru membuat sedih, kecewa, dan bisa saja patah! Iya, patah! Patah hati! Woooo.........!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, siapakah yang benar-benar mau masuk dalam permainan yang menggunakan ”hati” ini? Tak ada yang mengaku! Namun, namun, namun.........kita selalu saja bersinggungan dengan itu. Diakui atau tidak! Disadari atau tidak! ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semaranga, 26 Maret 2009 (di hari Raya Nyepi)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-1999361081624159563?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/1999361081624159563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=1999361081624159563' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1999361081624159563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1999361081624159563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/bermain-main.html' title='Bermain-main!'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5678407933721722126</id><published>2009-03-24T22:26:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T22:27:49.013-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sakit hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sembilu'/><title type='text'>Barisan Kata-kata</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;”Sorry aku baru ke kamar lagi. Tadi komputer kutinggalkan on karena ada mahasiswa yang curhat. Maaf beribu maaf, mungkin besok malam kita bisa curhat. Maaf, ya!”&lt;/em&gt; (3/27/2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, malam itu aku hanya ingin melihat apakah dia sedang on line atau tidak. Maka, kubuka sarana chatting-ku dan kulihat dia sedang on line. Aku pun segera menuliskan satu baris ucapan padanya. Kubiarkan sebentar sambil aku browsing di internet. Beluma ada dua menit, tiba-tiba dia meninggalkan pesan padaku. Intinya, dia memang agak jarang untuk on line karena merasa tidak nyaman jika sedang on line ada beberapa sapaan lain yang masuk dan ini membuatnya ruwet. Kemudian ditinggalkannya pesan untuk lain kali menghubunginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja, hatiku disergap rasa tersinggung. Rasa tersinggung yang tidak terlalu besar, namun cukup membuatku untuk segera mungkin memutuskan koneksi chatting-ku itu. Sepertinya, ketika aku on line, kehadiranku hanyalah menjadi salah satu dari pengganggu itu baginya. Mengapa bisa demikian? Aku tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ketika aku iseng untuk melihat sarana chatting-ku lagi, kulihat beberapa baris pesan yang ditinggalkan kepadaku. Itulah pesan yang tertulis di atas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa tersinggungku belum sirna. Ada desakan dari dalam diriku untuk tidak mengacuhkannya. Meski dia mengajak untuk berbagi di lain waktu, aku tak ingin menanggapinya. Biar saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hatiku, muncul dua kubu yang berperang. Satu kubu ingin mempertahankan perasaan tersinggungku. Satu kubu ingin memahami situasinya. Tak mudah. Perasaanku benar-benar terluka. Jujur saja, setelah lama aku tak berkontak dengannya, baru malam itu aku mencoba untuk menghubunginya. Itu pun tidak aku paksakan. Artinya, saat itu aku hanya menyampaikan sedikit ucapan. Terasa sekali, betapa tak diharapkannya sapaan dan kehadiranku baginya. Betapa tak berartinya kehadiranku malam itu baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di sisi lain, setelah aku mengerti alasannya, aku berusaha untuk mengerti akan keberadaannya saat itu. Malam itu dia memang sedang diperlukan oleh sesama yang barangkali jauh lebih memerlukan dirinya. Itu artinya dia memiliki arti bagi sesama di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, entah mengapa aku masih sulit untuk bisa menerima itu. Mungkin pada saat kutuliskan ungkapan ini, perasaanku sedang larut dengan suasana ketiadaan arti dalam diriku sendiri. Barangkali aku masih dilingkupi rasa kecil karena memang tak mampu untuk hadir bagi sesama. Barangkali aku masih terkungkung dengan rasa iri akan talenta orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rendah hati, aku sungguh meminta maaf jika ungkapanku ini kemudian membuatnya merasa bersalah. Aku hanya ingin bersikap jujur atas perasaan yang tiba-tiba saja muncul.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, 25 Maret 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5678407933721722126?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5678407933721722126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5678407933721722126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5678407933721722126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5678407933721722126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/barisan-kata-kata.html' title='Barisan Kata-kata'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-8335664834497919593</id><published>2009-03-24T08:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T08:10:21.044-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suport hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Awan Untuk Denok</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Aku berhenti di bibir jurang. Menghela nafas dan membuangnya dengan sekuat tenaga. Kemudian berbalik dan duduk di bawah pohon melinjo. Jurang ini bagian dari ladang milik Mbah Kakung. Berada di tepi sebelah selatan dan sekaligus menjadi batas. Batas segalanya. Batas milik dan juga batas pandangan! Karena di balik jurang itu tak akan ada lagi ladang milik orang lain. Di bawah jurang itu, sudah mengalir sebuah sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku berada di bibir jurang ini, aku bukan untuk bunuh diri. Aku hanya ingin menyendiri. Menyendiri dan mengenang apa saja sambil berbaring di bawah rindangnya pohon melinjo yang tumbuh tak jauh dari bibir jurang itu. Mataku menatap arak-arakan awan yang seolah saling berkejaran. Awan putih bergelombang, bergulung, dan saling membaur satu sama lain. Kemudian menjadi bentuk yang beraneka ragam. Gumpalan-gumpalan itu bisa berbentuk binatang, pohon, orang. Pokoknya, sesuka mataku dalam memandangnya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja, segumpalan awan membentuk sosok manusia. Seakan berdiri, berkacak pinggang. Kok gendut ya? Lalu, sekelebat banyangan seraut wajah terlintas di benakku. Seraut wajah itu seakan-akan menempel di gumpalan itu. Wajah Denok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, mengapa harus wajah Denok yang tiba-tiba nongol di gumpalan awan itu? Mungkin karena Denok itu gendut. Atau mungkin karena aku masih ingat perbincanganku dengannya beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;                                                                --00--&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada yang ingin aku katakan kepadamu. Beberapa kali aku bertemu teman di sini. Mereka bilang, kita memang bisa terus saling kontak dan berbagi. Namun, waktu dan keadaan bicara lain. Ketika ada kenyataan bahwa setiap orang memiliki kepentingan dan kesibukan beda, pertemuan ini tinggal kenangan. Tak ada sentuhan, tak ada sapaan, tak ada apapun. Maka, aku hanya ingin berkata padamu, meski hari ini kamu berbincang dan bertemu aku, sadarilah bahwa tak akan pernah ada waktu yang sama, yang dapat mempertemukan kita lagi. Seandainya masih ada hari dan waktu, itu adalah keajaiban dari Sang Pemberi Waktu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa maksud Mas?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mengapa bingung?” tanya balikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak bingung. Jadi sedih dengernya...! Ya, aku tahu maksud Mas, tapi aku tidak bakalan begitu kok. Selama aku masih bisa....,” jawabnya pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku hanya ingin memaparkan kenyataan kepadamu....,” kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mas setiap saat bisa bicara sama aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang kamu bisa bilang begitu....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kan, orang harus bermimpi dulu untuk bisa memiliki cita-citanya. Tidak ada salahnya kalau kita optimis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi, cobalah mengerti, kita akan menemukan banyak hal yang sering tidak bisa diatasi....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menurut aku, tidak ada salahnya kita memiliki keyakinan, Mas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku bisa terima. Bisa! Sekaligus aku memberi kamu kenyataan-kenyataan yang akan terjadi...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalaupun kenyataan itu berbicara lain, toh kita sudah maksimal mengusahakan. Atau mungkin Mas yang tidak mau berbicara dengan aku lagi, ya? Menyesal kenal aku yang cerewetnya kayak nenek-nenek?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lho? Kok bilang begitu? Tidak, tidak! Kamu baik kok!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau  bukan tidak mau, apa alasannya? Aku tidak suka dengan orang yang pesimistis. Hidup harus yakin dan optimis...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;                                                                   --00--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Arak-arakan awan itu semakin menjauh. Bentuk orang gendut berkacak pinggang itu sudah tercerai-berai dan berubah bentuk bersama arak-arakan awan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakin! Optimis! Kuulang kata-kata Denok itu dalam hati! Aku hanya menghela nafas dengan lebih pelan. Bukan aku tidak mempercayai kata-kata Denok, aku hanya ingin menyampaikan kepadanya bahwa betapa tak mudahnya menyembuhkan luka akibat kegagalan demi kegagalan yang pernah kualami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus bagaimana? Kekecewaan demi kekecewaan itu masih saja menggores di ujung hatiku. Meninggalkan bekas yang belum bisa disentuh dengan jari-jari pengharapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung senja ini, di bibir jurang ini, sekelebat bayangan wajah Denok mampir kembali. Mungkin, kata-kata yang meluncur dari bibirnya adalah kata-kata pengingat kepadaku. Pengingat bahwa meski kekecewaan itu selalu ada dalam hidup, namun seseorang perlu untuk tetap bertahan dalam pengharapan. Meski untuk bertahan dan menggapai harapan itu, harus mempertaruhkan perasaan-perasaan sakit yang masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuusap ujung mataku. Ingin rasanya dari buliran air mata itu, aku mengusap hatiku yang masih menahan pedih kekecewaan. Ingin rasanya dari sentuhan jari ini, aku mencoba menyembuhkan pedih itu dengan kata-kata Denok. Yakin! Optimis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubangkit dari berbaringku. Dengan masih menatap arak-arakan awan yang berada di bibir jurang, aku ingin berkata pada Denok. Kapan ya, aku bisa menorehkan kata-kata optimis itu agar bisa tetap menghidupi pengharapanku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku berjalan meninggalkan ladang Mbah Kakung, bayangan Denok masih saja mengikuti. Serasa dia berlari dan mengejarku, menangkap lenganku. Rengekan manja begitu saja keluar dari mulutnya. Hidung peseknya yang membuatku gemas itu ingin kucubit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di senja ini, meski tak akan bisa aku memapasnya di ujung waktu saat aku bertemu dengannya, aku ingin membawakan sesuatu untuk Denok. Ingin kukirim segumpal awan untuknya. Biarlah Denok menatapnya dari ujung sana; sambil tetap berkacak pinggang dengan roman muka lucu dan konyol yang selalu kurindukan! ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, 24 Maret 2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-8335664834497919593?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/8335664834497919593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=8335664834497919593' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/8335664834497919593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/8335664834497919593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/awan-untuk-denok.html' title='Awan Untuk Denok'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-2978450060118639856</id><published>2009-03-21T18:26:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T08:11:49.106-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Perenang Cilik Itu Menikah!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Di sebuah siang, aku sedang duduk-duduk di ruang baca. Kuambil sebuah majalah dari tebaran di atas meja. Kubuka sampul majalah itu dari belakang. Mataku tertumbuk pada lembaran iklan satu halaman penuh di sampul belakang dalam! Ah, iklan pernikahan sepasang muda-mudi. Iklan full color itu hampir saja tak membuatku terhenti, karena sudah biasa di majalah ini terpasang iklan berbagai macam. Akan tetapi, ketika mataku terpaku pada wajah si mempelai wanita, tiba-tiba sebuah ingatan datang sekejap. Ingatan akan seseorang. Dan....akhirnya aku semakin yakin tatkala aku membaca deretan nama-nama sepasang pengantin itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ya....itulah kamu! Itu namamu! Dan mataku dengan nanar menatap adegan demi adegan yang tercetak di lembaran itu. Aku semakin yakin ketika aku pun membaca nama kedua orang tuamu dan adik perempuanmu. Itulah kamu!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ingatanku kemudian melayang ke sebelas tahun lalu. Ke masa ketika aku mengenalmu untuk kali pertama dan barangkali untuk kali terakhir.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Di tahun 1997, aku mengenalmu sebagai seorang gadis yang masih duduk di bangku sekolah dasar, tempatku bekerja waktu itu. Lambat laun, aku semakin tahu dirimu dari beberapa rekan kerjaku. Ternyata, kamu adalah salah seorang atlit renang cilik. Beberapa rekan kerjaku mengatakan bahwa dirimu telah berkali-kali menjuarai berbagai ajang kompetisi. Dari tuturan itulah, aku menjadi tahu dirimu yang atlit itu. Tidak hanya dirimu yang kukenal kemudian. Adikmu yang perempuan itu pun lama-lama juga semakin aku kenal, karena kalian berdua memang bersekolah di tempatku.&lt;br /&gt;Hingga suatu saat, aku berkesempatan untuk sekedar tegur sapa dengan dirimu. Kadang hal-hal biasa menjadi bahan obrolan. Kemudian, tentang hobi renangmu pun menjadi bahan obrolan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Suatu hari, aku memintamu untuk bercerita tentang pengalaman renangmu itu. Untuk apa? Aha, inilah aku! Aku senang menulis sesuatu untuk majalah. Ya, majalah yang sekarang ini memuat berita pernikahanmu itu! Jika kamu memperbolehkan, pengalaman renangmu itu akan kukirim ke majalah itu dan semoga saja dapat dimuat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Rupanya, kamu tidak berkeberatan. Terkadang, saat-saat istirahat pelajaran, aku sempatkan untuk ngobrol dan bertanya-tanya padamu. Bahkan, kemudian kamu memberiku sederetan prestasimu yang telah kamu ketik rapi di lembaran kertas. Ya ampun! Banyak banget! Waduh....hebat bener, batinku waktu itu. Kau berikan pula dua lembar foto dirimu yang sedang berpose di antara piala dan medali-medali yang seabrek di atas meja. Kamu tahu tidak, satu lembar foto sampai sekarang masih aku simpan di album pribadiku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Begitulah akhirnya! Lembaran naskah itu pun jadi dan kukirimkan bersama satu lembar fotomu itu. Beberapa waktu kemudian, dengan menunggu penuh harap, majalah itu kemudian memuatmu. Syukur, syukur, syukur!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Bagiku, bukanlah imbalan yang penting kudapat, melainkan naskah itu dapat diterima dan dimuat. Itulah yang utama. Aku sekedar mampu memberimu sesuatu yang sederhana: selembar naskah di salah satu edisi majalah itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Aku berterima kasih bahwa aku telah kamu beri kesempatan untuk menuliskan dirimu. Bahkan, aku pun berterima kasih bahwa di suatu hari, Mamamu datang dan mengucapkan terima kasih atas pemuatan naskah itu di majalah. Ah, apa yang hebat? Aku pun hanya mengatakan terima kasih pula diberi kesempatan untuk menuliskan tentang dirimu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Tahun 1998, kamu lulus dari sekolah dasar. Sejak itu pula, aku tidak lagi berkontak dengan dirimu. Aku masih beberapa kali berkontak dengan adikmu. Bahkan di beberapa waktu, aku masih sempat mendampingi adikmu dalam pendampingan iman anak bersama seorang rekan guruku. Tahun 1999, aku mendapat tugas baru dan harus meninggalkan kotamu. Sejak itu pula, aku sudah tidak ada kontak denganmu. Akan tetapi, aku masih sempat pula mendengar bahwa beberapa waktu kemudian, aku lupa pastinya, engkau melanjutkan pendidikan di luar negeri. Aku pun sempat pula melihat sosok adikmu di majalah itu. Waktu itu, dia mendampingi Didik SSS. Oh, rupanya adikmu itu menjadi murid Didik SSS. Makanya, sebuah saksofon tampak tertiup di mulutnya. Itulah yang kulihat di sebuah edisi.&lt;br /&gt;Jika sekarang ini kamu sudah menikah, itu adalah berita baru bagiku. Aku menjadi sadar bahwa ternyata umur seseorang itu akan semakin berjalan mendekati masa-masa dewasa yang tak akan bisa dicegah. Barangkali, aku masih merasa baru kemarin mengenalmu. Akan tetapi, ternyata beritamu itu menandakan bahwa kita memang pernah berjumpa bertahun-tahun lalu. Bertahun-tahun lalu sampai sekarang yang menandakan bahwa aku pun beranjak pada masa yang tak muda lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Akhirnya, selamat berbahagia untukmu. Semoga keluarga yang akan kamu bangun bersama suamimu itu akan tetap langgeng. Tetaplah enerjik seperti beberapa tahun lalu ketika aku masih menjumpaimu sebagai perenang cilik itu. Tetaplah kuat seperti waktu kamu dengan rasa canda memukul perutku (padahal, sakit sekali, karena tenagamu yang memang di luar anak-anak biasa itu).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Salam dari kejauhan! Aku yang masih mengenangmu sebagai perenang cilik yang andal....***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Semarang, 22 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-2978450060118639856?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/2978450060118639856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=2978450060118639856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/2978450060118639856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/2978450060118639856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/perenang-cilik-itu-menikah.html' title='Perenang Cilik Itu Menikah!'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-8058584155992862305</id><published>2009-03-20T08:40:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T08:42:45.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sakit hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sembilu'/><title type='text'>Rasa Sakit Itu…</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kamu pernah tersayat sembilu? Nanti dulu! Jangan terburu-buru kamu jawab: sudah! Kamu sudah tahu apa itu sembilu? Bagi yang belum tahu, tidak ada kelirunya bila kuberi tahu. Meski aku tidak bermaksud untuk menggurui. Sembilu itu kulit buluh yang dibuat tajam sebagai pisau yang bisa saja dipakai untuk meretas perut ayam, memotong tali pusat, atau membelah usus ayam. Nah, buluh itu sendiri adalah bambu. Sudah tidak terlalu bingung kan?&lt;br /&gt;Lalu apa hubungan pertanyaanku dengan judul tulisanku ini. Ya....pasti kamu sudah paham. Yang kumaksudkan adalah perumpaan. Kita sering mendengar bahwa kalau kita sakit hati, sakitnya bagaikan tersayat sembilu. Sayangnya, aku belum pernah tersayat sembilu. Kamu sudah pernah? Jika kita belum pernah merasakan tersayat sembilu, bagaimana kita merasakan sakit hati yang teramat sakit itu? Apakah kita mesti mengiris kulit tangan kita dengan sembilu hanya untuk membandingkan rasa sakit hati dengan sakit diiris sembilu? Tidak perlu kan?&lt;br /&gt;Kalau sakit hati, tentu kamu sudah pernah merasakan. Aku pun sudah pernah. Tidak perlulah kuberi contoh. Kamu tentu punya pengalaman sendiri. Tapi baik juga jika kamu mengingat petikan lagu milik Ungu berjudul ”Demi Waktu” berikut ini: Maafkan aku/Menduakan cintamu/Berat rasa hatiku/Tinggalkan dirinya/Dan demi waktu/Yang bergulir di sampingmu/Maafkanlah diriku/Sepenuh hatimu/Seandainya bila/Kubisa memilih.&lt;br /&gt;Sekarang, apa yang kamu rasakan jika kekasihmu meminta maaf di hadapanmu karena kedapatan menduakan cintamu? Apakah dengan cepat kamu melupakan? Apa yang kamu rasakan? Bisakah maafmu bergulir kepada kekasihmu itu, sementara kekasihmu terang-terangan bilang berat meninggalkan rivalmu yang dia sayangi juga? Dan pada akhirnya, jika kekasihmu lebih memilih rivalmu itu, perasaan sakit apalagi yang akan kamu tanggung?&lt;br /&gt;Jangan jawab pertanyaan-pertanyaanku ini jika memang kamu tidak mengalaminya. Cukuplah rasakan betapa sakitnya hatimu. Hatimu! Hati yang telah dengan tulus memberikan cinta, namun kekasihmu telah mengkhianatimu.&lt;br /&gt;Sakit bukan? Sakitnya seperti apa? Apakah seperti diiris sembilu? Ya, tidak tahu! Kamu akan merasakan sakitnya seperti perasaanmu. Aku akan merasakan sakitnya seperti perasaanku. Perasaan sakit itu tidak bisa dibandingkan. Sulit rasanya! Sama halnya aku bertanya padamu yang belum pernah dikhianati kekasih hati. Tak akan bisa menjawab.&lt;br /&gt;Dari pelukan malam, kusampaikan selamat merasakan rasa sakit itu. Semoga waktu demi waktu, sang rasa sakit itu memberikan kenikmatan demi mendapatkan rasa tak sakit yang lebih abadi. ***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Smg, 1 Mei 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-8058584155992862305?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/8058584155992862305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=8058584155992862305' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/8058584155992862305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/8058584155992862305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/rasa-sakit-itu.html' title='Rasa Sakit Itu…'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-7144145239651095731</id><published>2009-03-19T09:19:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T09:27:36.675-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Menempuh Peziarahan Baru, Su...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/ScJyLQLpPtI/AAAAAAAABpM/vLo1mJHU2oc/s1600-h/30)Keponakan.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314936047898541778" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/ScJyLQLpPtI/AAAAAAAABpM/vLo1mJHU2oc/s200/30)Keponakan.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Selesai sudah aku memuat tulisan-tulisanmu. Semua yang pernah kau bukukan dalam buku itu telah ada di sini. Memang, tidak dapat aku pungkiri bahwa ada tulisan dan ungkapan-ungkapan yang kurasa kurang tepat, sehingga terpaksa harus kusesuaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Su, aku tidak tahu, sekarang ini kau sedang berada di mana dan sibuk dengan pekerjaan apa. Aku hanya mengingat tiga kali perjumpaan terakhir yang sempat aku rekam dalam benakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjumpaan pertama, ketika kau menginap di tempatku dan hendak berjumpa dengan pimpinan kita. Kita hanya sempat berbincang ringan. Rasanya, aku dan dirimu telah tahu akan situasi kita masing-masing. Aku tak mungkin mendesakmu untuk bercerita. Kau pun tahu bahwa pertemuan dengan pimpinan kita itu adalah titik awal suatu langkah yang hendak kau lalui. Itulah pertemuan terakhir kita dalam kebersamaan ini. Sejak itu, aku tahu bahwa pimpinan kita tak menghendaki dirimu untuk tetap bertahan bersama-sama aku. Kau, Su, akan menempuh peziarahan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjumpaan kedua, ketika kau datang ke tempatku untuk mengambil beberapa berkas penting milikmu. Waktu itu, aku sempat menjamu dirimu dengan makanan ala kadarnya dan minuman dingin air bening semata. Kita sempat bercerita tentang beberapa hal. Kutanyakan kabarmu dan kabar keluargamu. Kau jawab bahwa kau bertahan di Jawa untuk menemani adikmu sambil bekerja di tempat-tempat yang tak kau sebutkan. Kutanya pula keadaan beberapa kawan kita, namun dirimu tak mengetahuinya. Ya sudah! Mungkin memang kita tidak tahu kawan-kawan kita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang bisa kutahu tentang dirimu, Su. Hingga di suatu saat, aku mendengar kabar bahwa kau telah kembali ke tempat asalmu di seberang lautan. Kudengar, kau tinggal di rumah orang tuamu. Beberapa saudaraku pun mengabarkan keberadaanmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjumpaan ketiga, aku sempat datang ke daerahmu. Ada seorang kawan yang mengajakku untuk bersama-sama ke daerahmu. Ajakan yang tak kutolak. Maka, aku pun berangkat. Ketika kawanku itu selesai dengan tugasnya, aku ajak dia untuk menengok rumahmu. Aku belum tahu, seperti apakah rumah dan keadaanmu saat itu. Syukur, kita bisa bertemu, Su! Berjumpa dalam keadaan yang sudah berubah. Rasanya begitu kikuk untuk berbincang-bincang. Apa yang hendak kita perbicangkan? Hanya basa-basi saja yang sempat terlontar. Aku sungguh tak memiliki bahan perbincangan yang banyak, kecuali bertanya tentang keluargamu. Aku hanya bisa mengganti perbincangan itu dengan jepretan-jepretan pada dua keponakanmu, Desta dan David.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah perjumpaan terakhir kita, Su. Setelah itu, kita tak pernah berjumpa lagi. Kau telah menempuh perjalanan dalam peziarahan hidupmu yang baru. Entah, kini jalan mana yang kau lalui, aku tak pernah tahu lagi. Aku hanya ingin mendengar kabarmu yang terbaik. Sayangnya, berjuta kabar burung yang nyasar ke telingaku membawa berita yang selalu saja kurang menyenangkan. Jika kau baca tulisan ini, bisakah kau berkirim kabar akan dirimu yang sesungguhnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, 18 Maret 2009&lt;br /&gt;(berjalan di lautan mega)&lt;/span&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/ScJxXhJ_kvI/AAAAAAAABo8/bTzLLawJa4Y/s1600-h/29)Desta.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314935159101821682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/ScJxXhJ_kvI/AAAAAAAABo8/bTzLLawJa4Y/s320/29)Desta.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/ScJxqc4llhI/AAAAAAAABpE/YL65yQOsa8Q/s1600-h/30)Keponakan.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-7144145239651095731?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/7144145239651095731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=7144145239651095731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7144145239651095731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7144145239651095731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/menempuh-peziarahan-baru-su.html' title='Menempuh Peziarahan Baru, Su...'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/ScJyLQLpPtI/AAAAAAAABpM/vLo1mJHU2oc/s72-c/30)Keponakan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-675191251741224959</id><published>2009-03-16T19:28:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T19:30:30.960-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita pendek'/><title type='text'>Karena Cinta, Kita Harus Berpisah? (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/Sb8LN0OEXnI/AAAAAAAABoA/oNBL4eIu6lg/s1600-h/28)+Krn+Cinta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313978417304329842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 107px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/Sb8LN0OEXnI/AAAAAAAABoA/oNBL4eIu6lg/s320/28)+Krn+Cinta.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Aku tercenung ingat pengalaman lama itu. Pikirku, mengapa hal ini harus terjadi padaku dan pada dirinya? Apakah kehendak-Nya? Aku ragu. Aku tahu diri. Aku dan dia telah memilih jalan yang berbeda. Tetapi mengapa harus bertemu di tempat ini? Hujan sudah reda. Malam mulai larut. Situasi pun telah kembali di sini. Di ruang tamu kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku yakin kamu masih ingat awal jumpa kita. Baiklah kita saling mencintai sebagaimana awal kita kenal. Aku yakin Tuhan tak menginginkan selain kita saling mencinta dalam keadaan kita sebagai orang yang tak mungkin seterusnya bersama. Aku yakin itu. Sungguh, aku mencintaimu. Aku mendukungmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheningan dipecahkan dengan suara lirihnya. ”Aku mencintaimu. Aku tahu hidup kita. Aku manusia!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memberontak pada dirinya. Tangannya tergenggam erat menahan perasaannya. Matanya memandang tajam kepadaku. Bibirnya bergetar. Tangisnya lirih terdengar olehku. Tiba-tiba, dia mendekapku. Aku tak kuasa menolaknya. Tubuhku terasa hangat. Kedua tangannya mendekap pundakku erat sekali. Dadaku dan dadanya bertemu. Jantungku berdegup kencang. Kencang sekali! Aku gemetar. Pipi halusnya menyapa pipi kiriku. Ini kali pertama aku merasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu tidak sendirian. Cinta itu ada pada manusia. Manusia memilikinya. Karena memilikinya, manusia dapat memberikannya. Karena ada yang memberi dan menerima, itulah saling cinta. Kita juga begitu, kan? Bagaimana kita dapat berkata-kata tetang cinta dan bagaimana kita dapat mencintai orang-orang yang kita layani kalau kita tidak memiliki cinta. Milikilah cinta itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengusap pipinya dengan sapu tangan. Matanya berkaca-kaca. Wajah cantiknya tidak layu karena tangis itu. Kini malam kian larut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan dia bukan satu-satunya orang yang mempertanyakan dan meragukan hidup. Setidak-tidaknya, aku adalah temannya. Memang ada saat-saat tertentu yang sungguh mempertanyakan hidup ini. Saat cinta dua anak manusia yang mendalam dirasakan sebagai saat yang tepat untuk merencanakan hidup berkeluarga. Ini bisa dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku ingat ketika sore itu kita menjenguk pamanmu yang sakit. Dalam perjalanan, kita jatuh. Aku tak dapat menguasai motor sehingga oleng di belokan itu. Motorku remuk. Kita selamat. Luka pun tidak. Sungguh kita selamat. Coba kamu ingat! Lalu lintas sangat padat. Tapi kenpa kita tidak tertabrak kendaraan dari belakang kita? Mengapa kita terlempar ke tepi jalan? Mengapa kita selamat? Ini pertanyaan dari diriku yang selalu aku renungkan. Ternyata Tuhan sungguh mencintai dan mengasihi kita. Tuhan memperhatikan kita. Tuhan tidak menginginkan kita celaka. Kita masih harus hidup untuk mewartakan cinta dan kebaikan Tuhan itu. Inilah yang meyakinkan bahwa aku mencintaimu dalam hidup ini. Kamu masih dapat mendengarkan aku, kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membisu. Dia memandangiku dalam-dalam. Aku tak kuasa menolaknya. Kulihat dia menahan perasaan hatinya yang galau dan mungkin ruwet. Duduknya tak tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku tahu itu. Tuhan sungguh mencintai kita. Aku tidak meragukan-Nya. Peristiwa itu sudah kulupakan. Yang penting kita selamat. Bukankah begitu?” Aku tak menjawab. Aku menarik nafas panjang. Dia tak memahami maksudku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku harus menentukan pilihan. Doakan aku, ya.” Aku menghela nafas panjang dan menganggukkan kepala. Malam telah larut. Aku minta pamit. Dia mengantarku sampai di pintu gerbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bulan Januari. Beberapa kali aku meneleponnya. Tetapi tidak ada tanggapan. Jauh hari yang lalu aku sudah merasa: Dia telah pergi dariku. Sementara itu, di sepanjang bulan Desember, doaku tiada hentinya buatnya. Kini sungguh terasa hambar. Dia terasa hambar di hati dan pikiranku. Rasanya sudah tiada lagi rohnya dalam diriku. Kehambaran itu semakin mendalam ketika kabar sampai di telingaku. Dia benar-benar telah pergi. Kini bukan lagi hambar, tetapi shock berat menimpaku. Kini dia telah pergi. Aku sadar walaupun aku dekat dengannya, ada banyak hal yang tidak aku mengerti pada dirinya. Aku yakin saja, dia telah memilih jalan yang tepat bagi hidupnya. Semoga bukan karena cinta itu, dia memilih pilihan hidupnya yang sekarang ini. Doaku untuknya dan keluarganya. (tamat)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;30 Januari 2002 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;(disarikan dari file lain, 17 Desember 2002)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-675191251741224959?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/675191251741224959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=675191251741224959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/675191251741224959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/675191251741224959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/karena-cinta-kita-harus-berpisah-2.html' title='Karena Cinta, Kita Harus Berpisah? (2)'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/Sb8LN0OEXnI/AAAAAAAABoA/oNBL4eIu6lg/s72-c/28)+Krn+Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-6530219302993760771</id><published>2009-03-13T19:29:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T19:33:19.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita pendek'/><title type='text'>Karena Cinta, Kita Harus Berpisah? (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SbsXJ6SC5yI/AAAAAAAABn4/1Zkmh2eD-Io/s1600-h/28)+Krn+Cinta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312865644444837666" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 107px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SbsXJ6SC5yI/AAAAAAAABn4/1Zkmh2eD-Io/s320/28)+Krn+Cinta.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Aku ingat ketika kami bertemu. ”Inikah diri kita?” tanyanya kepadaku.&lt;br /&gt;”Ya! Ini diri kita saat ini. Selanjutnya dapat berkembang,” jawabku. Dia berpikir keras dan merenung. Berkerutlah dahinya. Dia masih ragu. Sementara, aku melihatnya tak berkedip. Dan dia merasakan pandanganku. Dia menatapku. Kami saling tersenyum. Jarinya menunjuk ke mataku. Aku pun menunjuk ke wajahnya dengan jariku.&lt;br /&gt;”Kamu nakal!” katanya.&lt;br /&gt;”Kamu juga,” sahutku. Kami tertawa.&lt;br /&gt;”Inikah kita?” tanyanya.&lt;br /&gt;”Mungkin,” jawabku. Kami terdiam. Masing-masing menekuri diri sendiri. Sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sore hari. Tampaknya akan turun hujan. Kami duduk di ruang tamu kecil miliknya. Sudah cukup lama kami tidak bertemu. Bertelepon pun tidak. Entahlah, pagi ini, aku merasa ada sesuatu dengan dirinya. Aku menelepon dan datang ke rumahnya. Kami terlibat dalam pembicaraan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia harus membuat keputusan. Ini menyangkut kehidupan berikutnya. Masa depan harus dipikirkan. Aku merasa ikut bertanggung jawab atas masa depannya. Setidak-tidaknya, aku ikut membantu dalam menemukan jalan pemecahan yang lebih tepat. Aku sadar, keputusan sepenuhnya ada padanya. Bila aku merasa ikut bertanggung jawab dan terlibat, itu sebagai kawan akrab saja. Kami sampai pada pertanyaan, ”Siapakah aku ini?” Dari pertanyaan itu, kami berharap dapat menemukan jawaban yang benar dan baik buat dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilat sesekali menyambar. Hujan turun. Bau tanah menyebar ke ruang tamu. Petir menggelegar dan mengagetkan kami. Kami terbangun dari keterdiaman.&lt;br /&gt;”Hujan,” kataku.&lt;br /&gt;”Ya,” jawabnya pendek.&lt;br /&gt;”Ini November. Sudah mulai musim penghujan,” sambungku yang seakan lebih berbicara pada diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membetulkan posisi duduk. Dia tampak cantik sekali. Baju warna putih tampak cocok untuknya. Kulitnya sawo matang. Namun, aku malah menyebut kulitnya berwarna putih. Matanya tampak lembut. Selembut bibir dan wajahnya. Dirinya tampak kalem. Pembawaannya tenang dan halus. Namun, semangatnya tinggi dan berkemauan keras. Orang banyak sering menyebutnya ”gadis ayu”. Aku merasa memiliki dirinya. Perasaan, pemikiran, sikap, dan pembawaannya amat cocok denganku. Dia pun mengatakan begitu tentang aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, kami bertemu di dusunnya. Dia sedang liburan kerja dan aku live in di dusunnya. Suatu pertemuan yang luar biasa dan membawaku jatuh cinta serta membuatnya jatuh hati. Pada suatu malam, aku dan teman-teman yang sama-sama live in sedang bermain gamelan di rumah sebelah rumahnya. Tetangga-tetangga dekat berdatangan ingin melihat kebolehan kami. Di antara mereka itu, ada dirinya. Ini untuk kali ketiga aku melihat dia di antara tetangga-tetangga yang biasanya kutemui di dusun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu istirahat pun tiba. Beberapa gelas teh manis aku sikat. Aku tak mengerti kalau dia memperhatikan tingkahku yang serakah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tambah lagi,” sapanya halus. Aku terkejut dan malu. Dadaku deg-degan! Aduh, ketahuan kalau aku serakah. Tapi aku sungguh haus. Kutata nafasku dan berusaha menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Cukup, Mbak. Terima kasih,” kataku. Aku melihat ke arahnya. Kulihat matanya menatapku dengan tajam. Aku dibuat grogi. Aku berpikir keras, apa yang harus kulakukan? Sialan, umpatku dalam hati. Tatapannya luar biasa. Apalagi senyumnya itu. Sungguh luar biasa! Putri kahyangan turun ke bumi dan anjlok di dusun yang jauh dari keramaian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Namaku N,” katanya sambil memperkenalkan diri. Aku gelagapan tak karuan. Aku semakin grogi saja. Sungguh tak kusangka ini akan terjadi.&lt;br /&gt;”Namaku...e...e...M,” jawabku. Tanganku gemetar menyambut tangannya. Halus. Sungguh halus.&lt;br /&gt;”Yuk, ke rumahku,” ajaknya.&lt;br /&gt;”Ke rumahmu? Eh, latihan ini belum selesai, Mbak,” jawabku kaget dan sekenanya.&lt;br /&gt;”Kita lewat belakang saja,” lanjutnya. Waduh!&lt;br /&gt;”Sebentar lagi, ya Mbak. Eh, eh...sudah akan selesai kok,” jawabku. Kulihat dia mengangguk. Aku sudah tak dapat berkonsentrasi dalam latihan gamelan. Pikiranku kacau. Kok tiba-tiba ada gadis yang begitu saja mengajakku ke rumahnya? Begitu latihan selesai, aku meninggalkan arena latihan. Aku pun pergi ke rumahnya tanpa harus lewat pintu belakang. Ah, duhhh....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku duduk berhadapan dengan dia! Beberapa saat, kawan-kawanku pun datang ke rumahnya. Mungkin, mereka mencarinya. Tapi nasib baik jatuh padaku. Aku masih tak mengerti, apa maksudnya untuk mengajakku ke rumahnya, padahal ini pukul 21. 45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Rasanya kita sudah pernah bertemu,” katanya, ”tapi di mana, ya?” Aku berpikir keras untuk mencari kata yang tepat.&lt;br /&gt;”Mungkin di dalam mimpi, Mbak,” sahutku beberapa saat. Dia hanya tersenyum.&lt;br /&gt;”Kamu mirip teman karibku di kota M sana. Sungguh mirip. Kita bisa berteman, kan?” tanyanya. Aku tak paham dengan apa yang dikatakan olehnya.&lt;br /&gt;”Temanmu? Mirip?” tanyaku menegaskan.&lt;br /&gt;”Ya!” tegasnya. Aku terhenyak. Wajahku terasa panas.&lt;br /&gt;”Kamu kaget, ya?” sahutnya. Mati aku! Dia tahu perubahan wajahku.&lt;br /&gt;”Jadi, bisa kan kita bersahabat?” ulangnya.&lt;br /&gt;”Mbak, aku bukan teman Mbak itu. Aku orang baru bagi Mbak. Jika Mbak menganggapku orang baru, aku tak keberatan,” kataku. Ah, aku telah menemukan diriku. Cerdas! Dia sesekali menatapku tajam. Dia lalu bercerita tentang temannya di kota M itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Namanya Sxxxx. Kami akrab. Tetapi sekarang dia sudah menikah,” katanya. Kulihat dia menarik nafas dalam-dalam. Ada kenangan yang diingatnya.&lt;br /&gt;”Menikah dengan siapa, Mbak?” tanyaku ingin tahu.&lt;br /&gt;”Kekasihnya.”&lt;br /&gt;”Lah....terus...Mbak ini?”&lt;br /&gt;”Aku hanya teman biasa. Ia dinikahkan dengan pilihan orang tuanya.”&lt;br /&gt;Oh, begitu! Aku melihat dalam-dalam ke wajahnya. Dia memang ayu. Aku menikmatinya. Tampaknya, dia berusaha melupakan kenangan dengan teman biasanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi. Kita bisa bersahabat, kan?”&lt;br /&gt;”Saya kira, kita bisa bersahabat dengan siapa saja, Mbak. Tapi aku takut kalau Mbak menyamakan aku dengan teman Mbak itu. Nanti Mbak bisa kecewa. Aku yakin aku bukan dia. Aku orang baru bagi Mbak. Begitu pun Mbak bagiku.”&lt;br /&gt;”Baiklah. Aku berjanji. Kamu orang baru bagiku. Kita bisa memulainya, kan?”&lt;br /&gt;”Ya! Kita bisa berteman. Atau kita...eh...em...,” kata-kataku tak bisa kulanjutkan. Takut menyinggung perasaannya.&lt;br /&gt;”Kita apa, hayo? Pacaran! Begitu?” sahutnya cepat sambil tertawa kecil&lt;br /&gt;”Begitu juga kan maksudmu?” tanyaku tak ingin kalah.&lt;br /&gt;”Mungkin....”&lt;br /&gt;”Kok mungkin?&lt;br /&gt;”Hei! Serius ya? Kamu kok ngejar?” sahutnya lagi. Aku malah menjadi penasaran. Aku tersipu malu. Tapi aku yakin, ini keinginannya yang sesungguhnya. Aku dibuatnya gelagapan. Penasaran! Ini rencananya! Ini skenarionya! Dia luar biasa cerdasnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(bersambung)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-6530219302993760771?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/6530219302993760771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=6530219302993760771' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/6530219302993760771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/6530219302993760771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/karena-cinta-kita-harus-berpisah-1.html' title='Karena Cinta, Kita Harus Berpisah? (1)'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SbsXJ6SC5yI/AAAAAAAABn4/1Zkmh2eD-Io/s72-c/28)+Krn+Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-4002835046349029556</id><published>2009-03-12T00:40:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T02:12:47.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita pendek'/><title type='text'>Karena Cinta, Kita Harus Berpisah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312223792083722498" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 107px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SbjPZL6HYQI/AAAAAAAABnw/n4RSME1geJ4/s320/28)+Krn+Cinta.jpg" border="0" /&gt;Sekedar Pengantar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Inilah catatan terakhir yang bisa aku muat dalam blog ini. Tulisan ini, rupanya adalah sebuah cerita pendek yang dibuat oleh Supratiknya. Inilah satu-satunya tulisannya yang berbentuk cerita pendek. Sebelum dan sesudahnya, Pratik tak pernah menulis cerita. Dia lebih banyak menuangkan ide dan perasaannya dalam bentuk puisi. Cerita ini lahir berdasarkan kisah nyata Pratik ketika menjalani suatu live in (semacam KKN) di Dusun Gempal, Borobudur, Magelang. Di situlah Pratik berjumpa dengan seorang gadis yang mampu menorehkan suatu perasaan di hatinya. Aku sungguh-sungguh tidak menyangka bahwa ”batu karang” seperti Pratik dapat luluh di mata seorang gadis yang baru saja dikenalnya. Begitulah perasaan! Tak akan pernah bisa ditebak. Seperti juga awan yang berarak di langit. Tak bisa ditebak kapan muncul dan kapan akan pecah berpendaran karena terpaan angin. Aku membenahi beberapa kata dan ungkapan. Dengan demikian, tulisan ini sudah aku edit terlebih dahulu. Tunggu terbitannya dalam blog ini, beberapa waktu ke depan....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-4002835046349029556?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/4002835046349029556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=4002835046349029556' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4002835046349029556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4002835046349029556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/karena-cinta-kita-harus-berpisah.html' title='Karena Cinta, Kita Harus Berpisah?'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SbjPZL6HYQI/AAAAAAAABnw/n4RSME1geJ4/s72-c/28)+Krn+Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-58828182682182903</id><published>2009-03-06T18:09:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T18:33:39.779-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Detik2 Akhir</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tulisan-tulisan milik kawanku ini, sudah memasuki tulisan-tulisan akhir. Terima kasih untuk semua saja yg berminat untuk bertaut di blog ini. Aku belum tau rencana ke depan. Apakah blog ini akan kudedikasikan buat dia dengan menutupnya. Ataukah akan kulanjutkan dengan tulisan-tulisanku sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Supratiknya, terima kasih atas sumbang tulisanmu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310267033296283426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SbHbu1YXpyI/AAAAAAAABm4/V1nBrmFO-uE/s320/DSCN3533.JPG" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Dari kiri ke kanan: Albert, Tri, dan Supratiknya saat reuni tahun 2005&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-58828182682182903?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/58828182682182903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=58828182682182903' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/58828182682182903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/58828182682182903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/detik2-akhir.html' title='Detik2 Akhir'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SbHbu1YXpyI/AAAAAAAABm4/V1nBrmFO-uE/s72-c/DSCN3533.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-1232550591565063691</id><published>2009-03-05T04:58:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T05:01:11.254-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Sate di Siang Hari</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Aku liburan kuliah. Hampir sebulan penuh aku di rumah dan mengerjakan berbagai tugas yang tak tersentuh selama kuliah berlangsung. Suatu hari, aku merasa penat dan 'sumpek'. Aku perlu istirahat dan rekreasi, pikirku. Aku berjalan-jalan di sepanjang Jalan A. Yani, Jalan Malioboro, dan Pasar Beringharjo. Ini tiga serangkainya kota Yogyakarta.&lt;br /&gt;Kutelusuri jalan Panembahan Senopati. Para penjual akik berjajar berdampingan dan para penjual gambar dan bingkai di sebelahnya. Mereka mencari rejeki dari pagi sampai petang, bahkan malam. Mereka mencari nafkah untuk hidup mereka. Sebentar aku melihat-lihat akik. Ada berbagai warna akik dari harga yang murah sampai yang cukup mahal. Kita dapat menawarnya.&lt;br /&gt;Aku melanjutkan perjalananku menuju ke perempatan Kantor Pos Besar. Aku belok ke arah utara, ke Jalan A. Yani. Melalui trotoar depan Benteng Vredebrug, kulihat para penjual bakso dan es berjajar. Lalu aku menyeberang ke sisi barat. Para penjual pakaian, aksesories, jam tangan, topi, gantungan kunci, tato, berjajar di depan toko di sepanjang Jalan A. Yani. Begitu juga di sepanjang Jalan Malioboro.&lt;br /&gt;Ini siang hari. Aku yakin di antara orang yang berbelanja ada pula yang seperti aku ini. Apalagi di Mall Malioboro. Kalau di Mall, aku ke Gramedia untuk membaca buku. Tak perlu beli, aku dapat membaca berbagai buku yang tak bersegel. Lumayan! Terima kasih Gramedia! Kapan aku keluar dari Gramedia? Jika aku sudah merasa lelah dan atau cukup lama. Kadang-kadang, aku membeli buku, walaupun lebih mahal daripada di shopping. Tempat ini pusatnya penjualan buku di kota Yogyakarta. Apa sih yang menarik dan yang bermakna dari acara jalan-jalanku ini?&lt;br /&gt;Coba pergilah dan berjalanlah di sepanjang Jalan Malioboro dan Jalan A. Yani, baik menelusuri sisi barat maupun timur. Para pedagang kaki lima berjualan di depan toko-toko. Dapat dikatakan, di sepanjang Jalan A. Yani dan Malioboro penuh sesak dengan para pedagang. Mereka mencari nafkah dan rezeki untuk kebutuhan hidup mereka, untuk cita-cita ke depan, dan saat ini agar dapat makan. Sepertinya cita-cita ini sederhana, tetapi sebenarnya sarat dengan tantangan dan perjuangan yang mungkin malah tidak (pernah) tercapai.&lt;br /&gt;Seperti para penjual akik itu, mereka berjualan dari pagi sampai petang, bahkan malam, dengan mengumpulkan keuntungan dari Rp 100,00 sampai Rp 1.000,00, syukur-syukur di atas Rp 10.000,00. Mereka dengan setia dan sabar menunggu para pembeli. Ya, mereka sabar menanti! Menanti dari tahun lalu ke tahun sekarang dan seterusnya. Mereka masih berjualan seperti itu. Ini menjadi soal hidup-bisnis-cita-cita. Mereka harus mempertahankan hidup, maka mereka perlu sarana untuk hidup. Mereka hidup bukannya sendirian, tanpa masyarakat, tanpa tata tertib dan hukum. Ini segi dimensional hidup. Karena ada tata tertib bermasyarakat, bukan berarti mereka tertib. Maka tak jarang mereka perlu ditertibkan. Pemerintah kota merasa bertanggung jawab atas ketertiban ini. Ini bukan hanya soal tertib, tetapi soal keindahan, kebersihan, dan sebagainya. Ini bukan barang baru, tetapi barang lama yang dapat selalu menjadi baru. Persoalannya tetap menjadi masalah. Artinya tak terselesaikan. Mengapa? Ini soal hidup. Coba jika mereka ditertibkan (digusur) dari Malioboro, maka Malioboro akan tertib, tertata rapi, dan indah. Ini Malioboro. Lha orang-orang yang ditertibkan itu? Mereka tetap hidup, tetap memerlukan rezeki, tentram, aman, dan sejahtera.&lt;br /&gt;Akhirnya, mereka dari dulu sampai sekarang seakan-akan sudah ”ginaris” untuk menjadi orang kecil. Karena orang kecil, mereka perlu di ”besarkan” menurut orang-orang yang merasa bertanggung jawab. Akhirnya diusahakan dengan berbagai program. Kita hargai dan dukung program itu. Akan tetapi, sampai sekarang mereka tetap menjadi orang kecil, bukan menjadi orang besar. Mengapa? Lha wong yang mau menjadikan besar juga orang kecil. Orang-orang itu tetap manusia. Ini klasik saja. Mereka juga memerlukan rezeki. Program itu proyek besar yang ada rezekinya. Mereka ingat rezekinya itu dan lupa orang kecil yang sangat membutuhkan rejeki. Syukurlah kalau ada yang ingat. Ini berputar-putar dari dulu sampai sekarang. Nah, orang kecil tetap kecil. Cita-cita hidup tentram, aman, dan sejahtera tetap menjadi cita-cita karena belum tercapai. Padahal cita-cita itu milik orang kecil dan orang besar. Jadi orang besar pun belum merasa tentram, aman, dan sejahtera. Kalau mereka saja belum merasa tentram, aman, dan sejahtera, apalagi orang kecil. Orang kecil tetap orang kecil. Pada akhirnya, bisnis dan cita-cita orang kecil yang tetap kecil.&lt;br /&gt;Aku kini melihat diriku yang sedang berekreasi di antara orang-orang kecil yang berjuang untuk menjadi ”besar”. Kalau begitu, aku menikmati orang-orang kecil, bukan? Lha ini! Aku berpikir begini karena aku ada dalam situasi ”memikirkan” mereka. Bagaimana aku menikmati ”kekecilan” mereka kalau aku sendiri orang kecil? Bagaimana aku menjadikan mereka sebagai objek rekreasi? Mereka objek tetapi tidak melulu, tetapi subjek juga. Mereka memerlukan keadilan. Kalau begitu apa yang dapat aku lakukan? Aku punya mulut untuk menyapa mereka, punya bibir untuk senyum pada mereka, punya iman untuk berdoa bagi mereka. Ini harta orang kecil sepertiku. Lha kamu, apa yang kamu lakukan? Salah satunya, jika punya uang, beli saja barang mereka. Tentu saja, jika barang yang kamu perlukan tersedia di sana.&lt;br /&gt;Ini yang berat. Kita harus rendah hati. Artinya tidak gengsi. Kita harus menawar dan tidak malu dilihat orang lain, apalagi orang itu baru saja keluar dari Mall Malioboro. Siapa lagi kalau bukan kita yang memperhatikan mereka? Ini tidak mudah, tetapi keharusan. Antara pikiran, hati, dan perasaan bercampur baur. Kulanjutkan perjalananku.&lt;br /&gt;Siang ini, Pasar Beringharjo penuh orang. Aku sampai di los penjual VCD. Aku berhenti di los itu dan melihat-lihat VCD. VCD lagu India dan film India dominan.&lt;br /&gt;”Ini film India baru Mas. Murah kok. Yang di sana itu lagu-lagu India. Goyangnya asyik, Mas. Murah,” rayu seorang penjual kepadaku. Aku tersenyum saja mendengarnya.&lt;br /&gt;”Lihat-lihat saja, Mas. Indianya laku keras, ya,” sahutku.&lt;br /&gt;”Lumayanlah,” jawab penjaga los itu.&lt;br /&gt;”Laku ni ye!” Suara cewek di los sebelah menyahut obrolan kami. Aku melirik sedikit. Lumayan seksi.&lt;br /&gt;”Senang lho kalau laku. Di sini juga jualan, Mas! Ada bermacam-macam dagangan. Ini ada sate. Sate kambing muda, sapi muda, ayam muda. Ada sate kuda muda, Mas! Harganya murah dan bisa ditawar!” sambung gadis itu.&lt;br /&gt;Aku terkejut. Jualan sate? Padahal itu los pakaian. Aku bingung. Mas yang di los VCD tersenyum.&lt;br /&gt;”Mas, ini sate bergerak. Sate hidup. Sate hangat,” kata penjaga los itu sambil menerangkan padaku. Aku baru sadar. Itu ”sate” dalam tanda petik. Oh!&lt;br /&gt;Aku pergi teratur dan berkata dalam hati. ”Inikah orang kecil yang tetap kecil? Yang mengejar asa tentram, aman, dan sejahtera. Demi asa, mereka bekerja keras, keras sekali, sampai lupa dan melupakan kalau yang diperdagangkan itu dirinya sendiri. Tapi aku bisa apa? Ya Tuahn, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Penuhilah mereka dengan rahmat-Mu dan berilah mereka hari ini ketentraman, keamanan, dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31 Januari 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada) disarikan dari file lain, 17 Desember 2002&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-1232550591565063691?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/1232550591565063691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=1232550591565063691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1232550591565063691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1232550591565063691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/03/sate-di-siang-hari.html' title='Sate di Siang Hari'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-1997891613897060037</id><published>2009-02-13T19:20:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T21:08:34.693-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Stop Press for Luv!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Istimewa di 14 Februari!. Keistimewaan itu rasanya setiap tahun selalu ada. Yaa...! Tapi tak apalah! Setiap tahun selalu ada dan selalu berbeda!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Adakah sesuatu yang paling membahagiakan jika kasih itu sebenarnya tumbuh sejak kecambah sedang tumbuh? Kecambah tumbuh, besar, kemudian menjadi pohon. Semua yang bisa datang, datang! Menikmati rimbunnya dedaunan yang tumbuh segar!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Adakah sesuatu yang paling membahagiakan jika kasih itu bisa bertahan meski harus menghadapi maut sekalipun? Maut datang menjemput, merenggut, dan memporak-porandakan mimpi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Adakah sesuatu yang paling membahagikan jika kasih itu hidup kembali, karena ada kasih yang lebih mampu untuk menghidupkan? Jika Tuhan berkehendak, apa pun tak dapat dielakkan! Jika Tuhan menyabdakan, apa pun pasti terjadi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kupersembahkan film ini kepada teman-teman pada hari Kasih Sayang!  (Ah, kuingin kecambah itu tumbuh dan hidup hingga tak ada yang memisahkan!)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Say Hello for Me!&lt;a href="http://www.mysoju.com/say-hello-for-me/"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302515090607507474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 142px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZZRYYfPCBI/AAAAAAAABmA/zpcj5SlJMOA/s200/27)+Say+Hello+for+Me.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-1997891613897060037?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/1997891613897060037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=1997891613897060037' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1997891613897060037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1997891613897060037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/02/stop-press-for-luv.html' title='Stop Press for Luv!'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZZRYYfPCBI/AAAAAAAABmA/zpcj5SlJMOA/s72-c/27)+Say+Hello+for+Me.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-126162942182910181</id><published>2009-02-13T04:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T05:08:49.377-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Membunuh Diri</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZVtuYfYiiI/AAAAAAAABlI/i2iQ9_gR7JU/s1600-h/26)+Membunuh+Diri-2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302264779914119714" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZVtuYfYiiI/AAAAAAAABlI/i2iQ9_gR7JU/s200/26)+Membunuh+Diri-2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Awal tahun 2002, koran, majalah, dan media elektronik ramai memberitakan banjir yang melanda beberapa daerah dan negara lain. (Di tahun 2008, saat tulisan ini aku upload, banjir itu masih tetap mengganas) Mungkin, di antara kita ada yang terkena banjir. Misalnya, banjir di Jakarta yang menyebabkan banyak warga mengungsi ke daerah lain yang dianggap lebih aman. Pembabatan dan penjarahan hutan yang semakin meluas yang mengakibatkan hutan menjadi gundul. Kompas (7/3/02) memberitakan tentang penambangan pasir yang menimbulkan kerugian ekonomi dan ekologi. Informasi-informasi ini juga membanjiri kita.&lt;br /&gt;Banjir yang melanda beberapa daerah negara kita menimbulkan kerugian materi, teruma psikis, bahkan nyawa manusia. Ketenteraman dan kesejahteraan terusik, terganggu dan semakin membebani masyarakat yang sejak lama berjuang untuk keluar dari krisis multidimensi. Puncak, Bogor dituding sebagai salah satu penyebab banjir di Jakarta. Puncak sebagai daerah resapan air menjadi gundul akibat pembabatan pohon. Puncak menjadi ’hutan’ perumahan dan villa. Suatu kenyataan bahwa banjir melanda wilayah negara kita dan kita menderiat sebagai akibatnya. &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZVuzx6u1MI/AAAAAAAABlY/9kBtmQpNFLw/s1600-h/26)+Membunuh+Diri-5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302265972150686914" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZVuzx6u1MI/AAAAAAAABlY/9kBtmQpNFLw/s200/26)+Membunuh+Diri-5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain, banjir yang mengakibatkan penderitaan itu menumbuhkan sikap solider sesamanya. Misalnya, ada sekelompok masyarakat yang memberi bantuan berupa sembako dan obat-obatan. Beberapa stasiun televisi membuka dompet bantuan untuk korban banjir, dan ada pendirian posko-posko bantuan banjir. Bantuan-bantuan itu diharapkan mengurangi penderitaan sesama yang tertimpa bencana banjir. Pertanyaan yang dapat timbul adalah apakah banjir itu masih akan melanda daerah kita lagi? Atau daerah kita sudah tidak akan kebanjiran? (Pada kenyataannya, ketika tulisan ini aku upload, banjir malah semakin meluas di daerah lain!)&lt;br /&gt;Kita dan pemerintah mengetahui bahwa akibat pembabatan hutan mengurangi daerah resapan air. Akibat selanjutnya adalah tanah gundul, erosi, sumber-sumber air kering dan banjir. Selain itu, keseimbangan ekosistem terganggu, panas meningkat, musim tidak teratur dan tidak menentu. Kita dan pemerintah mengerti dan dapat membuat kebijakan untuk menanggulangi banjir. Kita dan pemerintah tahu bahwa negara memiliki k&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZVvrCVnP2I/AAAAAAAABlo/gf1zkeUsP30/s1600-h/26)+Membunuh+Diri-4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302266921451208546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZVvrCVnP2I/AAAAAAAABlo/gf1zkeUsP30/s200/26)+Membunuh+Diri-4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ekayaan alam dan ada income dari alam itu, baik materi maupun keseimbangan dan keserasian lingkungan. Kita dan pemerintah mengetahui bahwa banjir mengakibatkan penderitaan dan kerugian secara materi, jasmani, dan psikorohani. Penderitaan akibat banjir bukan hanya saat banjir saja, tetapi pascabanjir misalnya sarana prasaran rusak. KOMPAS (6 &amp;amp; 7/03/02) memberitakan beberapa warga terserang penyakit lepsospirosis dan di antaranya meninggal. Kita dan pemerintah mengetahui bahwa tindakan orang-orang yang tak bertanggung jawab mengakibatkan banjir melanda kita. Mungkin kita dan pemerintah mengetahui bahwa orang-orang itu melakukan tindakan bunuh diri dan kita kena akibatnya. Pertanyaannya adalah, sudahkah kita dan pemerintah mengetahui, tetapi tidak mengerti apa yang harus kita perbuat? Atau kita dan pemerintah mengetahui dan mengerti yang semestinya dilakukan, tetapi tidak mau mengerjakan dengan berbagai alasan? Yang jelas, ktia tidak berharap banjir melanda daerah kita.&lt;br /&gt;Sebagai warga negara, kita dapat melakukan tindakan preventif terhadap bahaya banjir, baik perorangan maupun bersama-sama. Menurut saya, kita juga ikut bertanggung jawab untuk mengatasi banjir. Tidak bijak jika semua tanggung jawab dilimpahkan kepada pemerintah. Kita dapat membantu pemerintah. Misalnya mulai sekarang kita. Syukurlah kalau sudah, kita tertib membuang sampah. Bukahkah sampah dapat menyebabkan banjir? Membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZVwkOkcj0I/AAAAAAAABl4/lPpMKhbFQz4/s1600-h/26)+Membunuh+Diri-6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302267903987191618" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZVwkOkcj0I/AAAAAAAABl4/lPpMKhbFQz4/s200/26)+Membunuh+Diri-6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;saluran air, selokan, dan sungai tersumbat. Selain itu, lingkungan menjadi tidak sehat, air tercemar, dan dapat menimbulkan berbagai &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZVwOPX3jHI/AAAAAAAABlw/zfppoEfb5oI/s1600-h/26)+Membunuh+Diri-6.jpg"&gt;&lt;/a&gt;penyakit. Dari keluarga, anak-anak, dan kenalan ktia, kita menanamkan sikap sadar akan rasa mencintai lingkungan, tananam, dan pohon. Tanaman dan pepohonan juga sesama kita yaitu sesama ciptaan Tuhan. Kita memperlakukan mereka sebagai sesama kita. Sebagai sesama mereka harus dihormati, dipelihara, dan dijaga. Kita tidak dapat sewenang-wenang terhadap mereka. Kita mulai dari tananam dan pohon di lingkungan rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZVvRlnW3wI/AAAAAAAABlg/0BdUFBZ3YXI/s1600-h/26)+Membunuh+Diri-1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302266484244274946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZVvRlnW3wI/AAAAAAAABlg/0BdUFBZ3YXI/s200/26)+Membunuh+Diri-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Syair lagu miliki Ebiet G. Ade berjudul ”Untuk Kita Renungkan” sangat mengesan. Begini bunyi cuplikannya, ”...ini bukan hukuman/hanya satu isyarat/bahwa kita mesti banyak berbenah”. Ebiet mengingatkan dan mengingatkan kita untuk sadar dan bertobat. Bukankah kita tak ingin menderita dan membunuh diri karena kecerobohan, ketamakan, dan kesewang-wenangan terhadap alam lingkungan? Apa kata Ebiet dalam ”Senandung Pucuk-pucuk Pinus”? Dia berkata, ” Bila kita tak segan mendaki/lebih jauh lagi/kita akan segera rasakan betapa bersahabatnya alam/bila kita tak segan menyatu/lebih erat lagi/kita akan segera percaya betapa bersahajanya alam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 08 Maret 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;br /&gt;(disarikan dari file lain, 16 Desember)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-126162942182910181?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/126162942182910181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=126162942182910181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/126162942182910181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/126162942182910181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/02/membunuh-diri.html' title='Membunuh Diri'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SZVtuYfYiiI/AAAAAAAABlI/i2iQ9_gR7JU/s72-c/26)+Membunuh+Diri-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-8009827811468824758</id><published>2009-02-11T05:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T05:39:08.154-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa kasih'/><title type='text'>Tuhan: Kasih dan Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Di sepanjang adaku, Tuhan menyertaiku. Sungai tidak menghanyutkan aku. Api tidak membakar aku. Di mata-Mu, aku berharga dan mulia. Engkau mengasihi aku.&lt;br /&gt;Aku memuji-Mu, Tuhan. Engkau kupandang membentangkan langit seperti tenda. Tenda melebar tanpa tiang dan awan-awan menghiasinya di sepanjang hari. Aku bagai anak kecil bersorak-sorai melihat-Mu menggoyang-goyangkan awan, sehingga berlarian berkejaran. Segaris sinar-Mu memainkan mataku, sehingga silau dan Kau katakan: lihatlah ini hadiah untukmu.&lt;br /&gt;Penciptaku, kupetik bintang yang Kau gantung di halaman luas angkasa. Kurengkuh dan kudekap. Kubawa berlarian dan berlari sampai aku terengah-engah. Seakan-akan Dia mengejarku dan bercanda: kembalikan bintangku. Kau tangkap aku dan Kau peluk serta Kau bisikkan kata-kata-Mu: ini untukmu.&lt;br /&gt;Di sisi Timur kulihat gunung tinggi menjulang. Awan bergerombol di atasnya dan bergerak perlahan yang seakan berjalan-jalan di sore hari menikmati matahari terbenam. Burung-burung beterbangan santai di antara awan dan menyelinap bersembunyi di dalamnya. Angin berhembus sejuk menerpaku dan berbisik menyampaikan salam kepadaku, katanya: ini Kubuat untukmu. Tak satu pun di bawah tenda-Nya  yang membentang luas ini untuk-Nya sendiri, tetapi untukku. Memang semua milik-Nya, tetapi aku boleh memilikinya. Karena milik Dia dan dari Dia untukku, kupakai dan kugunakan untuk kegembiraanku demi kemuliaan-Nya. Dia bilang: Aku tiada lelah membuat semua hal yang kau perlukan dan kau butuhkan. Dan Dia berpesan: pakai dan gunakanlah karena dan untuk Aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Oktober 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-8009827811468824758?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/8009827811468824758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=8009827811468824758' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/8009827811468824758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/8009827811468824758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/02/tuhan-kasih-dan-cinta.html' title='Tuhan: Kasih dan Cinta'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-7107402458403537916</id><published>2009-02-09T07:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T07:03:32.530-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa kasih'/><title type='text'>Yang Maha Tahu Itu Tuhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;”Tuhan menyelidiki dan mengenal aku. Ia tahu kalau aku duduk atau berdiri. Ia mengerti pikiranku. Ia memeriksa aku kalau aku berjalan atau berbaring. Jalanku dimakluminya. Sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, semuanya telah Kau ketahui. Engkau melingkupi aku dari mana pun.”&lt;br /&gt;Tuhan, Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Di mana pun aku berada, di situ pun Engkau ada. Keberadaan-Mu mengatasi keadaanku. Tuhan, kapankah engkau tidur jika Engkau ada demi adaku? Begitu besarkah Engkau, sehingga segala jalanku Kau maklumi? Aku ingat aku bosan untuk berdoa, bekerja, dan kala aku malas! Kau tanyakan mengapa? Perhatian-Mu tak terkira besarnya.&lt;br /&gt;Jika demikian ke manakah aku akan pergi meninggalkan-Mu dan di sana tanpa ada-Mu? Ke mana aku akan sembunyi dari-Mu. Aku malu kala aku ingkar atas Engkau dan atas rahmat-Mu. Ke manakah kusembunyikan wajahku? Sungguh tiada tempat.&lt;br /&gt;”Engkau menenunku sedari kandungan ibuku. Engkau melihat selagi aku bakal anak dan semua tertulis dalam kitab-Mu. Di mana pun aku, Engkau bersamaku.” Tuhan, sedari aku bakal anak manusia, Engkau memperhatikan aku dalam kasih-Mu. Aku Kau bentuk menjadi aku. Sedari kecil Kau panggil aku dan Engkau tak pernah jauh dariku. Tuhan, apakah yang Kau mau dariku? Hanya ini aku. Dan, tiadalah satu pun yang dapat aku sembunyikan sekalipun dosa-dosaku. Terimalah persembahan hidupku dan pujianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Agustus 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-7107402458403537916?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/7107402458403537916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=7107402458403537916' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7107402458403537916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7107402458403537916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/02/yang-maha-tahu-itu-tuhan.html' title='Yang Maha Tahu Itu Tuhan'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-398062767467115953</id><published>2009-02-08T06:18:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T06:23:16.528-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Tuhan Itu Bapak</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SY7qc4mKNzI/AAAAAAAABe8/_LMb4wBzGro/s1600-h/Met+ultah,+Opa!.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300431593411327794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SY7qc4mKNzI/AAAAAAAABe8/_LMb4wBzGro/s200/Met+ultah,+Opa!.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Tuhan mencipta aku. Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana. Ketika Ia menggaris kaki langit, menentukan batas laut, dan ketika menetapkan dasar-dasar bumi, aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan-Nya. Senantiasa aku bermain-main di hadapan-Nya.&lt;br /&gt;Tuhan, Engkau Bapakku. Engkau membiarkan aku memandang dan bersama-Mu ketika Engkau berkarya. Engkau membiarkan aku bermain ketika Engkau berkarya karena aku anak terkasih-Mu. Tuhan, betapa indah dan bahagia hidup ini. Engkau menjadikan aku anak-Mu, Engkau Bapakku. Bapak, aku anak tiada punya apa, kecuali: terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat ketika ayahku ke ladang. Aku digendongnya. Ketika di ladang mendapatkan &lt;em&gt;gangsir*&lt;/em&gt; dikumpulkannya untukku. Aku dibiarkan bermain-main. Waktu pulang, aku dituntunnya. Aku ingat ketika Ibu membelai rambutku. Aku mendapatkan kehangatan, ketentraman, damai, ketenangan, bahagia menyertai aku. Tuhan adalah Bapak dan Ibu. Ia sempurna adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;em&gt;gangsir: sejenis hewan, mirip jengkerik, tinggal di dalam tanah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Agustus 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-398062767467115953?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/398062767467115953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=398062767467115953' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/398062767467115953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/398062767467115953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/02/tuhan-itu-bapak.html' title='Tuhan Itu Bapak'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SY7qc4mKNzI/AAAAAAAABe8/_LMb4wBzGro/s72-c/Met+ultah,+Opa!.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5355252656802483120</id><published>2009-02-06T19:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T19:28:04.706-08:00</updated><title type='text'>Ijo, Ijo, Ijooooo.....!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SYz_w4Nsc1I/AAAAAAAABec/JttgYSMfUUY/s1600-h/Ilustrasi+002.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SYz_w4Nsc1I/AAAAAAAABec/JttgYSMfUUY/s320/Ilustrasi+002.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SYz_w7a8IVI/AAAAAAAABek/BkwtAG4JJ5M/s1600-h/Ilustrasi+003.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SYz_w7a8IVI/AAAAAAAABek/BkwtAG4JJ5M/s320/Ilustrasi+003.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SYz_xCzfubI/AAAAAAAABes/zmJjnGcqtWQ/s1600-h/Ilustrasi+004.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SYz_xCzfubI/AAAAAAAABes/zmJjnGcqtWQ/s320/Ilustrasi+004.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SYz_xJR69qI/AAAAAAAABe0/Q52sTCGWjJE/s1600-h/Ilustrasi+005.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SYz_xJR69qI/AAAAAAAABe0/Q52sTCGWjJE/s320/Ilustrasi+005.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style='clear:both; text-align:NONE'&gt;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' style='border: 0px none ; padding: 0px; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial;' align='middle' border='0' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5355252656802483120?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5355252656802483120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5355252656802483120' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5355252656802483120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5355252656802483120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/02/ijo-ijo-ijooooo.html' title='Ijo, Ijo, Ijooooo.....!'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SYz_w4Nsc1I/AAAAAAAABec/JttgYSMfUUY/s72-c/Ilustrasi+002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-239397213696468732</id><published>2009-02-05T03:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T03:54:01.613-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Nyanyian Dalam Keheningan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Adakah yang membedakan antara dunia yang satu itu di kala aku menyepi dengan aku yang melakukan aktivitas? Jika ada, siapakah aku, sehingga aku membedakannya? Aku tidak membedakannya dalam definisi yang aku buat. Tetapi situasi dan kondisi dunia telah menanamnya. Dan, ia menaburnya. Taburan benih itu berbuah dalam kehidupan. Dan buah kehidupan itu menghasilkan pengalaman. Pengalaman itu hidup dalam kehidupan manusia. Masalahnya adalah apakah buah itu baik dan benar? Ia baik dan benar jika memperkembangkan aku dan sesama ke arah hidup Allah. Jadi baik dan benar itu bukan karena aku sendiri yang membenarkannya, tetapi karena kita merasakan dan menikmati bersama buah yang menyebarkan Roh Allah. Jadi baik dan benar itu karena Tuhan ada di dalamnya. Dan, di manakah aku dapat menemukan buah itu: di keramain, keheningan, atau kesibukan?&lt;br /&gt;Dalam keheningan, aku memandang aku, baik yang lampau maupun yang kini; aku memandang yang lampau dan yang kini untuk menatap masa depan. Dalam keheningan itulah aku dapat menyarikan biji-biji yang aku taburkan selama hidupku. Segalanya menjadi bermakna. Aku menemukan kebaikan Allah dan Allah sendiri. Di sanalah nyanyian dikumandangkan oleh setiap insan karena di sanalah suara Tuhan terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Agustus 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-239397213696468732?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/239397213696468732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=239397213696468732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/239397213696468732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/239397213696468732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/02/nyanyian-dalam-keheningan.html' title='Nyanyian Dalam Keheningan'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-4676477887299831196</id><published>2009-02-05T03:52:00.001-08:00</published><updated>2009-02-05T03:52:57.202-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Keheningan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Aku menghadapi diriku dalam duniaku. Aku berbicara dan diam bersama aku. Aku berhadapan dengan aku, aku yang luas. Sesuatu yang luas itu membentuk dunia yang menjadi milikku. Aku tidak sendirian. Aku yang lain memiliki dunianya sendiri. Aku adalah kami dari sang Perahmat dan dari satu pencipta. Pada dasarnya kam tak terpisahkan. Kami tanpa jurang yang memisahkan dua buah bukit ataupun gunung. Siapakah aku sehingga aku berkata-kata tentang jurang pemisah? Bukankah Dia yang memberikan nafas hidup-Nya itu menempatkan ciptaan-Nya dalam satu wadah?&lt;br /&gt;Dalam ciptaan yang sempurna, pujian, syukur, nyanyian, dan tarian terus menggema di setiap waktu dan tempat. Namun demikian, hanya dalam Dia semua itu terjadi. Dalam kebersatuan sebagai ciptaan, segala sesuatu menjadi indah dan menggembirakan. Itulah rahmat dan berkat yang tiada duanya dari Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Agustus 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-4676477887299831196?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/4676477887299831196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=4676477887299831196' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4676477887299831196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4676477887299831196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/02/keheningan.html' title='Keheningan'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-1305085688891931054</id><published>2009-01-30T17:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T18:21:26.938-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenangan dalam video'/><title type='text'>Selingan!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Daripada belum ada naskah yang siap kutambahkan di sini, aku unggah saja cuplikan kegiatanku bersama beberapa kawan. Ini merupakan bagian kegiatan workshop pembuatan program televisi dan video yang sempat aku ikuti. Potongan video ini hanyalah behind the scene yang sempat diolah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-b094982910a2d6b4" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v17.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3Db094982910a2d6b4%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331694307%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D5A1CEE03023DC8FC579CC0B5838BD33C6EC1DA97.6BD257118E877A0EBA4C8FC108048AB222747B54%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Db094982910a2d6b4%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DkgMv2scfL6GgoiMNB9ge38N7Gng&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v17.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3Db094982910a2d6b4%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331694307%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D5A1CEE03023DC8FC579CC0B5838BD33C6EC1DA97.6BD257118E877A0EBA4C8FC108048AB222747B54%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Db094982910a2d6b4%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DkgMv2scfL6GgoiMNB9ge38N7Gng&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-1305085688891931054?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=b094982910a2d6b4&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/1305085688891931054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=1305085688891931054' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1305085688891931054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1305085688891931054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/01/selingan.html' title='Selingan!'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-4108012400204314425</id><published>2009-01-21T22:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T22:10:13.646-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Mawar Wulan dari Sapen</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Setangkai mawar plastik,&lt;br /&gt;san dua buah permenmu telah sampai pada pagi yang terencana oleh janji temanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harum mawarmu menusuk hidungku menggapai engkau yang mungil manja di langit-langit&lt;br /&gt;seluas hamparan cakrawala.&lt;br /&gt;Kulihat dari balik mega putih yang mengambang di pelupuk mataku,&lt;br /&gt;merayu datangmu yang tiba-tiba duduk bersandar pada dadaku yang berdegup kencang,&lt;br /&gt;antara ada dan tiada tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar Wulan dari Sapen,&lt;br /&gt;kutanam pada buku-buku hitung-menghitung yang kujajar pada rak di atas meja.&lt;br /&gt;Buku tanpa angka dan di dalamnya engkau kurangkai menjadi angka-angka rowawi&lt;br /&gt;setinggi buku-buku hitung-menghitung yang tak seberapa tinggi.&lt;br /&gt;Senyummu mekiar di mekarnya Mawar plastik yang kunikmati di setiap pandang mataku,&lt;br /&gt;kucium pada ciuman pertamaku,&lt;br /&gt;kunilai engkau dengan angka Romawi tak terhingga.&lt;br /&gt;Percayalah, malam nanti engkau bersama mimpiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 22 Juli 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-4108012400204314425?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/4108012400204314425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=4108012400204314425' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4108012400204314425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4108012400204314425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2009/01/mawar-wulan-dari-sapen.html' title='Mawar Wulan dari Sapen'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-2826648647068628824</id><published>2008-12-08T06:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T06:43:02.683-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu'/><title type='text'>Kepada Yang di Sana</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(Selamat Ulang Tahun: Natalia, 22 Juli)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang masih pagi, menunjuk waktu yang lewat sampai kini.&lt;br /&gt;Lintas kota dan provinsi, Semarang dan Yogyakarta,&lt;br /&gt;aku menelusuri awan, mendaki bukit, menyelinap, menyalib motor dan bus.&lt;br /&gt;Kutangkap yang di Yogya,&lt;br /&gt;bersembunyi di antara kejelasan dan samar-samar dalam kepalaku.&lt;br /&gt;Kuraih sesosok tubuh bernama yang akrab dalam nyata dan ilusi.&lt;br /&gt;entah sampai kapan sesosok tubuh bernama itu akrab dan setia&lt;br /&gt;pada hari yang kugambar dalam buku, meja, ballpoint, dan dalam hati&lt;br /&gt;yang mengeja engkau dari jemari kaki, ke lutut, ke paha, ke pinggul, ke perut,&lt;br /&gt;ke dada, ke dagu, ke bibir, ke hidung, ke mata, ke telinga, ke dahi, ke kepala,&lt;br /&gt;ke rambut, dan pula tangan serta jemari tanganmu yang lembut.&lt;br /&gt;Mungkin kau punya jawaban?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih pagi.&lt;br /&gt;Mempercepat waktu yang kupasang pada 22 Juli di tanggalan dan di kertas ini.&lt;br /&gt;22 Juli bukan segalanya. Di balik 22 Juli lahir segalanya menulisi jalanmu&lt;br /&gt;pada setiap kaki kau pijakkan dan pada setiap hembusan nafasmu.&lt;br /&gt;Pada bekas pijakan itu bernyanyi dan menari, memanggil-manggil nama yang tidak asing.&lt;br /&gt;Kutangkap suaramu dan kuintip jalanmu dari setiap pijakan kaki yang kau lewati.&lt;br /&gt;Maaf aku tanpa permisi menikmati jalanmu sepanjang yang kutahu. Dan ini satu dari sekian catatan yang kuperoleh dari intipanku: Panjang Umur dan Bahagia, Tuhan beserta kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salamku,&lt;br /&gt;Semarang, 18 Juli 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-2826648647068628824?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/2826648647068628824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=2826648647068628824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/2826648647068628824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/2826648647068628824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/12/kepada-yang-di-sana.html' title='Kepada Yang di Sana'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5725174261129820943</id><published>2008-12-01T16:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T16:47:05.854-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Sejarahmu Tak Terperingati</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Mengingatmu sampai waktu kutulis puisi&lt;br /&gt;menyibak lalu yang bertumpuk-tumpuk kisah&lt;br /&gt;antara derai tawa dan air mata, kepedihan dan keriangan, gelap dan samar-samar&lt;br /&gt;menusuk rasa menyelinap pori-pori, mengalir ke pembuluh-pembuluh darah&lt;br /&gt;lalu dan sekarang anak kembar beriringan di trotoar ke trotoar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyingkapmu kubayang semesra membuka baju dan celana,&lt;br /&gt;mengurut dada, kaki sampai kepala&lt;br /&gt;mesti menelusuri rimba, memungut debu di antara batu dan kerikil&lt;br /&gt;menengadah tinggi-tinggi ke awan dan bintang-bintang&lt;br /&gt;dipeluk-peluk melekat rekat satu&lt;br /&gt;denyut nadimu dan nadiku seirama menari balet serasi&lt;br /&gt;sejarahmu teman-teman tak terperingati oleh siapa-siapa&lt;br /&gt;oleh hari yang berganti hari&lt;br /&gt;oleh debu tersapu hujan semalaman&lt;br /&gt;untunglah: masih ada aku teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau aku seonggok sampah membusuk&lt;br /&gt;teriakku menyengat di seputar duniaku&lt;br /&gt;meraja di angin berlari&lt;br /&gt;sejarahmu kuajarkan pada mereka: damaimu dan damaiku adalah damai kita.&lt;br /&gt;Hanya aku seonggok sampah yang disingkiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Juli 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5725174261129820943?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5725174261129820943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5725174261129820943' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5725174261129820943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5725174261129820943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/12/sejarahmu-tak-terperingati.html' title='Sejarahmu Tak Terperingati'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-1693846421078332128</id><published>2008-11-23T19:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T19:16:04.249-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu'/><title type='text'>Anggur dan Gelasnya</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSocTQz2DDI/AAAAAAAABcQ/2BRfliKM9H4/s1600-h/25)+Anggur+dan+gelas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272057431046097970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSocTQz2DDI/AAAAAAAABcQ/2BRfliKM9H4/s200/25)+Anggur+dan+gelas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kemarilah dan lihatlah! Ayo, kemarilah mendekat! Kita duduk sekursi. Mendekat dan dekaplah aku! Atau aku mendekat dan mendekapmu. Kita saling mendekat dan mendekap. Aku ingin mengusir dingin malam ini. Tetapi mungkinkah kau mendekap tanpa menyentuh aku? Atau aku mendekapmu tanpa menyentuhmu? Mari kita bercerita bersama, tentang hidup kita. Kita berbagi atas hidup kita. Ini milik kita. Antara aku dan kamu. Sungguh ini antara kita. Kita satukan kita. Ya, kita satukan yang tak mungkin persis satu. Jika persis pun yang menjadi satu itu adalah a, b, c, padaku dan b, c, d padamu. Ini demi masa depan. Masa depan yang harus dibangun mulai saat ini. Pembangunan kita memerlukan a, b, c dariku dan b, c, d darimu. Ini yang harus disatukan, bukan dipisahkan. Nah, mari kita mulai kebersamaan kita di malam dingin ini. Buatlah dirimu sehangat mungkin, senyaman mungkin, sedamai mungkin, setenteram mungkin, dan segembira mungkin. Marilah mendekat dan kita berbagi membangun masa depan. Biarkan dunia tertawa dan bergembira karena kita. Biarkan dunia bernyanyi suka-cita dan bersorak kegirangan. Ini masa depan yang harus kita bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo, kemari dan suguhkan anggurmu! Apa arti kita sekursi tanpa kau hidangkan anggurmu? Malam sungguh dingin. Kita harus menghangatkan tubuh kita. Anggurmu sudah tua dan tuangkan untukku. Ini gelas anggur dariku. Gelas ini untukmu dan untukku. Aku mempunyai gelas dan kamu mempunyai anggur. Mari kita minum bersama anggur ini. Anggur ini darimu dan gelas ini dariku pasti serasa. Ya, serasa. Bagaimana kita dapat berkata-kata yang benar jika anggur darimu dan gelas dariku berasa beda? Bagaimana kita dapat berbagi rasa membangun masa depan jika anggur darimu dan gelas dariku berasa a bagimu dan berasa b bagiku? Jika berbeda pun, mari kita satukan. Kita cari perbedaannya dan kita serasikan. Sungguh, anggurmu semanis bibirmu dan sehangat tubuhmu yang mungil nan ramping. Tambahkanlah padaku. Dan, ini untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh apa artinya anggur tanpa gelas. Dan, apa artinya gelas anggur tanpa anggur. Sungguh bagai rumah tanpa atap jika anggur tanpa gelasnya. Mari tuangkan anggurmu pada gelasku. Ini milik kita. Anggur yang membangkitkan gairah di malam dingin ini. Bintang-bintang semakin terang. Mulutku dan mulutmu tiada henti mencecap. Sungguh nikmat. Hari ini hari kita, suatu hari yang kita mulai suatu saat yang tepat untuk aku dan kamu duduk mendekat dan mendekap; merasakan anggur bersama dan mencecap anggur yang sama. Kita sama rasa, bela rasa demi masa depan yang telah kita mulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat di timur sana! Mentari telah bangun. Kita songsong dia! Persiapkan diri kita untuk hangat mentari di pagi ini. cahaya itu cahaya kita. Cahaya itu terang segala terang. Jangan tinggalkan! Kita ikutsertakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Juni 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-1693846421078332128?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/1693846421078332128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=1693846421078332128' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1693846421078332128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1693846421078332128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/anggur-dan-gelasnya.html' title='Anggur dan Gelasnya'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSocTQz2DDI/AAAAAAAABcQ/2BRfliKM9H4/s72-c/25)+Anggur+dan+gelas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5637471753153742157</id><published>2008-11-23T19:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T19:14:27.791-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Saudara Kerajaan Allah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSob9ytHHoI/AAAAAAAABcI/U8rCQWbO7mI/s1600-h/24)+Saudara+KA.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272057062187540098" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSob9ytHHoI/AAAAAAAABcI/U8rCQWbO7mI/s200/24)+Saudara+KA.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(teruntuk bro Alo)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah itu luas sehamparan cakrawala&lt;br /&gt;Bayi merah amis lahir sabda pandita ratu&lt;br /&gt;Pada suatu titik kepastian kini yang tak terukur oleh eksak&lt;br /&gt;Kubertanya pada tongkatmu: ini kaki atau kompas,&lt;br /&gt;Mata atau telinga, teman atau abdi, sahabat atau kekasih,&lt;br /&gt;Atau sepotong kayu yang kau ambil dan kau pakai,&lt;br /&gt;Kau pegang dan kau bawa berjalan,&lt;br /&gt;Atau ini hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada langkahmu di waktu senja&lt;br /&gt;Menunjuk saat antara pasti dan kosong&lt;br /&gt;Menekuni langkah yagn tak terhitung pada 57 tahun&lt;br /&gt;Menunduk pasrah bertelud sujud&lt;br /&gt;Menyatakan sembah yang dalam&lt;br /&gt;Merengkuh adamu sabda pandita ratu&lt;br /&gt;Lahir dari kedamaian dan kesunyian, ketenangan dan ketenteraman rahim ibu&lt;br /&gt;Oek...ooeeek...aku lahir&lt;br /&gt;Merah darah dan amis&lt;br /&gt;Aku: saudara kerajaan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Juni 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5637471753153742157?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5637471753153742157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5637471753153742157' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5637471753153742157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5637471753153742157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/saudara-kerajaan-allah.html' title='Saudara Kerajaan Allah'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSob9ytHHoI/AAAAAAAABcI/U8rCQWbO7mI/s72-c/24)+Saudara+KA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-4119357152066240528</id><published>2008-11-23T19:11:00.001-08:00</published><updated>2008-11-23T19:12:33.929-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Kepada Teman</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSobj8SuPsI/AAAAAAAABcA/_8AD1RxKEdQ/s1600-h/23)+Kepada+teman.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272056618084613826" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSobj8SuPsI/AAAAAAAABcA/_8AD1RxKEdQ/s200/23)+Kepada+teman.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pagi itu menyapa selembut angin menamparku&lt;br /&gt;Selembut senyum merekah mentari pagi yang cerah&lt;br /&gt;Melati di pojok rumahku milik tetangga&lt;br /&gt;berayun salam seharum wangimu: aku haus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada peluh terakhir di setiap pagi yang meletih&lt;br /&gt;putih melati menantang langit&lt;br /&gt;Pada langkah demi langkah di pagi setiap hari&lt;br /&gt;berlalu sampai nyawamu di ujung angin&lt;br /&gt;Salammu seharum wangimu tiada pernah selepas itu&lt;br /&gt;Antara teman dan kebutuhanmu kau katakan: keseimbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Juni 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-4119357152066240528?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/4119357152066240528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=4119357152066240528' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4119357152066240528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4119357152066240528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/kepada-teman_23.html' title='Kepada Teman'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSobj8SuPsI/AAAAAAAABcA/_8AD1RxKEdQ/s72-c/23)+Kepada+teman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-3938021151421020334</id><published>2008-11-23T19:09:00.001-08:00</published><updated>2008-11-23T19:10:34.463-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suport hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Katakan: Tuhan Masih Ada</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSobGLfVNcI/AAAAAAAABb4/QY9wUVY1pms/s1600-h/22)+Katakan,+Tuhan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272056106767955394" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSobGLfVNcI/AAAAAAAABb4/QY9wUVY1pms/s200/22)+Katakan,+Tuhan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Di kisah yang panjang gubuk ini istana kami&lt;br /&gt;Pada tanah leluhur yang loh jinawi&lt;br /&gt;Dan, pada cerita pendek istanaku tak berbentuk&lt;br /&gt;Tinggal kenangan yang menyayat&lt;br /&gt;Mimpi yang membunuh&lt;br /&gt;Seng, karton, papan, genting, piring menyatu berserakan tak dapat dieja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kisah yang pendek dan pada suatu titik&lt;br /&gt;Meremukkan jumpa yang tertinggal di antara peluh dan asa&lt;br /&gt;Melumatkan kisah hari ini, ini nasi tanpa laut&lt;br /&gt;Termangu pada bahtera Nuh&lt;br /&gt;Mungkin hari ini tak pernah baru, air menggenang di sepanjang zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sisa&lt;br /&gt;Mungkin hidup dan mungkin mati&lt;br /&gt;Katakan: Tuhan masih ada&lt;br /&gt;Tanpa mengeja karton, seng, tanah, piring&lt;br /&gt;Pada kedamaian akhir tak terbedakan&lt;br /&gt;Ini suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,&lt;br /&gt;Kau pastikan dirimu menabur benih di kawasan tanpa nama&lt;br /&gt;Yang kau sebut milik yang punya nama&lt;br /&gt;Pada buku dan meterai namamu tak tertulis, tercatat pun tidak&lt;br /&gt;Engkau orang asing&lt;br /&gt;Dan, beranilah&lt;br /&gt;Pastikan padaku: Tuhan masih ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Juni 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-3938021151421020334?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/3938021151421020334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=3938021151421020334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3938021151421020334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3938021151421020334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/katakan-tuhan-masih-ada.html' title='Katakan: Tuhan Masih Ada'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSobGLfVNcI/AAAAAAAABb4/QY9wUVY1pms/s72-c/22)+Katakan,+Tuhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-3176620197707400886</id><published>2008-11-20T23:09:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T19:08:54.822-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suport hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Bias</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSZfOE360zI/AAAAAAAABbo/6DiESJNckt4/s1600-h/21)+Bias.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271005109314835250" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSZfOE360zI/AAAAAAAABbo/6DiESJNckt4/s200/21)+Bias.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Jangan biarkan,&lt;br /&gt;Genggamlah selagi dapat&lt;br /&gt;Kebenaran dimisalkan dalam andaikan&lt;br /&gt;Andaikan diumpamakan dalam remang-remang&lt;br /&gt;Senja menanjak malam&lt;br /&gt;Gelap&lt;br /&gt;Kosong,&lt;br /&gt;Tanganmu mendusta diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan&lt;br /&gt;Jeruji besi melingkari kebebasan&lt;br /&gt;Mencampakkan kebenaran pada kekayaan&lt;br /&gt;Menyerahkan hukum pada ketok palu yang tanpa nurani&lt;br /&gt;Pada keadilan untumu yang mengerti rumahku reyot&lt;br /&gt;Walau hukum, kebenaran, dan keadilan bias padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan,&lt;br /&gt;Jangan gadaikan nurani demi mamon&lt;br /&gt;Yang tanpan daya membangkitkanmu dari kubur&lt;br /&gt;Anak cucumu remuk redam oleh warisan leluhur&lt;br /&gt;Bias hukum, kebenaran, dan keadilan.&lt;br /&gt;Tak terdefinisikan, satu pun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukupkan,&lt;br /&gt;Ini untuk hari ini.&lt;br /&gt;Hari esok ada waktunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Mei 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-3176620197707400886?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/3176620197707400886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=3176620197707400886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3176620197707400886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3176620197707400886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/bias.html' title='Bias'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSZfOE360zI/AAAAAAAABbo/6DiESJNckt4/s72-c/21)+Bias.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-2870150937346151575</id><published>2008-11-20T23:03:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T23:08:02.654-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kematian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meninggal'/><title type='text'>RIP</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSZd7kj9A0I/AAAAAAAABbg/LIoeRjBDOAU/s1600-h/20)+RIP.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271003691891884866" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 162px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSZd7kj9A0I/AAAAAAAABbg/LIoeRjBDOAU/s200/20)+RIP.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Nyawa menggantung di pucuk nafas&lt;br /&gt;tersengal-sengal mendaki bukit gersang&lt;br /&gt;menggelepar kemarau gurun sahara&lt;br /&gt;sekat ada dan tiada tanpa batas&lt;br /&gt;mungkin di antara detik dan menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merindu hidup di tepi asa&lt;br /&gt;mengharap sekarat segera bangun&lt;br /&gt;merangkak raih buih-buih nafas&lt;br /&gt;menatang nyawa penuh sembah&lt;br /&gt;di antara menyatu dan terpisah&lt;br /&gt;tanpa bentuk dan nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meregang daya antara upaya dan tanpa&lt;br /&gt;menyerah pasrah di pelukmu pertiwi&lt;br /&gt;di susu ibu muasal kejadian&lt;br /&gt;lahir putra benih sembahyang&lt;br /&gt;laku suci tersurat dalam kitab:&lt;br /&gt;”Kala Aku haus, kau beri minum.”&lt;br /&gt;”Kala Aku lapar, kau beri makan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Mei 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-2870150937346151575?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/2870150937346151575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=2870150937346151575' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/2870150937346151575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/2870150937346151575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/rip.html' title='RIP'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSZd7kj9A0I/AAAAAAAABbg/LIoeRjBDOAU/s72-c/20)+RIP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-3721460059145119471</id><published>2008-11-20T22:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T22:51:23.842-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu'/><title type='text'>Merindukan Mimpi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSZaP9ulUbI/AAAAAAAABbY/E0L-lUVEAUU/s1600-h/19)+Merindukan+mimpi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270999644198228402" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSZaP9ulUbI/AAAAAAAABbY/E0L-lUVEAUU/s200/19)+Merindukan+mimpi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;: Ella&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dadaku yang berkata di antara detak jam pada detik dan menit,&lt;br /&gt;pada gelisah yang menyayat: di pagi, di siang, di petang, di malam,&lt;br /&gt;pada asa nirbatas.&lt;br /&gt;Kapan mimpiku lahir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lalu dan sekarang tak berupa,&lt;br /&gt;tersket pun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik berjuta&lt;br /&gt;walau menulis puisi, mengerjakan PR, menyelesaikan tugas:&lt;br /&gt;matamu bulat bola hitam&lt;br /&gt;menggelinding indah di puisi-puisi Gibran,&lt;br /&gt;bersinar surya di pagi dan di senja.&lt;br /&gt;Alismu lebat hitam legam bersinar&lt;br /&gt;menggantung di langit-langit matamu&lt;br /&gt;beraura lembut menawan, bibirmu merah pucat bergetar arah&lt;br /&gt;menyapa gairah yang berkelana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergetaran&lt;br /&gt;perasaan b&lt;br /&gt;erhamburan, berkejaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku: Ella.&lt;br /&gt;Siapa kau?&lt;br /&gt;Lelaki?&lt;br /&gt;Siapa lelaki?&lt;br /&gt;Tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpiku belum lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03 Mei 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-3721460059145119471?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/3721460059145119471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=3721460059145119471' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3721460059145119471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3721460059145119471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/merindukan-mimpi.html' title='Merindukan Mimpi'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSZaP9ulUbI/AAAAAAAABbY/E0L-lUVEAUU/s72-c/19)+Merindukan+mimpi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-1082050514337360694</id><published>2008-11-20T21:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T22:40:32.754-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='demontrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='protes'/><title type='text'>Sepuluh Ribu Rupiah</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSZXWtoPTJI/AAAAAAAABbQ/NxOxBdrL6AY/s1600-h/18)+Sepuluh+ribu+rupiah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270996461600853138" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 161px; CURSOR: hand; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSZXWtoPTJI/AAAAAAAABbQ/NxOxBdrL6AY/s200/18)+Sepuluh+ribu+rupiah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Siapa pun tangkap dia!&lt;br /&gt;Perintah samar dan bayang-bayang&lt;br /&gt;Mungkin provokator, kejengkelan, kemarahan,&lt;br /&gt;pelampiasan, ketakberdayaan, ketakpercayaan,&lt;br /&gt;keadilan dan kebenaran,&lt;br /&gt;mungkin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejar dan tangkap dia!&lt;br /&gt;Tangan-tangan kita kuat dan bukan tangan-tangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau? Berdiri di tepi kemegahan pembangunan dan perencanaan tata kota,&lt;br /&gt;beratapkan program kesejahteraan dan kemakmuran.&lt;br /&gt;Kau? Pagi-pagi yang sangat pagi ketika subuh keringat dan peluh bau rongsokan.&lt;br /&gt;Siang: keringat dan kelaparan bau rongsokan.&lt;br /&gt;Malam yang sangat malam uang dan makan rongsokan.&lt;br /&gt;Tidur dan mimpi rongsokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejar dan tangkap dia!&lt;br /&gt;Hukum harus ditegakkan.&lt;br /&gt;Keadilan dan kebenaran harus dijunjung tinggi.&lt;br /&gt;Harganya sepuluh ribu rupiah.&lt;br /&gt;Ini minyak tanah, bensin, dan korek api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunyi senyap: mulut-mulut ternganga, hati dan pikiran beku.&lt;br /&gt;Ini rakyat. Kekuasaan di rakyat.&lt;br /&gt;Rakyat bukan raja. Rakyat adalah suara bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara koran, majalah, tabloid.&lt;br /&gt;Pencopet sepuluh ribu dibunuh dan dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu bertebaran ke mana-mana, di mana-mana abu berserakan.&lt;br /&gt;Tanpa tempat. Terasing.&lt;br /&gt;Aku sepuluh ribu rupiah bukan milyar bukan triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum tak terkejar.&lt;br /&gt;Keadilan liar. Kebenaran tak tertangkap.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;25 April 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-1082050514337360694?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/1082050514337360694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=1082050514337360694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1082050514337360694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1082050514337360694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/sepuluh-ribu-rupiah.html' title='Sepuluh Ribu Rupiah'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSZXWtoPTJI/AAAAAAAABbQ/NxOxBdrL6AY/s72-c/18)+Sepuluh+ribu+rupiah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-3394702948380273683</id><published>2008-11-20T16:43:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T19:07:42.183-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak-anak'/><title type='text'>Karena Dirimu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSoaY-u50NI/AAAAAAAABbw/2c41Sy8Igx8/s1600-h/17)+Karena+dirimu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272055330249494738" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSoaY-u50NI/AAAAAAAABbw/2c41Sy8Igx8/s200/17)+Karena+dirimu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Karena dirimu, engkau tersenyum, engkau tertawa,&lt;br /&gt;engkau bersenda gurau, engkau menyapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dirimu, engkau cemberut,&lt;br /&gt;engkau menakutkan, engkau marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dirimu, engkau bahagia, engkau bergembira,&lt;br /&gt;engkau bersuka-ria, engkau damai sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dirimu, engkau benci,&lt;br /&gt;engkau dendam, engkau menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dirimu, engkau bersorak-sorai, engkau murah hati,&lt;br /&gt;engkau mencinta, engkau berbelas kasih, engkau penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dirimu, engkau bermuram durja, engkau cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dirimu, engkau bercahaya, engkau bersuka cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 April 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-83d8434f5a0b4ce4" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v6.nonxt4.googlevideo.com/videoplayback?id%3D83d8434f5a0b4ce4%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331694307%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D305A2F23DA982178034D0403BA922021DB20019A.7040DC542DFC00B8CBA9AE102FCAE52EA82BE9BC%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D83d8434f5a0b4ce4%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DO4llx_uGFwYTEk5RDEB1L7CSDcA&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v6.nonxt4.googlevideo.com/videoplayback?id%3D83d8434f5a0b4ce4%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331694307%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D305A2F23DA982178034D0403BA922021DB20019A.7040DC542DFC00B8CBA9AE102FCAE52EA82BE9BC%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D83d8434f5a0b4ce4%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DO4llx_uGFwYTEk5RDEB1L7CSDcA&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-3394702948380273683?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=83d8434f5a0b4ce4&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/3394702948380273683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=3394702948380273683' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3394702948380273683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3394702948380273683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/karena-dirimu.html' title='Karena Dirimu'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSoaY-u50NI/AAAAAAAABbw/2c41Sy8Igx8/s72-c/17)+Karena+dirimu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-7313376239775467335</id><published>2008-11-20T16:40:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T16:43:09.983-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Puisiku Lahir</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSYD-so8FyI/AAAAAAAABbI/I80SFc49bKo/s1600-h/16)+Puisi+lahir.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270904789553387298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSYD-so8FyI/AAAAAAAABbI/I80SFc49bKo/s200/16)+Puisi+lahir.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(untuk kakakku Sukalis)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lahir di pagi hari seperti pagi kemarin,&lt;br /&gt;di kamar tua dan tidak menarik.&lt;br /&gt;Tembok, cat, meja, kursi, bed, dan tanah saksi.&lt;br /&gt;Aku telah lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada bukumu, aku bertanya, ”Sudah berapa kali kau diperkosa?”&lt;br /&gt;Baumu tak sedap dan pucat. Mandilah dengan lulur.&lt;br /&gt;Kau tak memuaskan. Nilaimu d.&lt;br /&gt;Di tetangga sebelah, kudapatkan yang montok dan kenes.&lt;br /&gt;Aku baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kursimu, aku bertanya, ”Kau masih senang dengan bokong hitamku?”&lt;br /&gt;Aaaah..., sedetik saja kuangkat, kau sekarat.&lt;br /&gt;Katamu, ”Jangan kau angkat, lengketkan saja!”&lt;br /&gt;Ngos....ngoosss...&lt;br /&gt;Tanpa daging, tinggal tulang.&lt;br /&gt;Nilaimu c.&lt;br /&gt;Di sudut gardu, kutemukan yang berdaging dan kenyal, perawan dan kencang.&lt;br /&gt;Aku baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada tempat tidurmu, aku bertanya, ”Nikmatikah semalaman bersamaku?”&lt;br /&gt;Nafsu besar, kau mengerang dan menjerit,&lt;br /&gt;merintih dan mendesah.&lt;br /&gt;Kreeket...kreeket...kreekeeeet...&lt;br /&gt;Berhentilah bergoyang dan berhentilah berkreket.&lt;br /&gt;Tak enak. Keras.&lt;br /&gt;Punggungku sakit. Mimpiku jelek.&lt;br /&gt;Tiada kepuasan bersamamu.&lt;br /&gt;Nilaimu harus a.&lt;br /&gt;Aku baru lahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 April pagi, seperti pagi kemarin,&lt;br /&gt;seperti bayi yang baru lahir dari rahim ibu. Merah darah. Amis.&lt;br /&gt;Oeeekk...ooooeekk...&lt;br /&gt;Aku telah lahir. Namaku Sukalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pagi hari seperti pagi kemarin.&lt;br /&gt;Aku telah lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 April 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-7313376239775467335?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/7313376239775467335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=7313376239775467335' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7313376239775467335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7313376239775467335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/puisiku-lahir.html' title='Puisiku Lahir'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSYD-so8FyI/AAAAAAAABbI/I80SFc49bKo/s72-c/16)+Puisi+lahir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-1049824369092396103</id><published>2008-11-20T16:36:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T16:40:20.362-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa kasih'/><title type='text'>Menangkap Rasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSYDUjF9JHI/AAAAAAAABbA/wWWC50EC4fo/s1600-h/15)+Menangkap+rasa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270904065436230770" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 223px; CURSOR: hand; HEIGHT: 229px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSYDUjF9JHI/AAAAAAAABbA/wWWC50EC4fo/s200/15)+Menangkap+rasa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Suatu petang datang&lt;br /&gt;menanyakan anak-anak manusia&lt;br /&gt;Lihatlah dirimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiam&lt;br /&gt;menekuri jiwa yang hambar, remang dan kosong&lt;br /&gt;Di langit dan di bumi&lt;br /&gt;jauh amat jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu petang menyapa suasan&lt;br /&gt;me-Rohi anak-anak manusia&lt;br /&gt;sedih tidak dan gembira pun tidak&lt;br /&gt;ini mesti diselesaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa prapaska&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam&lt;br /&gt;teka-teki anak manusia melukis&lt;br /&gt;angin dan menjaring cahaya&lt;br /&gt;ini isyarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paska bukan menanti asa&lt;br /&gt;Paska menangkap rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Maret 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-1049824369092396103?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/1049824369092396103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=1049824369092396103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1049824369092396103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1049824369092396103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/menangkap-rasa.html' title='Menangkap Rasa'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSYDUjF9JHI/AAAAAAAABbA/wWWC50EC4fo/s72-c/15)+Menangkap+rasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-4629647808449642105</id><published>2008-11-17T22:17:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T22:20:48.805-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suport hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Demi Hidupmu, Lawanlah!</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSJefPh2oaI/AAAAAAAABa4/eakMWa_HCsA/s1600-h/15)+Demi+hidupmu.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269878404814381474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 139px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSJefPh2oaI/AAAAAAAABa4/eakMWa_HCsA/s200/15)+Demi+hidupmu.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Hujan deras. Jatuh air hujan menjadi musik alam yang monoton. Dingin. Aku menganggur atas diriku. Sepi. Aku menghadapi diriku. Sungguh tak sedap dan tak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau, aku rindu untuk bersamamu. Sungguh aku rindu. Rasanya, hujan di sore ini cocok untuk cengkrama kita. Mengusir sepi, sendirian, dan dingin. Hanya aku tidak tahu apakah kau seperasaan denganku. Aku tak mau bertepuk sebelah tangan. Pikiranku mencari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku, aku membuat keputusan untuk diriku: kutuliskan peristiwa di sore ini. Biarlah, peristiwa sore ini menjadi temanku, menjadi sahabatku. Aku menulis tentang aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak paham. Aku tidak mengerti untuk siapakah tulisanku. Apakah aku hanya mengadu dengan tulisanku atas rasa diri di sore ini? Pikirku ia untuk kertas, ballpoint, meja, kamarku, dan hujan. Cukuplah! la untuk alamku dan duniaku. Maksudku untuk diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku kekasih, tidakkah kamu tahu, mengalami peristiwa hidup ini menuntut diri untuk teguh, mawas diri, dan kuat? Asal kamu tahu, aku tak ingin hidupku sia-sia karena kelalaianku atas pengalaman hidup yang tidak dimaknai. Aku tidak mau jatuh ke dalam jurang kehancuran karena diriku sendiri. Untuk itulah, mawas diri, teguh, kuat, dan bijaksana diperlukan untuk mengambil langkah yang tepat, baik, dan benar demi diri dan hidupnya. Ini bukan egois dan bukan kesombongan. Kamu nanti akan tahu inilah yang disebut proses untuk menemukan diri dalam kerendahatian. Sebab akan kamu mengerti jika langkah dan atau keputusan yang tepat, benar, dan baik kauambil untuk dirimu akankah engkau mengambil keputusan dan atau langkah yang salah untuk sesamamu dan Tuhan? Aku yakin jika kebenaran ada dalam dirimu engkau akan bertindak benar juga di hadapan sesama dan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah aku akan kembali pada situasiku di sore ini. Aku jenuh, bosan, dan kesepian. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Mondar-mandir. Akankah aku melarikan diri atas kenyataan hidupku ini? Siapakah yang mau menelan pil jenuh, bosan, dan sepi? Apakah ini akibat kelalaianku saja? Atau ini akibat kebodohanku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengendapkan peristiwa hidupku. Aku berproses untuk mengenal diriku. Biarlah ini kukatakan kepadamu. Aku mau jujur saja. Orang yang mau mengalami dirinya akan menjadi dewasa, matang, teguh, dan semakin menjadi manusia sebenarnya. Orang itu berkembang dalam hidup, batin, dan rohani secara mendalam. Orang itu akan mengenal dirinya, sesama, lingkungan, dan Tuhannya. Orang itu dapat dipercaya dan diandalkan karena ia jujur terhadap dirinya. Jika ia jujur terhadap dirinya, apakah ia akan menipu orang lain? Tidak! Orang itu bukan hanya mengenal diri, sesama, lingkungan, dan Tuhannya, tetapi akan menemukan diri, sesama, lingkungan, dan Tuhannya. Orang itu berjalan dalam terang dan membawa terang. Terang itu bukan hanya miliknya, tetapi menjadi milik banyak orang. la menyadari bahwa ia tidak sendirian. Ia milik dirinya, tetapi ia tahu lingkungan juga memilikinya. Terang itu menjadi milik semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku kekasih, berjuang melawan kemauan yang tak teratur, kemalasan, dan tantangan yang melumpuh diri adalah berjuang melawan diri sendiri. Melawan diri sendiri adalah perjuangan yang sangat berat yang dialami setiap manusia. Tidak semua orang sudi melawan dirinya. Ini menyakitkan! Tetapi benarkah orang harus melawan diri sendiri? Menurutku, kita mesti menjadi raja atas diri kita. Bagaimana aku dapat meraja atas hal yang lain, jika aku tidak dapat meraja atas diri sendiri? Bagaimana aku dapat memimpin, jika aku tidak dapat memimpin istanaku yaitu diriku sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bermaksud untuk mengatakan kepadamu bahwa kita ini terdiri dari kerajaan-kerajaan yang berdiri sendiri. Ada kerajaan pikiran, hati, dan perasaan. Tidak begitu maksudku. Akan tetapi, akan terjadi bahwa pikiranmu berjalan ke utara hatimu berjalan ke selatan. Ini namanya tidak serasi. Mungkin kamu akan stres, tidak dapat konsentrasi, dan akhirnya kamu tidak utuh. Dirimu terpecah-belah atas dirimu sendiri. Ini berbahaya! Nah, inilah maksudku kamu harus menjadi raja atas dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini masih hujan. Aku menemukan hujan, menemukan sepi, menemukan bosan, menemukan lingkungan, dan pada akhirnya, aku menemukan aku. Aku tidak lari ke mana pun. Aku mau setia bersama diriku meskipun bosan, jenuh, dan kesepian. Bagaimana aku dapat setia terhadap hal lain, jika aku tidak dapat setia terhadap diriku? Bagaimana aku dapat tekun berjuang jika aku tidak tekun dan setia terhadap diriku? Bukankah ketekunan dan kesetiaan akan menghasilkan buah yang melimpah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirku aku telah menjadi pahlawan bagi hidupku. Aku mencintai diriku. Tidak! Tuhanlah yang mencintai aku untuk mencinta diriku, sesama, dan Dia. Teman, tiada yang lebih indah selain aku menyadari rahmat-Nya atas segala kejadian dan pengalaman yang dianugerahkan kepadaku. Aku yakin Dia berbicara dengan diriku melalui pengalaman dan kejadian itu. Untuk itulah sudah sepantasnya aku bersyukur kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02 Maret 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-4629647808449642105?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/4629647808449642105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=4629647808449642105' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4629647808449642105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4629647808449642105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/demi-hidupmu-lawanlah.html' title='Demi Hidupmu, Lawanlah!'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SSJefPh2oaI/AAAAAAAABa4/eakMWa_HCsA/s72-c/15)+Demi+hidupmu.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-1976429406329703123</id><published>2008-11-15T02:55:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T02:58:13.462-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><title type='text'>Kisah Sang Guru Dan Murid</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SR6q53s_QpI/AAAAAAAABaw/C5VRJynuky8/s1600-h/14)+Kisah+Sang+guru.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268836525251969682" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SR6q53s_QpI/AAAAAAAABaw/C5VRJynuky8/s200/14)+Kisah+Sang+guru.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;"&gt;ilmu dan sesama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarlah kisahku:&lt;br /&gt;Pada suatu waktu yang telah berlalu, aku dididik dan dibimbing oleh sang Mpu Ilmu. Wejangan dan tempaan terus-menerus mengisi aku yang hidup pasrah atas kehendak Yang Maha Atas, bekerja keras, dan berdoa. Kata sang Mpu, ”Nak, ilmu tersedia di alam bebas. Ilmu mengalir bersama dan dalam air mengalir. Ilmu berhembus bersama dan dalam angin. Kematianlah yang menghentikan belajarmu.” Aku menaruh hormat pada sang Mpu. la bijak laksana Salomo dan kusebut suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah, aku murid yang dulu merangkak, berdiri tertatih-tatih, kini berdiri dan duduk, bersila dan bersujud bersama sang Mpu. Sang Mpu membuka hati, budi, roh, dan badanku yang sekarang lebih perkasa dari Sang Mpu yang telah bungkuk. Aku minta tolong dengan segala hormat dan rendah hati. Pada saat itu, aku mulai mengulum bibirku yang kering, pahit, manis, kecut, dan masam. Pundakku terasa berat dan jalanku tertatih-tatih sempoyongan. Ototku mekar. Sang Mpu membantu membentuk aku. Pada saat itulah aku merasakan adanya perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi, siang, petang, dan malam Sang Mpu seperti tak mengenal lelah mewejangku. Suaranya berat. Tertunduk menantang bumi. Alam sebagaimana aku selalu rindu mendengarkan ajarannya yang bijak penuh cinta. Kini Sang Mpu telah sangat tua. Suaranya sangat serak dan parau. Tidak jelas. Berdiri tak mampu. Bergerak pun serasa enggan. Aku sang murid mati-matian membahasakan serak suaranya dan geraknya yang lambat dan halus. Aku tak ingin kehilangan ilmu darinya. Suatu saat pertentangan batin telah semi bersama keringat yang terus mengucur semakin deras, ladang-ladang hati yang haus dan kering. Berseminya bibit manusiawi sang murid terasa tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau tentang bibit-bibit itu? Bibit itu adalah sabda Sang Mpu yang kurenung dan kuselami ketika kitab Sang Mpu dibacakan dan sang murid menerjemahkan ke dalam bahasa bumi yang jujur dan polos. Mengapa? Sang Mpu mengajar dalam bahasa para malaikat dan bertindak dalam ilusi sang nabi. Kata sang Mpu, ”Nak, tiada sekat di antara kita. Nak, tua dan muda adalah ukuran yang kita kenakan. Nak, Sang Mpu dan murid itu sebutan kita saja. Semua adalah sesama. Inilah inti hidup kita. Karena kita berasal dari satu sang pencipta yaitu Sang Hyang Wasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang murid berkata, ”Mpu, lihatlah di sana! Itu bos. Itu bawahan. Itu pemimpin. Itu anak buah. Itu majikan. Itu buruh. Itu rakyat. Itu kere. Sementara itu, Mpu mengatakan bahwa kita sesama. Kita satu ciptaan. Kita tanpa sekat. Ini struktur apa, Mpu?” Kata Mpu, ”Nak, Sang Yang Jagad Suci memberikan ciptaan-Nya kepada semua. Semua menjadi pengelola. Atas kemauan manusia, manusia menciptakan tatanan dunia manusia. Aku ingin mengajakmu untuk kembali berpikir atas pikiran Sang Pencipta. Kau akan kembali kepada sang Pencipta, bukan kepada manusia. Di dalam Sang Pencipta, engkau menemukan hakekat ciptaan dan sesama ciptaan. Di sana akan kau temukan arti hidupmu yang bebas dan menemukan inti kebebasanmu. Karena kamu menemukan inti kebebasanmu kamu juga akan menemukan sesamamu yangjuga bebas. Dalam kebebasan itu, manusia merdeka terhadap hidupnya, atas kehidupan yaitu hidup di hadirat Pencipta. Hidup di hadirat Pencipta berarti hidup di dalam sinar dan terang Pencipta. Jika demikian, hidup dalam kebebasan, terang dan sinar sang Pencipta adalah hakekat kebebasan ciptaan yang hidup di hadirat-Nya. Nak, kecerdasanmu menangkap ilmu Mpu membebaskan engkau dari kepicikan. Kamu katakan: ini bos, ini bawahan. Jika ini suatu keserasian hidup untuk berkembang bersama dalam hadirat-Nya perlakuan sebagai bos dan bawahan bukanlah perlakuan dunia yang terjadi tetapi perlakuan sebagai sesama ciptaan yang bakal terjadi. Nak, sebutan kere dan rakyat, kaya-miskin tidak ada jika mereka memandang dan hidup dalam terang Sang Pencipta. Karena Sang Pencipta adalah sang adil, tentram, damai, dan sejahtera. Keserasian dan keseimbangan adalah Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, hal ilmu aku ingin menyampaikan pesan untuk kamu olah. Adakah harta yang tidak akan binasa? Harta yang tidak binasa itu harus kamu temukan dalam hidupmu, bukan dalam hidupku. Harta itu tidak terpendam dan tidak tersembunyi, tetapi ada di setiap kamu berada. Masalahnya adalah apakah matamu melihat atau tidak, tanganmu dapat menggenggam atau tidak, hati-budi-rasamu dapat menangkap atau tidak. Ini hal biasa dan bisa menjadi tidak biasa. Akankah kamu berpikir aku akan bermimpi dan dalam mimpiku aku berhasil menangkap inti sejati cinta? Itu dalam mimpi. Nak, inilah ilmu yang tidak akan musna yang Mpu punya. Tapi ingat Mpu sesamamu yang lebih dulu hidup saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Mpu telah tiada. Di atas makamnya tumbuh bunga melati dan mawar yang setiap saat mekar. Murid berziarah atas hidupnya. Sang murid adalah murid dari murid-Nya. Kini murid itu tumbuh dewasa di setiap tempat. Murid itu adalah aku dan kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Februari 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-1976429406329703123?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/1976429406329703123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=1976429406329703123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1976429406329703123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/1976429406329703123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/kisah-sang-guru-dan-murid.html' title='Kisah Sang Guru Dan Murid'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SR6q53s_QpI/AAAAAAAABaw/C5VRJynuky8/s72-c/14)+Kisah+Sang+guru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-212875057270546342</id><published>2008-11-15T02:51:00.000-08:00</published><updated>2008-11-15T02:57:52.500-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Melatiku</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SR6qR-6DTaI/AAAAAAAABao/0ZoenyZjvTo/s1600-h/13)+Melatiku.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268835839991041442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SR6qR-6DTaI/AAAAAAAABao/0ZoenyZjvTo/s200/13)+Melatiku.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ketika langkahku sampai di ujung taman bunga, angin lembut membawa bau harum melati yang menyampaikan salam atas langkahku yang pasti. Kutelusuri. Kucari di manakah melati yang salamnya sampai padaku. Melati, kau sepertinya tersenyum merayuku yang rindu pada kekasihku. Kau mengingatkanku pada asmara kami yang tertunda oleh waktu. Aku mengendus baumu atau akankah aku mengendus melati yang semilir oleh angin rindu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutemukan kau, melati. Aku terpana memandangmu. Seakan kau adalah melati dalam mimpiku bulan yang lalu. Persis. Aku tidak mimpi di senja ini, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyummu kau tebarkankan di redup senja ini. Matamu menatap lembut menundukkan senja semakin malam. Kini, aku menangkapmu di ujungnya ujung taman tanpa berontak. Pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melati, aku hanya tamu yang tanpa sengaja singgah. Aku peziarah yang membaca nuraniku di sepanjang jalan. Dan, angin membawamu padaku. Tidakkah kau tidak menjual dirimu? Lambaian tanganmu menjawabi aku. Melati suci tak pernah dusta diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menebar senyumku di setiap waktu. Aku menyapa pada setiap ciptaan. Aku tidak melacurkan diriku. Hanya aku tahu aku bukan untuk diriku sendiri. Aku untuk yang menyirami aku, untuk yang memetik bungaku, untuk yang membuang puntung rokoknya ke rumahku, untuk yang mengumpatku, untuk yang mengejekku, dan untuk yang menamparku. Aku untuk yang kemarin malam diteriaki maling dan untuk yang meneriaki rampok. Akankah aku kau katakan aku ini pelacur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertegun kumemandangmu. Dan dari senyummu, aku tidak menemukan cerita cinta kita saja. Kau milik bagi yang memiliki. Sungguh kau merdeka. Aku menerima apapun yang datang padaku. Aku menjawabi mereka dalam kehendak bebasku yang tulus. Aku hanyalah keterbukaan, termasuk terhadap olokanmu, apalagi cintamu. Datanglah di setiap waktu. Mampirlah di setiap perjalananmu. Nikmatilah di setiap perjumpaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melati, aku mencari cintaku, karena aku rindu. Aku ingin bercakap karena aku kekasihnya. Aku ingin selalu berjumpa karena kangen. Aku ingin bersua karena aku membutuhkannya. Sungguh, hari-hariku ingin kulalui bersama cintaku. Tak peduli apakah sedang sakit, sehat, berduka, bergembira, senang, dan menderita. Ternyata, melati yang ayu kau adalah kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Februari 2002 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-212875057270546342?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/212875057270546342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=212875057270546342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/212875057270546342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/212875057270546342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/melatiku.html' title='Melatiku'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SR6qR-6DTaI/AAAAAAAABao/0ZoenyZjvTo/s72-c/13)+Melatiku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-3995273997329814975</id><published>2008-11-13T05:00:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T05:05:38.556-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='libur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Bapak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Ayam Jantan Wiring* Kuning</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRwl-8YWq8I/AAAAAAAABag/7Q61hz9mxBg/s1600-h/12)+Ayam+jantan+wiring+kuning.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268127427407031234" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRwl-8YWq8I/AAAAAAAABag/7Q61hz9mxBg/s200/12)+Ayam+jantan+wiring+kuning.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRwlzT-_KWI/AAAAAAAABaY/K-mp7u4bd7Y/s1600-h/12)+Ayam+jantan+wiring+kuning.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sore itu, 23 Desember 2001, aku dan bapakku menyaksikan suatu acara dalam TV Indosiar. Bapakku duduk di sebuah kursi dan aku duduk di tikar di depan bapak di samping timur. Ruang kecil tempat rekreasi keluarga kami. Sebuah TV Konka Sharp yang cukup besar berada di ruang itu. Kami bercakap-cakap ke sana-ke mari dengan sesekali menyaksikan acara di Indosiar.&lt;br /&gt;Awal percakapan kami adalah tentang padi. Padi tanaman bapak di sawah belakang dusun. Padi Sari Wangi pemberian Rm. Joko telah ”meteng nom”.&lt;br /&gt;”Rm. Joko itu mempunyai perhatian yang besar kepada umat, terutama petani. Beberapa tokoh umat diberi bibit Sari Wangi, di antaranya bapakmu. Aku tidak tahu, kok diberi. Sekarang yang ditanam itu yang hari Minggu lalu kamu semprot ulatnya. Aku senang. Padi itu bagus dan subur, lebih ’genjah’ dari 64,” kata Bapak.&lt;br /&gt;”Kalau begitu, Rm. Joko disenangi umat, ya Pak!” kataku pada Bapak.&lt;br /&gt;”Ya!,”, jawab Bapak pendek.&lt;br /&gt;Lama kelamaan kami larut dalam percakapan. Ini kangen-kangenan kami. Sharing dan cerita kami. Rasanya semakin hangat dan mesra saja. Maklum sudah cukup lama aku tidak bertemu Bapak sejak tahun 1999 lalu. Kulihat Bapak menerawang jauh di atas TV. Seakan-akan ia mengingat sesuatu di masa lalu. la menghembuskan napas pelan dan memperbaiki posisi duduknya. Aku memandanginya dalam-dalam. Bapak tampak semakin tua, keriput pipinya tampak sekali, kerut dahinya menambah ketuaannya. Namun, rambutnya tetap hitam legam. Katanya, ia mempunyai doa khusus untuk rambut itu. la tetap tegas dan bijak. Penduduk desa segan dan hormat pada Bapak karena kebijaksanaannya.&lt;br /&gt;”Aku ingin bercerita tentang kamu,” kata Bapak memecah keheningan. Aku terbangkitkan dari kekosongan.&lt;br /&gt;”Tentang apa, Pak!,” tanyaku.&lt;br /&gt;”Mengapa kamu dulu tidak boleh masuk tentara. Ini ada sebabnya. Aku ingin menceritakannya. Kamu biar semakin jelas,” kata Bapak mantap.&lt;br /&gt;”Baiklah! Bagaimana ceritanya, Pak!” kataku sambil membenahi posisi dudukku. Aku sungguh tertarik untuk mendengarkannya. Berceritalah bapak kepadaku.&lt;br /&gt;”Dulu sebelum kakak-kakakmu lahir, aku selalu mimpi. Aku mimpi mendapatkan burung. Maryuli burung Perkutut. Narlim burung Jalak. Mimpi itu kurenungkan. Pasti ada maknanya. Burung perkutut itu banyak dipelihara orang karena indah dan merdu suaranya. Ada kekuatan magis pada burung itu, menurut kepercayaan orang Jawa. Begitu pula burung Jalak. Indah, merdu, dan rumahan burung itu. Pastilah anak perempuan yang dikandung ibumu itu. Dan, benarlah demikian. Burung dalam mimpi itu aku tangkap sebagai wahyu. Wahyu yang memberikan tanda bahwa anakku akan lahir perempuan. Gusti Allah berbicara dalam mimpi itu. Wahyu itu juga aku terima ketika ibumu mengandung kamu. Begini ceritanya.” Bapakku memperbaiki posisi duduknya, mendehem dan mengangkat wajahnya.&lt;br /&gt;”Waktu itu, dalam mimpi, aku berjalan di suatu pegunungan. Jalannya menanjak tinggi. Sungguh tinggi. Aku terus berjalan dan pada akhimya aku sampai pada puncak gunung yang tinggi itu. Di puncak itu kulihat sebuah rumah tua dari bambu dan di dalamnya ada seorang kakek tua berjenggot panjang dan berambut putih. Aku dipersilahkan mampir dan masuk. Aku diberinya segelas air. Sungguh segar dan sejuk. Di halaman rumah depan, kulihat seekor ayam jantan muda berwarna wiring kuning dalam kurungan yang terbuat dari bambu. Ayam itu trondol. Bagus dan menarik. Orang seperti begawan itu mengatakan kalau ayam itu untukku. la berkata berupa pesan, ’Peliharalah! Biarlah ia ada dalam kurungan. Jangan kamu lepas. Kalau kamu lepas, nanti liar dan berbahaya. Nanti menjadi besar. Apa kamu sanggup memeliharanya?’ Aku menyanggupi permintaan begawan itu. Aku mengingatnya selalu. Pesan itu tak kulupakan. Ayam jantan muda wiring kuning trondol aku bawa pulang. la aku kurung.”&lt;br /&gt;Bapak terdiam sebentar. la mengingat sesuatu yang akan dikatakannya. la menerawang jauh ke dalam dirinya. Sementara itu sore semakin gelap. Neon kuhidupkan. Cahaya TV dan neon menjadi satu dan terang. Aku mengingat-ingat semua cerita Bapak. Aku mencoba memahaminya.&lt;br /&gt;”Cerita ini ada kaitannya dengan hidupmu,” sambung bapak, ”mimpi itu aku tangkap sebagai wahyu sebagaimana mimpi pada kakak-kakakmu. Ayam jantan wiring kuning trondol, gagah, gede, bagus. Ini tanda bahwa aku akan mendapatkan anak laki-laki. Itu benar! Ibumu melahirkan kamu. Laki-laki. Lahirmu seperti lahirku di Rabu Legi. Kamu semakin besar. Kamu ingin menjadi tentara. Aku ’lelimbang’ bukan tentara bersenjata ’bedil’. Kamu tidak akan menjadi tentara. Aku tidak setuju. Kamu harus dikurung supaya tidak liar dan tidak berbahaya. Aku menangkap makna dikurung: artinya hidup di dalam biara. Dikurung itu artinya hidup membiara. Sebab itulah aku tidak setuju kamu menjadi tentara. Begitu juga ibumu. Aku sadar kamu tidak dapat kupegang sebagai milik pribadi, milik keluarga. Kamu milik banyak orang. Tetapi, aku rela dan bersyukur dapat menepati janjiku. Waktu itu sore hari seperti ini, kamu mengatakan kalau kamu ingin masuk bruder. Aku tidak berpikir banyak, langsung setuju. Aku memberi restu. Ini kulakukan karena wahyu itu. Aku janji ayam wiring kuning itu harus dikurung. Artinya harus dipersembahkan kepada Gusti Allah. Aku tidak berkeberatan.”&lt;br /&gt;Bapak berhenti sejenak dan batuk kecil. la mengusap mulutnya dengan jemari tangan kanannya. Aku larut dalam emosi dan rasa cerita bapak. Aku mulai melihat perjalanan hidupku. Aku mengangguk.&lt;br /&gt;”Mengapa Ibu juga tidak setuju kalau aku jadi tentara?” tanyaku.&lt;br /&gt;”Ibumu trauma. Dulu sering melihat tentara latihan. Lari, merangkak, ditendang, dipukul, perang. Ibumu tidak tega, apalagi kamu anak laki seorang. Ibumu takut kehilangan kamu,” jawab bapak.&lt;br /&gt;”Mengapa aku boleh jadi bruder?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;”Ibumu ikut aku. Selanjutnya, ibumu melihat hidup Bruder Al. Marmo yang baik, sabar, dekat dengan umat, bijaksana, dan suci. la menjadi tidak berkeberatan kalau kamu jadi bruder. Aku selalu berdoa untukmu. Kamu ’ginaris’ sebagai biarawan,” jawab Bapak mantap.&lt;br /&gt;Aku menghela napas panjang. Seluruh perasaanku tertuju pada cerita Bapak, pada diri Bapak, pada diri Ibu, dan pada diriku sendiri. Aku menyelami diriku. Cerita Bapak sungguh aku dengarkan. Aku tak ingin kehilangan cerita ini. Mataku berkaca-kaca.&lt;br /&gt;”Terima kasih, Pak!” kataku dalam hati. Aku telah berziarah bersama cerita Bapak. Bapak menunjukkan cintanya padaku dan menjadi nabi bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 Desember 2001 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*WIRING: Bulu ayam bangkok jantan yang paling populer dan berkelas adalah warna wiring. Corak warna ini adalah terdiri dari warna dasar hitam dengan bulu rawis leher dan rawis ekor berwarna kuning kemerahan. Jika warna rawis yang dominan adalah kuning keemasan, maka disebut sebagai WIRING KUNING. Jika warna rawis cenderung merah tua kecoklatan disebut WIRING GALIH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-3995273997329814975?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/3995273997329814975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=3995273997329814975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3995273997329814975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3995273997329814975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/ayam-jantan-wiring-kuning.html' title='Ayam Jantan Wiring* Kuning'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRwl-8YWq8I/AAAAAAAABag/7Q61hz9mxBg/s72-c/12)+Ayam+jantan+wiring+kuning.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-7689799327991080582</id><published>2008-11-12T20:01:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T05:06:50.592-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Milikilah Dirimu</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRunJhHmoYI/AAAAAAAABaI/XV49ZYX2YcY/s1600-h/11)+Milikilah+dirimu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267987971090850178" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRunJhHmoYI/AAAAAAAABaI/XV49ZYX2YcY/s200/11)+Milikilah+dirimu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;(untuk sahabatku, Ane yang mencari jati diri)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senandung kedamaian kulagukan dalam keheningan alam yang menyelimuti kesendiranku.&lt;br /&gt;Aku bersama diriku. Aku memiliki aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam angin yang berlalu dariku, kudengar salam perpisahanmu.&lt;br /&gt;Aku harus pergi walau istana itu telah kubangun sejak lalu.&lt;br /&gt;Harapan harus selalu tumbuh dan harapan itu masa depan.&lt;br /&gt;Aku yakin suatu saat nanti kau akan mengerti ini. Asaku, kita mesti bertemu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, keinginanmu bukan milikku.&lt;br /&gt;Keinginanku bukan milikmu.&lt;br /&gt;Sepenuhnya engkau adalah milikmu.&lt;br /&gt;Yang kumengerti dunia ini tempat kita. Ia tak akan pernah lari.&lt;br /&gt;Sahabat, sejak roh-Nya ada padamu engkau telah memulai dan merangkai kasihmu.&lt;br /&gt;Tidakkah engkau mengenal kisahmu ini? Kini harus sadar, kisah itu milik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setialah, ya setialah. Aku melihat jalanmu berliku. Luruskanlah!&lt;br /&gt;Tidakkah engkau akan membangun istana baru lagi?&lt;br /&gt;Peganglah keyakinanmu dan berjuanglah! Hidupmu harus disusun di atas harapan dan keyakinan. Kencangkanlah perjuangan tanpa kenal lelah dan minumlah selalu air iman yang tiada pernah kering.&lt;br /&gt;Dan, cintailah dirimu dan diri-Nya. Aku melihat, engkau terpuaskan oleh harapanmu dan harapan-Nya. Percayalah dirimu milikmu, bukan karena aku, tetapi karena Dia dan kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat nama kejayaan di setiap bidang dan ruang.&lt;br /&gt;Dan, kini semuanya tergantung padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juli 2001 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-7689799327991080582?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/7689799327991080582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=7689799327991080582' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7689799327991080582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7689799327991080582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/milikilah-dirimu.html' title='Milikilah Dirimu'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRunJhHmoYI/AAAAAAAABaI/XV49ZYX2YcY/s72-c/11)+Milikilah+dirimu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-4955557129378608099</id><published>2008-11-12T20:00:00.001-08:00</published><updated>2008-11-13T05:06:31.537-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Violin Kekasih</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRumid18trI/AAAAAAAABaA/N7mEnB614uo/s1600-h/10)+Violin+kekasih.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267987300196595378" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRumid18trI/AAAAAAAABaA/N7mEnB614uo/s200/10)+Violin+kekasih.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Violin menyanyikan lagu kedamaian dan menari lembut dengan gerakan cinta ilahi. Violin membuka hati lebar-lebar dan menangkap sunyi di alam percintaan. Aku larut lebur bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau, sang Violin menerbitkan cinta di antara waktu ke waktu dan alam ke alam; menebarkan ketenteraman dalam dunia yang diliputi peperangan dan kemelaratan, kepedihan dan kegembiraan. Aku setia menantimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gema violin kini tiada. Kerlap-kerlip bintang suram. Aku menggambar violin kekasihku demi kemerdekaan jiwa dan kebebasan anak-anak zaman. Violin, di manakah engkau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meratap rindu, oh violin. Lihatlah, ayo lihatlah! Tidakkah engkau kangen dengan dendangan nyanyian anak-anak bumi yang hendak terbaring dan tidur? Mereka kin kesepian. Hati mereka pedih. Dan aku hanya menggambarmu dalam angan, oh violin. Ini tidak mengobati mereka. Ini hanya melelapkan mereka di pembaringan. Esok hari tiada yang tahu mungkin perang dan mungkin tidak, mungkin gembira dan mungkin sedih. Harapan semakin kabur. Violinku, kini kau semakin samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Violin, kuingat janjimu. Di sepanjang dunia, cinta berhembus di setiap lorong dan makhluk-makhluk merengkuhnya, anak-anak bumi tak akan pernah musnah oleh perang, pembunuhan, dendam, kebencian, tetap kegelapan diubah menjadi terang dan dendam menjadi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janjimu, oh violin, tambatan bagi hidup kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Mei, 2001 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-4955557129378608099?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/4955557129378608099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=4955557129378608099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4955557129378608099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4955557129378608099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/violin-kekasih.html' title='Violin Kekasih'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRumid18trI/AAAAAAAABaA/N7mEnB614uo/s72-c/10)+Violin+kekasih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5343170529487904062</id><published>2008-11-12T19:57:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T05:06:09.749-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rindu'/><title type='text'>Menangkap Rindu</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRumFAg9iHI/AAAAAAAABZ4/6paUfhZzzDg/s1600-h/9)+Menangkap+rindu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267986794107734130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRumFAg9iHI/AAAAAAAABZ4/6paUfhZzzDg/s200/9)+Menangkap+rindu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Alamku sepi. Kerajaan sunyi melingkupiku. Aku berkata-kata dengan jiwaku. Aku berbagi rasa dengan aku. Yang hanya aku dan alam yang luas. Aku raja baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu titik alam itu, kudengar suara deru angin memanggil aku. Dan, ia menyanyi, menari, dan melenguh. Aku terpana. Pada suatu titik itu, aku tersenyum penuh kedamaian dan menyapu jiwaku yang lekat rekat suram. Yang ada hanya kedamaian. Aku menemukan hakekatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkahku ringan dan bagaikan terbang. Tanpa berat. Kutelusuri alam ketenangan dan ketenteraman. Tanpa bising. Jiwaku menangkap rindu yang telah lama terpenjara oleh angkara dan nafsu. Nyala kehidupan dan cinta menyembur sempurna. Tiada peperangan. Tiada kebencian, apalagi permusuhan. Tiada kemelaratan. Jiwaku memeluk rindu alam rahmat yang melayang-layang di alam perdamaian. Aku menguliti baju pembunuhan, dendam, cemburu, nafsu, kemelaratan, kerakusan. Peluhku peluh jiwa yang menyanyikan lagu kerinduan persahabatan dan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat bersamaa, alam itu menangis menyakitkan. Peluh darah merah mengalir ke dataran, daratan, dan lautan. Terasa panas. Sungguh panas. Alam pun sepi dan kering dari semuanya. Terdengar sayup-sayup suara dari tengah belantara, ”Tolong beri aku segelas cinta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tiada punya apa pun selain aku. Kukatakan padanya, ”Ini aku.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Mei 2001 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5343170529487904062?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5343170529487904062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5343170529487904062' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5343170529487904062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5343170529487904062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/menangkap-rindu.html' title='Menangkap Rindu'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRumFAg9iHI/AAAAAAAABZ4/6paUfhZzzDg/s72-c/9)+Menangkap+rindu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-4979808130923148066</id><published>2008-11-12T03:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T03:36:54.212-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Rindu Sunyi (untuk Ella)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq_vuq5G5I/AAAAAAAABZY/wJu92zbiGZA/s1600-h/8)+Rindu+sunyi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267733540865907602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq_vuq5G5I/AAAAAAAABZY/wJu92zbiGZA/s200/8)+Rindu+sunyi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Menantang rindu semakin dalam&lt;br /&gt;Di hati gelisah menyayat raga&lt;br /&gt;menanti hari di pucuk senja&lt;br /&gt;tumbuh asa esok pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau lalu telah mati&lt;br /&gt;bekas masa tak terkubur&lt;br /&gt;tumbuh seribu di hari-hari&lt;br /&gt;masih berkata-kata sampai kini&lt;br /&gt;mestilah jujur saat nanti&lt;br /&gt;jangan pergi sampai mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti kunanti&lt;br /&gt;dalam remang kuingin pasti&lt;br /&gt;masih memegang kata tak terpegang&lt;br /&gt;hati selalu berkata&lt;br /&gt;kau ku nanti sampai mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesunyian&lt;br /&gt;Aku menggambar engkau dalam bayang-bayang hati yang rindu&lt;br /&gt;semakin menarik untuk dilirik&lt;br /&gt;semakin kentara ketika kugantung di langit-langit&lt;br /&gt;Duniaku dan duniamu di atas keinginan kita&lt;br /&gt;Kita dalang dan wayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Maret 2001 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-4979808130923148066?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/4979808130923148066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=4979808130923148066' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4979808130923148066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/4979808130923148066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/rindu-sunyi-untuk-ella.html' title='Rindu Sunyi (untuk Ella)'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq_vuq5G5I/AAAAAAAABZY/wJu92zbiGZA/s72-c/8)+Rindu+sunyi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5778940790459771470</id><published>2008-11-12T03:33:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T03:37:27.999-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa kasih'/><title type='text'>Kutitipkan Pada-Mu (untuk sahabatku yang berkesusahan)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq_Wd-PArI/AAAAAAAABZQ/OXtnlwW-FUo/s1600-h/7)+Kutitipkan+pada-Mu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267733106886902450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 191px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq_Wd-PArI/AAAAAAAABZQ/OXtnlwW-FUo/s200/7)+Kutitipkan+pada-Mu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Nyanyian pujian para Santa Monica heningkan hati yang resah.&lt;br /&gt;Berlutut suasana sembah.&lt;br /&gt;Demi kedamaian.&lt;br /&gt;Terbukalah tabir jiwa yang gundah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lesung pipi dan mata teduhmu menyirami hati kosongku&lt;br /&gt;Dalam cinta yang terpendam dalam.&lt;br /&gt;Kini redup dan pudar.&lt;br /&gt;Untukmu saja dirimu kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyian para Santa Monica mendayu merdu di bilik-bilik jantungmu&lt;br /&gt;Mengalir teratur mengantar sujud di altar&lt;br /&gt;Yesus tergantung menghujam diri&lt;br /&gt;mencekik nurani dalam-dalam&lt;br /&gt;dalam telut sujud merunduk tunduk kepedihan tak tersembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kupandang langit-langit gereja&lt;br /&gt;kautulisi berlembar-lembar cerita tentang derita yang panjang.&lt;br /&gt;Hati dan rega terlalu berat kubawa&lt;br /&gt;Kutitipkan pada-Mu yang tergantung di salib&lt;br /&gt;Peliharalah dan rawatlah&lt;br /&gt;Suatu saat nanti kembalikan dan aku menjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus senyum adalah hari ini.&lt;br /&gt;Hari esok kutitipkan&lt;br /&gt;Pada-Mu yang tergantung di salib.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Februari 2001 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5778940790459771470?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5778940790459771470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5778940790459771470' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5778940790459771470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5778940790459771470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/kutitipkan-pada-mu-untuk-sahabatku-yang.html' title='Kutitipkan Pada-Mu (untuk sahabatku yang berkesusahan)'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq_Wd-PArI/AAAAAAAABZQ/OXtnlwW-FUo/s72-c/7)+Kutitipkan+pada-Mu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-951403325505280987</id><published>2008-11-12T03:31:00.001-08:00</published><updated>2008-11-12T03:33:12.372-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Kepalsuan Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq-y9_X3WI/AAAAAAAABZI/M_sZQqmrZXw/s1600-h/6)+Kepalsuan+cinta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267732497006320994" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq-y9_X3WI/AAAAAAAABZI/M_sZQqmrZXw/s200/6)+Kepalsuan+cinta.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Wahai rembulanku&lt;br /&gt;tutur sapa dan lembut lenggokmu,&lt;br /&gt;membakar janjtun hatiku yang lama tiada bersua,&lt;br /&gt;yang berharap penuh rindu kembalimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hembus lembut angin malam,&lt;br /&gt;mengipasiku yang lelah bersandar dalam bayang-bayang ilusi.&lt;br /&gt;Bayang kemesraan,&lt;br /&gt;cinta dan harapan musna dala tangan nuranimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutur sapa, lembuh lenggok, dan senyum renyahmu&lt;br /&gt;hanyalah mimpi-mimpi dalam keremangan tidur malam&lt;br /&gt;yang tak berupa&lt;br /&gt;tersentuh pun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rembulanku&lt;br /&gt;janji, harapan, dan cinta,&lt;br /&gt;hanyalah kata yang teruntai dalam jiwa-jiwa yang tanpa telut sujud pada sang Ilahi.&lt;br /&gt;Kosong dan hampa. Telukis pun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rembulan pujaanku siang dan malam,&lt;br /&gt;atas nama cinta&lt;br /&gt;dusta, benci, dan dendam&lt;br /&gt;kau katakan ini surga kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Februari 2001 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-951403325505280987?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/951403325505280987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=951403325505280987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/951403325505280987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/951403325505280987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/kepalsuan-cinta.html' title='Kepalsuan Cinta'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq-y9_X3WI/AAAAAAAABZI/M_sZQqmrZXw/s72-c/6)+Kepalsuan+cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-3029755087453534540</id><published>2008-11-12T03:29:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T03:30:57.030-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Dengan Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq-VuR4usI/AAAAAAAABZA/J1yQobzzqgE/s1600-h/5)+Dengan+cinta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267731994572798658" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq-VuR4usI/AAAAAAAABZA/J1yQobzzqgE/s200/5)+Dengan+cinta.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Senyum dan tawa adalah dunia&lt;br /&gt;Lembah dan gurun pasir&lt;br /&gt;menghijau dan bunga-bunga bermekaran&lt;br /&gt;Musik dan lagu mengalun serasi&lt;br /&gt;angin sepoi-sepoi kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetes-tetes embun mengalir&lt;br /&gt;di musim kering kerontang&lt;br /&gt;Kerinduan yang dalam berhembus di siang dan malam&lt;br /&gt;Humor renyah dalam penderitaan dan kemelaratan&lt;br /&gt;Pesta dalamt ujh hari tujh malam&lt;br /&gt;Obat mujarab dalam segala&lt;br /&gt;rupa kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya ilahi tertebar dalam segala penjuru&lt;br /&gt;Yang tak mungkin&lt;br /&gt;menjadi mungkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...&lt;br /&gt;bangsa rukun dengan bangsa&lt;br /&gt;masyarakt bangsa adalah satu saudara&lt;br /&gt;bahasa kami adalah cinta dan kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa pun tanpa tentara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Februari 2001 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-3029755087453534540?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/3029755087453534540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=3029755087453534540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3029755087453534540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3029755087453534540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/dengan-cinta.html' title='Dengan Cinta'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq-VuR4usI/AAAAAAAABZA/J1yQobzzqgE/s72-c/5)+Dengan+cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-7455940120184420425</id><published>2008-11-12T03:27:00.001-08:00</published><updated>2008-11-12T03:29:00.394-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Tanpa Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq93p9GAoI/AAAAAAAABY4/3PY-DZuQeAs/s1600-h/4)+Tanpa+cinta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267731478015771266" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq93p9GAoI/AAAAAAAABY4/3PY-DZuQeAs/s200/4)+Tanpa+cinta.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Benci&lt;br /&gt;Dendam&lt;br /&gt;Permusuhan&lt;br /&gt;Peperangan&lt;br /&gt;Pembunuhan&lt;br /&gt;Kekacauan&lt;br /&gt;Kehancuran&lt;br /&gt;Kemusnahan&lt;br /&gt;Pilu&lt;br /&gt;Suram&lt;br /&gt;Derita&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Februari 2001 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-7455940120184420425?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/7455940120184420425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=7455940120184420425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7455940120184420425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/7455940120184420425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/tanpa-cinta.html' title='Tanpa Cinta'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq93p9GAoI/AAAAAAAABY4/3PY-DZuQeAs/s72-c/4)+Tanpa+cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-879925072576323884</id><published>2008-11-12T03:21:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T03:24:11.480-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Tanda Tangan Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq8v8Ma5bI/AAAAAAAABYg/4barUfEP1f8/s1600-h/3)+Tanda+tangan+cinta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267730245961311666" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq8v8Ma5bI/AAAAAAAABYg/4barUfEP1f8/s200/3)+Tanda+tangan+cinta.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kedamaian&lt;br /&gt;Ketenteraman&lt;br /&gt;Kesejahteraan&lt;br /&gt;Kebersatuan&lt;br /&gt;Keserasian&lt;br /&gt;Persaudaraan&lt;br /&gt;Kasih&lt;br /&gt;Suka cita&lt;br /&gt;Dan inilah tanda tangan cinta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Februari 2001 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-879925072576323884?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/879925072576323884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=879925072576323884' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/879925072576323884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/879925072576323884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/tanda-tangan-cinta.html' title='Tanda Tangan Cinta'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq8v8Ma5bI/AAAAAAAABYg/4barUfEP1f8/s72-c/3)+Tanda+tangan+cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-5158978157219064124</id><published>2008-11-11T21:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T03:27:09.108-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq9dyiQFOI/AAAAAAAABYw/Qa1l9UKcRPM/s1600-h/2)+Cinta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267731033642505442" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 100px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq9dyiQFOI/AAAAAAAABYw/Qa1l9UKcRPM/s200/2)+Cinta.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Jawablah sapaan keringku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Mengerlinglah mata damaimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Siramilah hati galauku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Terangilah lorong-lorong suram hidupku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Tuntunlah aku di hari akhirku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Cinta...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Jadilah hidupku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Februari 2001 (Cinta itu ada-Ku; Ia Sang Pengada)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-5158978157219064124?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/5158978157219064124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=5158978157219064124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5158978157219064124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/5158978157219064124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/cinta.html' title='Cinta'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq9dyiQFOI/AAAAAAAABYw/Qa1l9UKcRPM/s72-c/2)+Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-219235438607674321.post-3728641003357233269</id><published>2008-11-11T20:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T03:25:52.623-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ungkapan hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><title type='text'>Suatu Pengantar</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq9LS2apyI/AAAAAAAABYo/Zco7xwFkk3U/s1600-h/1)+Pengantar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267730715899504418" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 100px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq9LS2apyI/AAAAAAAABYo/Zco7xwFkk3U/s200/1)+Pengantar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Aku temukan catatan-catatan milik kawanku ini berserak di antara tumpukan buku dan kertas yang harus kutata. Aku hidup bersamanya. Aku pernah mengenalnya, meski tidak mendalam. Oleh karena itu, aku ingin mengenangnya lewat tulisan-tulisan yang ditinggalkannya. Barangkali, dia tidak akan pernah berpikir bahwa tulisan ini akan kutemukan. Barangkali dia tidak rela jika tulisan ini akan dibaca oleh siapa saja. Dengan segala kerendahan hati, aku hanya ingin meminta maaf jika aku terlalu lancang memuatnya di halaman ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Sebagai suatu pengantar, aku ingin memuat pengantar tulisannya di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;"Saya yakin bahwa hidup manusia mengalami perkembangan baik meliputi jasmani, rohani, emosi maupun kecerdasan. Arti perkembangan yang saya maksud mengandung dua segi yaitu perkembangan yang positif dan perkembangan yang negatif. Perkembangan yang positif berarti manusia berkembang ke depan, lebih maju, dan lebih baik dari masa lalu. Perkembangan yang negatif dapat diartikan sebagai kemunduran hidup manusia. Namun demikian, saya yakin bahwa pada saat-saat tertentu manusia mengalami keadaan, situasi, dan kejadian hidup yang sulit dan dalam kesadaran yang rendah. Keberadaan manusia yang terkungkung oleh hal di atas menyebabkan manusia berada dalam keadaan kritis, manurun, dan bahkan sekarat akan jasmani, rohani, emosi, dan kecerdasannya. Ini juga saya rasakan pada saat-saat tertentu. Sungguh suatu pengalaman yang tak mengenakkan dan pahit. Apalgi saya hidup bersama dengan orang lain yang membentuk hidup bersama dan berkomunitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;Tulisan saya dalam buku ini merupakan sejarah hidup saya yang sadar akan keberadaan dan keadaan saya. Saya juga sadar sebagai manusia yang dapat mengalami perkembangan secara positif dan negatif. Kesadaran ini membawa saya pada pengakuan saya pada eksistensi hidup saya dan orang lain. Buku ini merupakan buku pribadi. Katakan saja sebagai buku harian saya. Namun demikian, buku ini saya buat sedemikian rupa, sehingga dapat dibaca oleh banyak orang walaupun tidak dimaksudkan untuk itu. Buku ini merupakan kumpulan dari tulisan-tulisan harian saya yang saya tulis dalam dua file yang berbeda. Maka, dalam buku ini akan dijumpai tulisan yang berbunyi: disarikan dari file lain. Walaupun demikian, tulisan dari file lain itu tidak mengalami perubahan apa pun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;Oleh karena kasih dan rahmat Allah, buku ini dapat saya selesaikan sebelum Natal dan sebelum ulang tahun saya sebagaimana yang telah saya rencanakan. Catatan harian (buku) ini merupakan buku ketiga yang saya buat seperti tahun lalu. Atas kebaikan-Mu, ya Tuhan, aku bersyukur dan menyembah-Mu. Amin. Yogyakarta, 18 Desember 2002. Supratiknyo."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Selamat menikmati tulisan-tulisan kawan saya ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/219235438607674321-3728641003357233269?l=aku-peziarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/feeds/3728641003357233269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=219235438607674321&amp;postID=3728641003357233269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3728641003357233269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/219235438607674321/posts/default/3728641003357233269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aku-peziarah.blogspot.com/2008/11/suatu-pengantar.html' title='Suatu Pengantar'/><author><name>Pambajeng "Broer" Argaputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16459246267752251414</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRrjqGKcsqI/AAAAAAAABZg/vJpQKqnFNLc/S220/adbm3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LtDg826W1eU/SRq9LS2apyI/AAAAAAAABYo/Zco7xwFkk3U/s72-c/1)+Pengantar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
